Kamis, 12 Mei 2022

ILMU DARI RISKA

 Ni gara gara RISKA saya jadi kecemplung di tempat2 tidak terduga.

Di pinggir bukit sampah lah saya dan dhany ngajarin bu ibu bikin keset + cempal. Bahkan dia antara pasien sakit jiwa di Rawa Lumbu Bekasi saya kok bisa2nya jalin limbah kain itu sambil dengar curhatan dan guyonan mereka. Hilang rasa takut dan meremehkan.

Model2 ketua Riska dari baru meletak gayanya sama, penuh percaya diri. Bang Ical..Bang Molla. Ini yang menular ganas.

Lagi bangga2nya saya bisa panggil Dr.Sarlito psikolog kondang saat itu, langsung ditebas kebanggaan saya sampe jadi ampas oleh Bang Ical dg 1 kata.
Kalau kata Abu nama singkatnya Paimo ( Faisal Motik).

"Ngapppaaiin manggil pembicara orang ngantuk!!"

Iiihhh...Bang Ical, keterlaluan! Tapi emang iye sih!😁

Jadiii...Mulai saat itu saya jadi biasa biasa saja hadapi orang tenar.
Datang ke rumah Kak Seto nggak malu malu lagi. Sebelum acara seminar dimulai bisa ngobrol sama bintang film Tuti Indra Malaon. Dan... mahluk2 penting di Radio Prambors yang sebelumnya cuma lihat di majalah Gadis, ternyata mereka biasa biasa saja. Mereka juga butuh kita.

Bahkan berani2nya naik Bajay ke rumah Mbak Tutut di Jl.Cendana . Temen temen jail pake tanya, "Mau ke mana? Cing Ato yee??

Pernah sih rada deg2an, justru sama orang masjid sendiri. Pak Kosasih ketua MASK yang kalo lewat depan sekretariat nggak pernah nengok apalagi senyum!
Liat beliau dari jauh muncul, gagal deh minta air dispenser seberang meja Pak Hamid yang baik hati itu.

Saya ke rumahnya terpaksa karna nggak ada teman lagi yang bisa diminta tolong. Surat izin ke Kapolsek untuk mengadakan acara harus pakai tandatangannya.

Bekas menteri era Soekarno itu rumahnya adem di pengkolan Jl.Mangun Sarkoro, banyak tanaman full sampe dinding. Di suruh tunggu lamaaa banget, tapi sabar aja. Mungkin lagi istirahat... Sarapan..atau lagi telepon urusan penting?

Tiba2
"Sini, kata bapak masuk saja! Kata seorang ibu"

Nggak taunya beliau dari setadi main kreta2an! Tu kreta pake remot keliling susuri kolam ikan sampee ke dinding2 ruangan terbuka.
Hadeehhh😂😂

Selasa, 10 Mei 2022

SAAT ULAMA MENJAWAB



Saya suka klik speed video ke angka 1.5 atau  lebih kecepatannya kalau dengar jawaban ulama yang bicaranya lamaaa betul.

Kan dia faqih, kalau dokter tu spesialisnya. Kenapa kesannya ragu-ragu amat sih?

Ternyata itu lah taufiq. Sering dengar  istilahnya di penutup doa/ceramah sebelum salam.
Taufiq adalah KETEPATAN dalam bicara, mengambil keputusan, memberi jawaban, dll.

Alat ukur kedalaman dan keberkahan ilmu seseorang adalah semakin takut dia pada Allah swt. Bukan makin berilmu makin banyak menilai orang, atau seperti karateka ban putih yang bawaannya mau cari lawan terus. Sementara yang ban hitam malah tenang merahasiakan ilmu.

Syaikh Fauzan meski sudah jadi ulama besar tetap berdoa tiap hari mohon diberi taufiq. Beliau bilang..

"Orang yang berdoa minta rahmat perlu taufiq. Begitu juga minta hidayah..perlu taufiq:

Taufiq adalah KETEPATAN. Jika apa2 tepat maka jauh dari penyesalan.

