Selasa, 07 Mei 2019

Kapan Zikir?


Ada teman grup WA ajak zikir bareng pada jam, jumlah dan bacaan yang ditentukan.
Ide bagus ya, dari pada isi WA cuma nge-share  politik, candaan, atau gambar yang nggak guna.

Tapi sekarang saya nggak bisa lagi zikiran dengan komando.

Tahun 90-an pernah ikut zikiran Ustad Arifin waktu beliau baru ngetop. Pagi buta berangkat, mbela-mbelain nginep di rumah sahabat karib demi tempat duduk di teras rumah Ustad.  Nikmatnya puncak zikir bersama dengan meluncurnya buliran bening penuh pengakuan, perasaan hina di antara isak ratusan jamaah . Sapu tangan  saja sampe lepek! Mustinya bawa handuk kecil, kali ya!

Waktu jadi jamaah Ulil Albab Bogor pun ada berzikir bareng. Pengajarnya Nurcholis Madjid, ustad-ustad dengan nama belakang Shihab,dan Nassaruddin Umar profesor yang sekarang  jadi imam masjid Istiqlal setelah pensiun dari Wakil Menag.

Kami menghabiskan malam tahun baru dengan itikaf , zikir mesjid unik cantik seberang Ratu Plaza, Pusat Jakarta. Suasana haru saat baca pujian kepada Allah dan keluarga Rasulullah.

Menuju puncak malam makin seru. Isak tangis memadati ruang bercat ungu itu sementara ustad Husein Shihab menambah dupa di sudut-sudut ruang. Diktat tebal saya membasah.  Bagian ahir mengisahkan bagaimana cinta Rasulullah pada ummat saat menjemput ajal. Bagaimana duka Rasul andai ia hadir kala cucunya terpenggal karna fitnah

Beberapa bulan setelah itu barulah saya tau, saya telah masuk dalam kegiatan  jamaah syiah! Astaghfirullah.

Lepas itu kapok melakukan kegiatan ibadah ikut-ikutan tanpa ilmu.
Saya takut nggak bisa berzikir tanpa seseorang . Saya takut nangisnya saya karna terkondisikan dengan isak orang orang di sebelah.

Air Mata Zikir

Ia bisa  meleleh di mana saja, nggak harus di atas sajadah.  Ketemu potongan ayat Quran yang menohok, dengar lirik lagu relijius lantunan pangamen di angkot, atau cuma gara gara lihat tukang pulung melipat sarung dan sajadah kumalnya dengan hati hati lalu disisipkan pada dinding gerobak. Dengan wajah segar wudhunya dia siap berjibaku lagi dengan kehidupan.

Kapan Zikir?

Zikir sepanjang waktu. Reflex memuji Pemilik Keindahan begitu lihat cantiknya alam. Memikirkan molekul molekul ajaib pada air dan udara, klorofil pada tumbuhan, sel pada tubuh, keseimbangan yang membuahkan keindahan.
Lihat ombak biasa saja, tapi dalam gerakan super lambat dia seperti lukisan kristal artistik!

Zikir memikirkan keteraturan garis edar benda langit. Begitu tepat dan telitinya hitungan Allah membuat jejak Si Venus dan Si Mars menjadi lukisan rumit super keren! 


Tapi zikir bisa juga  terucap di waktu mengerikan.
Pernah zikir dengan deg degan karna kebagian driver Grab Bike yang hobby zig zag. Berharap kalimat tauhid yg terahir terucap kalau "Kenapanapa" 😣😣

Zikir bisa timbul  dalam kesebalan. Lihat orang marah marah di depan muka, Seolah Allah lagi bilang..."Itu salah satu suksesnya kerjaan iblis!" Tersadar bahwa cuma Allah yang Maha Lembut,  Maha Cinta nggak egois meski pantas, Maha Santun.

Zikir  timbul waktu lihat pemandangan menjijikan..
Ada campuran sisa makan di sink cuci piring... Segitu aja kegembiraan melahap? Bangga makan di tempat nge-top dan mahal? Padahal dalam perut menyatu menjijikan.

Atau lihat air got hitam, bau busuk, permukaan penuh gelembung lumut hijau berlendir, sekali kejeblos nyeselnya seminggu.
Tapi mikir.. Itu tempat ternyaman dibanding neraka yang pakek tambahan didih, nanah, dan duri duri yang mencabik tenggorokan hingga usus.
Nauzu billahi min zalik!

Ringkesnya, kegiatan zikir banyak macamnya dan  sepanjang waktu, tergantung  adegan hidup yang Allah suguhkan hari itu.
Zikir dalam fikiran sederhana saya adalah menyampaikan perasaan kepada Allah.

Ingat curhatan teman saya.
"Manager gue yang baru ini bener bener  bikin gue jadi relijius!!!"



*istighfar melulu

Note:
Untuk zikir lisannya bagus baca zikir pagi dan petang. Benar benar diambil dari hadist shaheh yang masyhur. Kalau baca terjemahannya "Ngena" banget!
Allah Maha tahu apa yang kita butuhkan.

Ada 2 zikiran pendek yg biasa kita lakukan seusai sholat dengan pilihan jumlah.
Yang baru latihan sedikit2 saja dulu. Yang penting rutin.
Kalau mau 100x bisa lakukan sambil beraktifitas. Biasanya saya nggak hitung lagi. Mending lebih dari pada kurang.
Seenaknya kita saja, lakukan dengan tenang dan nggak kayak orang kejar setoran.
Zikir semacam ini biasanya saya lakukan saat dalam kendaraan, karna mata nggak sanggup lagi membaca quran dengan guncangan.

Semoga manfaat.



Minggu, 05 Mei 2019

Tetangga Dunia Akhirat, Amiin Ya Rabb.



Entah dengan cara apa mengabadikan nama bapak saleh ini?
Beberapa kali saya ingatkan anak anak jangan pernah melupakan jasa2nya.

Saat saya masih jadi ibu muda 9 bulan perkawinan, istrinya sesekali datang menemani. Faham kalau ibu hamil muda enggan masak, dia bawakan Gudeg masakannya yang sering dipuji warga.
Faham ibu muda masih minder bergaul dengan ibu2 senior, faham suka lonely kangen orang tua dan harus rela 12 jam menunggu suami pulang kerja. Bu Ondy datang sekedar ngobrol ringan.

3x mules mules mau melahirkan, Pak Ondy mengantar sampai Bidan. Istrimya yang mengurut urut punggung, menunggu sampai lahiran. Dia gantikan ibu saya yang sedang panik cari info apakah bapak termasuk korban terowongan Mina. 

Anak ke 2 , anak ke 3, pun pak Ondy antar dengan mobil Kijang barunya warna coklat susu. Ya Allah, balas segala kebaikan dan keihlasannya dengan tempat mulia dan  berkahilah keluarganya.

Sering malu, berharap supaya nggak ada kejadian apa apa lagi yang merepotkan mereka.  Tapi tetap bantuannya datang di awal. Waktu anak pertama kejang step, anak ke 3 patah tangan, anak bungsu kena muntaber, titip anak anak waktu keguguran hingga masalah mesin cuci baru yang lampu sensornya kedap kedip menolak kerja.

Yang bisa saya lakukan jauh dari sedikit. Nggak bisa disebut  balasan sih, sebab sekedar memberi hak tetangga, wajar2 saja. Nggak ada istimewanya.
Dalam keadaan penuh harap saya minta Allah beri kesempatan. 

Cucu pertama mereka lahir. Alhamdulillah sepanjang masa balitanya rumah kami jadi rumah ke 2nya. Dia  lucu, hiburan keluarga sekaligus ajang anak anak belajar komunikasi yang baik dan mengolah emosi.
Melek mata pagi pagi balita mata besar kulit terang dan rambut ikal itu sudah minta diantar ke rumah saya. Kadang kebablasan tidur siang di depan tv dan ngamuk kalau dijemput kakeknya.

Setahun sudah Pak Ondy pergi. Harusnya waktu itu kami maklum karna cincin sudah lama terpasang di urat jantung. Namun karna sehari sebelumnya dia segar dan ngobrol2 biasa, agak syok juga.