Ulama menjawab di atas taufiq.
Bagi mereka...
Jangan fikir keselamatan orang yang bertanya di depannya!
Tapi keselamatan diri sendiri di depan Allah nanti.

** Definisinya.
Taufiq adalah kemudahan dan bimbingan Allah yang memudahkan seseorang untuk melaksanakan petunjuk Allah.

Wallahu a"lam.

Sabtu, 30 April 2022

Tak Usah Kecewa


Kenapa Allah izinkan mahluk pendusta dan adu domba hadir di hadapan kita ?

Kenapa Allah biarkan mulut bebas bicara sebelum Yaumu laa yanthiquun (Hari mulut terkunci?)

Penyebabnya adalah..
Doa kita sendiri!
"Allahumma Nawir Qalbi binuuri haidayatika abadan abadaa. Birahmatika yaa Arhamrrahimiin"

(Ya Allah ..Terangilah hati kami dengan petunjukMu sebagaimana Engkau telah menerangi bumi ini dengan cahaya matahariMu, selamanya dengan rahmatMu, wahai zat yang Maha Pengasih)

Sebagai pencipta hati ,
Jauhar , maha tepat pilihannya
Ia turunkanlah sample ini
Tercium busuknya
Meski dibungkus dg kelembutan

Sampel pahit tapi penambah kedekatan pada Maha Pencipta baik dan buruk.

Tumbuhlah akar yakin sekaligus alarm

Dusta itu biang bau yg memunculkan varian2 baru. Fitnah, gibah, suuzon, pertikaian, penyesalan dll
Allah perkenalkan agar kita jijik tak mau tiru.
 Tak usah kecewa!
Kehadirannya adalah pembuktian kebenaran Quran.

Terjawab
Kenapa ada kalimat "Fabiayyi 'alaai robbikumaa tukazziban"
Padahal Allah sedang menerangkan tentang sifat buruk jinni wal insi (Jin dan manusia).

Bahkan dalam penciptaan iblis pun ada ni'mat bagi mata yg jeli.

Wallahu a'lam

Jumat, 29 April 2022

Allah Tak Pernah Mengambil



Ada 1 keluarga yang pedih ditinggal ibunya. Baru terasa nasehat2 agama almh ibunya banyak yg blm diamalkan. Mau membuatnya senang dlm hal ibadah sdh terlambat.


Waktu duka  itu datang di bulan ramadhan.S alah satu anak beri usul menghibur diri bersama di rumah Allah.

Jadilah hari itu hari pertama merasakan nikmatnya itikaf sekeluarga sampai bocah2 pun ikut blajar itikaf. Pengalaman berubah jadi kegiatan rutin yg dinanti nanti.


Tahun2 berikutnya sang Ayah wafat.



Proses wafat  dikelilingi anak cucu menumbuhkan tanya besar tentang   "Sakratul Maut".  Perkara besar perjalanan hidup manusia.


Allah mengganti lagi dengan hikmah. Sangat takut bila masa kematian itu menjemput.  Ilmu persiapan kematian jadi perhatian khusus keluarga tsb.


Sepertinya Allah tak pernah "Mengambil"

Selasa, 22 Maret 2022

HATI SESAK

 


Kami kakak adik sempat beradu ego waktu merawat bapak. Yang 3 orang ingin bapak rawat rumah sesuai saran dokter IGD. Karna hasil cek darah ok semua. Cov Omicron bisa isolasi mandiri, sembelit sudah teratasi, masalah syaraf paska jatuh harus ke ahlinya

Yang 2 orang ingin ihtiar maksimal, kekurangan dana nanti diusahakan. Pokoknya bapak harus ditangani ahli,  dibawa ke RS PON jalani pemeriksaan detil. Ya Allah...Dibawa ambulance lagih??

Perjalanan dengan ambulance ke RS pertama saja sudah bikin bapak susah. Bukan cuma guncangan dan antri berjam di parkiran, tapi tempat tidur tak selebar ukuran badan bapak. Beliau sabar luar biasa dan 3 orang ini tdk akan tega bapak dibawa lagi dg ambulance.

Saya lihat sakit bapak beda dengan sebelumnya maka begitu adik bungsu di Paris minta saran, tegas saya bilang.."Harus Pulang!" 

Andai bapak masuk RS pasti di ruang covid sambil tunggu pemeriksaan syaraf entah sampai kapan? Membiarkan orang tua 98 th itu sendirian? Justru buang waktu yg Allah tawarkan. Setelah negativ cov kan kita bisa banyak dekat, hibur, sambil mencoba muroja'ah hafalan bapak. Banyak jalur ihtiar insya Allah.

Cukup panas lah pembicaraan via ponsel jelang magrib itu. Sementara bapak sudah mulai menolak makanan. Minum cuma sedkit. Hati perlahan mulai tidak enak. Wajah bapak mulai beda.

Allah sudah banyak kasih kesempatan bersama dg anak2nya yang  mulai  beruban. Baiknya ihtiar semampunya dan gunakan kesempatan emas.

"Yuk, kita sholat mutlak. Mudah..cuma 2 rakaat di sembarang waktu. Minta petunjuk Allah"  Tiba2 suara ajakan adek no 4.

Bertiga berderet kami sholat masing2. Baru saja beri salam ke kanan ponsel saya berbunyi. Dari seberang suara Bu dokter Lutfi sahabat setia

" Tadi waktu saya habis ngaji, kok tiba2 ingat oty, bagaimana  kabar bapak?"

Ya Allah..Kenapa tdk terpikir? Biasanya selalu konsul dengan dia setiap ada musibah sakit. 

Mengalir lancar bu dokter terangkan resiko2 yang akan bapak alami jika terjadi  tindakan a...b..c.. Akan ada alat yang dimasukkan ke dalam mulut bikin sengsara apalagi untuk usia sepuh.

Alhamdulillah...wasyukurillah. Jawaban dan alasan yg mudah bikin pandangan 2 adik saya berubah frontal. Alhamdulillah. Jazkillahu khairr bu dokter shalihah.

Setelah negative hari hari bapak  dikelilingi anak cucu. Bergantian suapi dan kasih minum bapak. Kalau malam Si 4 putri tidur di sekeliling bapak. Yg 2 suka nekad 1 tempat tidur. Saya ngalah pada si bungsu dari negeri jauh jarang ketemu bapak.

Satu hari dalam kesadaran yang cuma sebentar bapak tanya..

"Siapa yang akan bimbing saya?"

"Siapa yang akan talkin saya?"

Bayangkan jika ucapan itu menguap di ruang ICU! Kami dadah2 cuma 1x habis itu tdk pernah ketemu lagi kecuali dengan peti putih?

Saat bapak sakit itulah  sholat mutlaq pertama saya. Solusi dari Allah yang puluhan tahun saya salah fahami. Firman "Jadikan SHOLAT dan SABAR menjadi penolongmu"  ternyata bukan cuma sholat 5 waktu.

Coba deh ! Rasakan nikmat khusyu sholat mutlaq. Terimakasih ya Allah, telah beri kita tempat bersandar yang Maha Kokoh, menyejukkan dan melapangkan hati.

Alhamdulillah. Wallahu a'lam.

TAMU SPESIAL

 Pernah ada masukan yang salah tentang menempatkan harga diri


" Kalau ada acara di rumah saudara atau teman, bantu2 kecil saja. Ingat! Jangan sampai kamu bantu cuci piring!"


Saya sami'na wa atho'na pokoknya. Tapi  tanpa disadari tumbuh rasa "Tinggi Diri", melihat orang lain yang bantu cuci piring jadi aneh.


Coba sandingkan dengan sikap Rasulullah. Hamba Allah pujaan ummat sepanjang masa itu tidak segan / gengsi  membantu apa saja pada setiap perhelatan. 


Tamu kami  Ani bertubuh mungil .  Lebih banyak senyum dari pada ngobrol. Kalau saudara hajatan matanya jeli lihat apa2 yang harus dibenahi.  Allah beri dia tangan  cekatan menandingi kaki kanannya yang cacat di mata manusia tapi terindah terkuat di mata  Allah. Insya Allah


Sejak anak tunggalnya dalam kandungan  suaminya bermukim di Lapas tanpa rindu keluarga. Dalam obrolan kami saling jaga.  Ani jaga rahasia rumah tangganya dan saya jaga baik muru'ahnya.