Sekarang tinggal kenangan harum. Ingat suara pintu pagar setiap azan berkumandang, gesekan sapu lidi di teras, kebiasaannya menampung air hujan, panaskan mesin mobil, berdiri di  antara janda2 dhuafa membagikan sedekah, bersepeda pagi dan masih banyak lagi

Sesekali saya mampir ke kampung terahir pak Ondy, kebetulan dekat rumah dan selang beberapa nisan dari kedua mertua saya dan Ibu Ami yang bertahun membantu saya mengurus TK. 

2 hari lalu Ibu Ondy datang dg kursi roda.
Kangen katanya. Beliau minta saya datang ke rumahnya temani ngobrol. Pasti deh akan terulang lagi cerita tentang pesan Pak Ondy dan tentang sempat2nya  merapihkan peralatan jahit istrinya sebelum wafat.

Sebelum pisah Bu Ondy tertawa mengisahkan cucu pertamanya yang menolak dipanggil dengan sebutan "Aa" khas Sunda.
Dia ingin dipanggil Abang seperti dia panggil anak anak saya.  Alahamdulillah Oik baik, banyak belajar dari abang2nya di sini, katanya. Alhamdulillah..

Sudah niat nih...Insya Allah secepatnya akan saya serahkan video2 tentang Oik sejak balita hingga usia sekolah yang selama ini kami rahasiakan. Semoga jadi hadiah kejutan sekaligus kenang2an.

Ya Allah... Terimakasih sudah 25 tahun lebih Kau beri kami rejeki tetangga yang super baik. Kami bersaksi dihadapanMu kelak bahwa tak satu pun hak kami terambil. Tangan dan lidah mereka membuat hidup jadi penuh makna.
Luaskan dan terangi kuburnya. Himpun ia kembali bersama keluarga di dlm JannahMu.
Nanti kita tetanggan lagi di sana, ya Pak...😀 Amiin ya Raab.



Selasa, 30 April 2019

Pesan Embun


Pernah kepikiran tentang subuh, nggak? Lewat embunnya yg turun perlahan menyentuh muka bukit hingga sela rumput dengan bintik2 murni sejuk, ia ajari kita  mengawali hari dengan sesuatu yang bersih.

Soal subuh ini cepat saya tulis setelah  jempol saya  terperosok ke yutub dlm tayangan menjijikan.

Prolognya dulu yah.
Ritual sebelum saya ucap Bismikallah humma ahyaa wa bismikia amuutu adalah bebersih. Bagi saya moment tidur adalah saat  paling nyaman setelah sepanjang hari badan capek, aktif memproduksi keringat di depan kompor, di sisi sapu dan kain pel sampai dalam angkot.

Demi kenyamanan  wajib sikat gigi dan wudlu,  lainnya adalah kenakan baju tidur dan daleman bersih,  husus, super adem, jauh dr ketat. Nggak lupa minum 1 sendok makan jus herbal buatan pak suami, pakai body skin utk jaga kelembaban kulit dan bedak Herosin mentol untuk hindari sumuk.

Usia nggak bisa bohong ya, Geliga plus minyak tawon ikut menemani. Kalau nggak kebablasan nyenyak masih sempat urut2 kaki sedikit. Manjain otot sebelum dia istirahat juga. Enak lho, ngurut sambil berterimakasih  karna dengannya kewajiban dunia akhirat kita terlaksana. Cobain deh! Tidur tu happy. Apalagi kalau bisa baca quran sebentar, memaafkan semua orang dan diri sendiri.

Banyak  perempuan yang ritualnya lebih panjang . Pakek senam sebentar dan perawatan muka malam hari.
Tapi untuk mahluk "Pelor" (Asal nempel langsung molor)  seperti saya ini cukup kup! Kecuali habis bepergian jauh baru tambah mandi malam.

Saya belum temukan tulisan komplit tentang manfaat mandi antara jam 3.dan 4 subuh tapi percayalah itu jauhkan kita dari lelah, malas dan lemas saat siang.  Berkegiatan di saat orang masih tidur efeknya liar biasa. Serasa dapat jatah 30 jam dalam sehari dan rumah nggak seperti kuburan.

Nah, sekarang lihat bagaimana terprosoknya saya di awal hari gara gara jempol! Hamppun, jaga jempol kok susahnya kayak jaga lidah ya.