Ngobrol dengannya sering timbul rasa takjub. Belajar bahwa rejeki Allah pintunya tak mudah dibaca akal.  Ani menerima upah dari pengepul karangan bunga ucapan. Makin banyak bunga yang ia cabut dan kumpulkan makin besar upahnya. Ridhonya menerima segala  keputusan Allah membentuk dunia bahagianya sendiri meski dalam angka masih kurang.


Kalau dia muncul menawarkan makanan khas Ambon yang muncul dlm hati saya adalah kekaguman semangatnya menaiki tangga2 stasiun saat pulang dan pergi. Namun kagum berbunga jadi malu haru melihat  rajin dan ihlasnya Ani menempuh jarak jauh, ongkos pas2an, buat tengok bapak.  Pasti indah menyaksikan bapak menghabiskan makanan kampung kesukaannya lalu mengangkat kedua tangan mendoakan Ani


Pintu balasan kebaikan Allah terlalu banyak. Allah titipkan cinta dan rejeki Ani pada hati tetangganya . Tanpa menguasai anak Ani, pasangan tanpa anak itu menyayangi dan penuhi kebutuhan sekolah dan hiburannya. Bahkan figur Ayah shaleh pun didapat.


Ani termasuk tamu yang terahir pulang. Bantuan tenaganya tidak menyolok tau-tau sudah rapih. Sifat tenang, senang membantu, peka pada kebutuhan orang lain  memposisikan dirinya di tempat yang tinggi. Lihat saja, masih sempat2nya sebelum pulang ia bersihkan kaki dekil keponakan saya usia 5 tahun lalu diberi sandal baru dari uang pemberian saudara.

Jumat, 18 Maret 2022

Ada 1 Baju

 Ini pesan beberapa tahun lalu..


"Nak, jika tiba waktu Allah panggil, beri baju sholat, jas dan sorban bapak untuk imam2 masjid!"

Hingga hari ke tiga wafat bapak, saya belum sempat buka lemari pakaian karna selesaikan dulu amanah, hibah, janji dan lain lain guna melapangkan jalannya.

Dari sekian pakaian mudah kami serahkan meski harus ingat2 dan perhatikan besar badan para imam di masjid2 terdekat.
Cuma saya ingat, ada 1 jas spesial di antara jajaran hanger, tak tahu ke siapa akan disedekahkan?
Jas biru pekat dengan 2 strip emas melingkar di 2 ujung lengan.

Pemberinya seorang bapak gagah berprestasi di maskapai penerbangan ternama negeri ini. Setelah muallaf Allah memberinya pasangan serasi yang cantik shalihah pemilik suara dan hati lembut.

Sudut ruang tamu kami sering disesaki tumpukan kardus susu, makanan ringan, alat tulis penggembira bocah2 warga pinggir kali Klender dan Cipinang. Kadang tamu dhuafa yang bertandang lebih cepat dapat.

Tahun tahun berjalan kiriman rutin datang namun belakangan berkurang.
Hingga suatu hari sampailah kabar. Ada yang lihat beliau duduk dan jalan jalan di sebuah Rumah Sakit Umum.

Kiranya dinding tebal sejengkal gedung bisa jadi pembeda kuat dengan dunia di baliknya. Tempat renung dan syukur yang ampuh penyaring masalah dunia yang sesakkan dada tiba2 surut mengecil begitu melihat wajah payah pasien bernafas pendek menahan sakit. Kulineran senikmat apa pun di muka bumi tak berselera lagi.

Sementara di lorong berlampu remang penunggu pasien tidur beralas seadanya. Bingung hitung lajunya argo biaya rawat dan obat, apalagi uang makan harian makin tipis.
Di sanalah sasaran baru amalan rahasia beliau.



Waktu pelayat berdatangan seorang ibu tak dikenal masuk dengan 2 putranya berbadan tinggi2.

"Masih ingat ibu, ndak?"
Kami berusaha mengingat. Cukup banyak wajah asing saat itu. Yg terlihat cuma sepasang matanya memerah basah.

Begitu beliau buka masker, berbarengan suara saya dan adik.keluar

" Ibu piloott!"

Saya dan adik memeluknya bergantian. Sebuah nama panggilan entah berapa lama tak terucap. Pecah bendungan air mata yang tadinya sudah aman terkendali.
Ia panutan kami dalam bersedekah dan merajut kekerabatan yang lekat.
Dalam peluk hangat menghibur beliau berbisik dg isak.

" Silaturrahmi kita tetap terjaga ya, meski bapak sudah tiada"

Tentu saja, berdekatan dengannya seolah membagi kebahagiaan juga untuk ibu, bapak, dan suaminya yang sudah lama wafat juga.

Pertemuan dalam duka membuka kembali kenangan bersama saat berbagi

Rabu, 16 Maret 2022

SEBELUM KIFAYAH DATANG

 



Di aspal pinggir  "Rumah Masa Depan" sebuah mobil mentereng berhenti . Pria paruh baya turun.

Dari tampilanya mata awam pun faham dari kelas sosial mana dia berasal. Kulit dan baju bersih tanpa keringat, tiap hari mungkin berpindah dari ruang AC ke ruang AC lainnya. 

Langkahnya cepat disela barisan makam menuju 1 lubang setengah jadi.


"Pak, apa ada satu pacul lagi untuk saya?"


Matahari mulai meninggi. Panas  makin terasa. Tangannya lumayan cekatan kelihatan sedang berpacu dengan waktu. Keringat mulai membasahi wajah muramnya. Kenangan puluhan tahun menghiasi setiap tanah yg tercangkul. Entah ada kisah apa yang membentuk cinta kepada kifayah yang 2 jam lagi akan datang.


" Beliau guru agama saya,Pak. Ingin sekali menyaksikan beliau untuk terahir kali , tapi orang2 sedang menunggu saya di tempat lain"


Berdiri di antara tumpukan tanah merah ia tengadahkan wajah ke langit. Dibiarkan  pandangan heran tukang gali kubur, seperti membiarkan baju cemerlangnya menempel tanah merah.

Wajah basah keringat campur air mata. Berdoa di pinggir lahat sarat keharuan yg dalam. Kifayah hanya guru biasa saat ia berseragam abu2.

Ia ingin simpan amal rahasianya... Doa rahasianya seperti menyimpan kisah hususnya dengan sang guru


Tidak ada yang tahu..

Selasa, 15 Maret 2022

BERDO'A DI DEKAT SAMPAH

 



Awal pagi pintu halaman terbuka. Seperti biasa petugas kebersihan datang  angkut sampah yg kali ini lebih banyak dari hari2 kemarin.

Beberapa kantong besar isi kemasan makanan dan minuman sisa kemarin tamu2 saudara kerabat makan siang usai  pemakaman bapak.


Saya tidak mengenal beliau, jadi tetap di dalam rumah bebenah rumah sebelum kembali ke Bogor.


Bukannya suara seretan2 polybag sarat isi yg terdengar, malah suara beliau berbicara dengan ibu sambung saya.  Suaranya kedengaran agak keras, jelas dan sopan. Pemilihan katanya sontak bikin hati kagum terenyuh.


"Ibu, saya sudah melayat alm bapak kemarin. Tapi izinkan saya ingin berdoa husus untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah beri kesabaran dan keselamatan dunia akhirat"


Melantunlah doa2 yang diawali dengan "Rabbi" ciri dari bacaan2 doa yang Allah ajarkan kepada para Rasul dan Nabinya di dalam Al- Quran.


Saya bergegas ke halaman . Tarik dan pakai mukena yang ada. Ingin cepat bergabung mengaminkan dalam suasana hati yg tak pernah rasakan sebelumnya. Entah apa namanya!

Bagaimana tidak?