Awalnya ingin buka aplikasi quran tapi mata terbentur notif kuliner. Niatnya liat sebentar tapi keterusan pencet2 link lain tentang kerja team dokter kosmetik Korea yang merubah  wanita berwajah Frankestain jadi Barbie... terus kecintaan Bule pada Batik, dan ahirnya lihat tayangan youtuber  laki laki  Indonesia di atas ranjang tengah menjawab pertanyaan netizen dengan kocak.
Di menit ke berapa gituu... kamera shoot jauh, kelihatanlah penampakan sebenarnya! Di sampingnya bersandar laki laki bule lebih tua terkesan melindungi dan memanjakan.  Saya mulai jijik apalagi pertanyaan sudah melantur jauh.

Ose cari ose dapa. Lu cari lu dapet! Begitu kalau kata orang Ambon.
Nggak sampai tuntas nontonnya karna tersadar udara murni pagi sudah berlimbah. Kehidupan planet "Aneh" itu jadi toxin di kepala. Menyesal, kenapa tahu sesuatu yang sebaiknya nggak usah tahu.

Kalau sudah begitu kan jadi kerjaan. Berusaha murnikan suasana fikir lagi. Asah  zhon tanpa mengutuk zaman dan hilangkan kengerian si monster besar pengancam anak cucu di kemudian hari.

Memulai hari dengan pikiran bening harus diusahakan. Jangan biarkan keburukan merusaknya apalagi cuma gara gara jempol.

Jika untuk moment tidur saja kita mau repot2 melakukan sesuatu demi nyaman,  kenapa  nggak melakukan hal yang sama untuk membuka lembar hari ?

Pesan embun, nasihat Tuhan.
Kemurnian adalah bekal paling amazing untuk mengarungi hari . 
Menjemput subuh dengan sunnah adalah kunci jawaban soal  UAN .
* Ujian Allah Nanti

Teman, selamat berjuang mengisi hari











Senin, 22 April 2019

Angin Dari Selatan


Angin  sejuk dari selatan datang menyambangi.
Pulihkan penat perjalanan.
Kembali seperti semula
Di puncak rasa

Pendek dalam waktu
Panjang dalam nikmat
Seperti hiburannya pada pasukan muslim berdarah di lembah Badar.

Angin selatan datang sekilas
Tak tau kapan kembali
Segera kusimpan dalam laci puisi
berwarna pelangi.
Kubawa ke ladang keabadian.

Minggu, 21 April 2019

Esensi Cahaya


Gambar mungkin berisi: tanaman dan bunga



Kemajuan tehnologi dalam fotografi (Indonesianya), Enggrisnya sih Photography, kadang membuat lupa akan esensi cahaya. Begitu ketemu obyek bagus cepet2 njepret. Editan jadi andalan. Padahal jatuhnya cahaya natural lebih menonjolkan obyek dan mempengaruhi suasana hati penikmat foto.

Orang  berfikir kamera segalanya. Padahal dia cuma alat untuk menangkap cahaya.
Kamera sederhana bisa menghasilkan gambar menarik dan mengaduk perasaan seperti karya fotografer asalkan pandai membaca jatuhnya cahaya.

Ingat Ni Wayan? Juara photography internasional dari Bali usia SMA, yang kesehariannya berdagang kue lalu memulung sepanjang perjalanan pulangnya?  Dari kamera murahan milik tetangga dia potret ayam jago tengah bertenggar di dahan, sementara jemuran pakaian bersih berjejer ada di bawahnya.
Unik di mata fotografer manca negara dan ahirnya membawa Ni Wayan terbang ke Holland mengambil penghargaan.

Darinya saya jadi menyukai foto yang lugas jujur. Foto berkarakter tanpa editan.
Kepengen sih punya perangkat foto komplit biar dapat hasil cetar. Tapi lebih seru terima tantangan. Dengan kamera mirah, hasilnya Wooow!!

Saya catat ...

Fotografi adalah praktek, bukan teory
Jangan coba-coba melakukan cahaya menyilang pada saat meletakkan obyek dan cahaya.
Sering sering praktek untuk melatih kepekaan
Jangan cepat patah kalau dapat hasil nggak bagus
Motret butuh spirit
Pelajari tehnik pencahayaan dan komposisi.