Kami bertiga mengangkat tangan di samping tumpukan sampah. Bapak itu  berdoa penuh khusyu' seperti doa orang yang berdada sesak karna sayang dan rindu. Bajunya lusuh, berompi oranye sederhana tapi bersih rapih. Sangat memperhatikan keselamatan dan kemanan dilihat dr sepatu boot dan peralatannya.

Urat2 di lengan rentanya jelas menonjol tapi semangatnya masya Allah. Tak kenal lelah dan tak kenal malu pd pekerjaannya.


Setelah doa penutup, doa sapu jagat, pintu tertutup. Pandangan sapu lidi tankai pd gerobak perlahan menjauh.

Hening..


Ibu bilang..

Dia teman bapak ngobrol pagi2. 

Anak asuhnya lumayan banyak meski hidup miskin di bantaran kali Cipinang. Salah satunya pemuda yang suka muncul dadakan.


Betul..ada pemuda yg munculnya seperti Tahu bulat digoreng dadakan. Klw dia muncul sedekah harus stenbey. Kesian... akalnya "kurang sesendok" kata orang2.

Bapak asuh tadi amat sabar menghadapinya dan karakter anak2 lainnya.


Bersyukur kenal Pak Basuki. Sahabat  bapak yg tak pernah bapak ceritakan. Insya Allah selanjutnya menjadi perhatian keluarga . Menyambung aliran air di ladang amal bapak. Ammin ya Rabb.

Jumat, 17 Desember 2021

Berobat Sambil Beramal



Menarik apa yang diceritakan Ibu Cut Namira (Mom Influencer)  pada acara Soft Launching Medikids Cabang Bogor. Anaknya  begitu mudah dan terbiasa diajak ke dokter gigi untuk perawatan. Beda jauh dengan saya yang perlu pikirkan strategi sebelum berangkat ke klinik. Siapkan buku cerita, mainan kesukaan,  supaya dia tidak bosan di ruang tunggu. Tapi tidak berlangsung lama dia menikmati. Lampu yang tidak cerah dan antri  berbarengan dengan orang dewasa tidak jarang minta pulang cepat sebelum nama dipanggil.

Itu masih ringan, pernah satu kejadian yang membuat anak saya trauma hingga bertahun dia anti klinik gigi. Penyebabnya saat dia mau tambal 1 gigi tapi gigi- gigi lain dikomentari Bu dokter dengan mimik yang prihatinnya terlalu serius hingga anak merasa masalah giginya amat berat dibanding orang lain. Apalagi waktu dia dengar kalimat : " Sudah terlanjur,Bu. Ini gigi dewasa" 

Hatinya terbujuk kembali waktu kami datang ke salah satu klinik di Jakarta. Pak dokternya sahabat dari adik saya ini  orangnya santai ,senang ngobrol dan kocak.  Karna kami selalu bikin janji jadi pasien terahir maka selalu beliau minta izin untuk istirahat sebentar . Hobby menyanyi dan main musiknya benar benar  menghibur. 

Suasana Klinik dan dokter sangat mempengaruhi pasien, terlebih lagi untuk anak anak. Di Bogor masih sangat jarang klinik lengkap sarana menghibur anak sekaligus tersedia juga perawatan untuk dewasa. Alhamdulillah, klinik Dokter  Gigi Anak Dan Keluarga Bogor sudah dibuka. Tak heran jika saya antusias memenuhi undangan soft launching Medikids milik MHDC  ( Mulia Health And Dental Care) group yang sudah memiliki 13 cabang. Menggembirakan sebab  3 klinik berkonsep wakaf yaitu di Bogor, Depok dan Cikupa.

Mumpung datang lebih awal saya ambil kesempatan emas itu buat potret potret ruang. Kalau berbarengan dengan tamu blogger pasti tidak leluasa ambil angle yang asik.










Apa Saja Keunggulan Klinik Ini?

Suasananya dirancang sesuai selera anak, jauh dari kesan tempat orang sakit yang menyeramkan. Ruang tunggu dilengkapi kursi anak dengan mainan edukatif. Ada juga ruang husus untuk permainan aktif.

Lantai 2 dan 3 ada ruang periksa yang di sisi tangganya terpampang frame sertificat para dokter lulusan universitas ternama dan terbaik di Indonesia hingga tak diragukan lagi pelayanan dan kredibilitasnya. Tak cuma perkara gigi, ruang ruang ruang cantik bertemakan nama negara dengan kursi duduk bentuk mobil ini pun adalah  Klinik Vaksinasi Anak Dan Keluarga Bogor . Enak, kaaan?   Dewasa dan anak  berobat / Vaksin sekalian di sini tanpa antrian panjang.  Anak senang... Orang tua tenang. Apalagi peralatan lengkap, modern berstandar internasional,  jadi penanganannya maksimal


                                                                       



Acara Talkshow

Drg.Amiroh menekankan bahwa Millenial Parent harus tau pentingnya cek kesehatan gigi anak dan proteksi dini. Kenalkan anak pada situasi klinik, berkenalan dengan dokter sejak usia 2 tahun atau sejak gigi susu tumbuh. Gigi awal tumbuh di usia anak 8 bulan maka biasakan mereka menyikat gigi sendiri dan memilih makanan

Kenali kebiasaan buruk anak agar dapat dicegah. Misalnya menyusu pakai botol di tempat tidur setelah itu ia langsung tertidur lelap tanpa disikat lemak susu akan merusak gigi. Jelakan pada anak bahwa kebiasaan tidak menyikat gigi sebelum tidur akan menentukan pertumbuhan gigi dewasa nantinya.

Di termint ke dua Dr. Antania Isyatira Kartika memaparkan pentingnya vaksin. Selain memperkuat imun tubuh dan mencegah penularan penyakit, vaksin anak akan mengurangi resiko cacat .

Berobat Sekaligus Beramal

Bagi saya ini nilai lebih yang sangat istimewa. 

Dari uraian Bapak Afdhal Aliyasar perwakilan dari Yayasan Sosial saya baru tahu bahwa  MHDC Group bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Produktif - PAII  membangun Medikids klinik dengan konsep wakaf.

Yayasan sosial keagamaan tersebut mengelola aset wakaf secara produktif dan profesional. Hasil kelola aset  diserahkan ke masyarakat dalam bentuk manfaat wakaf yang alhamdulillah kini telah  mampu membiayai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKGUI) dan Fakultas Ekonomi yang tergolong dhuafa dengan modal awal 500 juta Rupiah. Ke depannya insya Allah untuk dhuafa di sekitar klinik dengan tetap memegang tujuan agar manusia unggul bisa terbantu.

Apa bisa menikmati layanannya?

Tentu bisa, meski masih terbatas. Ada kegiatan Pesantren Bebas Carries (Gigi Berlubang).

PAII berperan sebagai Nazhir (Pengelola) aset untuk dijaga dan dikembangkan. MHDC group berperan sebagai wakaf operator dari aset wakaf Yayasan Wakaf Produktif PAII , dalam hal ini Medikids Wakaf. Keren yaaa... Jadi wakaf tak melulu harus berbentuk Masjid atau Pesantren. Semoga ke depannya bermunculan lagi ide baru demi pengembangan dan pemanfaatan wakaf yang hasilnya dirasa langsung oleh masyarakat.

                                                              



Seremonial Launching

Pengguntingan pita pun dilaksanakan sebagai puncak acara yang ditunggu. Dilanjut dengan pemotongan tumpeng sekaligus kata sambutan oleh dr. Sakina Umar . Beliau salah satu owner MHDC yang berprofesi spesialis Telinga Hidung Tenggorokan.

Sementara anak anak di halaman makin asik dengan aneka mainan, lukisan, dan bacaan. Stand stand bazaar sibuk melayani pembeli. Tapi tunggu dulu, ada yang tak kalah penting di sana . Screen besar dengan seorang guide  siap menerangkan bagaimana membuka akses website MHDC  di sana dengan mudah kita bisa membuat appointment dengan dokter, memilih dokter dan banyak lagi pilihan yang semakin memudahkan kita berkomunikasi dari rumah sebelum berangkat.

Semoga MHDC sukses dunia ahirat karna melayani masyarakat dengan santun dan semangat dalam berbagi. Aamiin ya Rabb.