6 point penting untuk ilmu saya hari ini dari pakar foto Darwis Triadi ( Di kelas Yutub!)

Kamu belajar apa hari ini?






Jumat, 19 April 2019

Hatiku



Keresahan bersama.
Semua tanya macet, membentur dinding.
Seperti Nyanyian akar rumput

Lompatan cahaya berbalas melintasi pekat malam
Perang data, perang cacian 
Kebohongan di depan mata
Sejenak bumi kehilangan pesona warnanya.

Hatiku selembar daun
melayang pelan ke atas rumput 
Biarkan berbaring sejenak
Masih ada yang ingin kupandang
Rinai datang menghapus debu jalan












Selasa, 16 April 2019

MEMILIH



Katanya bingung mau pilih paslon yang mana? Saya kasih saran dong,  sholat istikharah saja ! Jawabnya, nggak ah! Takut disuruh pilih no 2.



SAAT HARUS MEMILIH-HC JANGAN BINGUNG ADA ALLAH BERSAMAMU





Memilih pemimpin sama dengan memilih pasangan hidup.
Lihat dengan siapa dia berteman.

Seorang sahabat menyindir halus, lihat rekam jejaknya!

Umar Bin Khattab pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan Abu Bakr.
Sebab ia dianggap kasar, keras, menakutkan. 
Seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya.
Umar dahulu sangat ingin mambunuh  Rasulullah,
kini berbaring mesra di samping Rasulullah 

Asal jangan rekam jejak di KPK 😀


Kamis, 04 April 2019

Menyikapi Orang Yang Mau "Bundi"

Kejadian ini menimpa seorang teman  fb saya tadi malam dan memaksa untuk menulis.
Biasa, penulis receh seperti saya harusnya  nulis malah mikir, harusnya mikir malah nulis.

Wall fb  tiba tiba muncul gambar alur jalan kereta di buram malam. Posisi kamera  beberapa meter dari samping rel. Nampak lantai panjang 3 meteran seperti teras warung, atau pos ronda. Cahaya lampu jalan menyorot tajam jadi nggak jelas ada di wilayah mana?
Ya Allah Baca captionnya benar benar  mengaduk perasaan. Ngeri luar biasa! Ingat lagi pada 2 org  yg saya kenal dekat punya gejala sama hingga ahirnya berhasil mewujudkan keinginannya "Bundi" (Bunuh Diri)
Allahu yarhaam!
Sampai pagi ini postingan masih dihujani komentar bujukan dan peringatan dari  teman2. Tapi hanya sekali  ibu dari 2 anak yang masih kecil2  itu membalas koment dengan singkat.

Saya harap tulisan  singkat ini dapat mewakili rasa sayang saya untuk dia. Saya ingin siapa pun faham kondisi dia, setetes pun jangan terlintas dalam fikiran bahwa keinginan bundi itu sudah pasti, harga mati,  karna  dia kurang iman, pendosa, kwalat, kerasukan, dll. Belum tentu!





Banyak penyebab hingga seseorang bundi. Percaya nggak, di Korea sedang dibahas beberapa ahli medicine karna didapati anak kecil bundi bukan karna stress, bukan! Tapi karna obat flu dosis tinggi. Kerap diminum saat musim dingin extrim.

Penyebab bundi bisa karna

1. Depressi level 1 yang didiamkan. Keluarga menganggap sikapnya lebay. Dan masyarakat kita masih menganggap ke psikolog itu hanya untuk orang stress menjelang gila.

2. Meski ada yang berhasil di rukyah karna dianggap kerasukan, tp sembuhnya nggak permanen. Mereka betul- betul butuh makanan jiwa dari ahlinya

3. Orang sekelilingnya kurang kepo positif. Biasanya sebelum bundi mereka menarik diri dulu, susah dihubungi. Karna menganggap dirinya seperti perusak pesta, jadi harus cepat "Pulang"

4. Obat tertentu yang diminum menahun bisa berefek halusinasi. Seperti ada 1 suara di telinga yang orang lain nggak dengar. Lama lama 2,3, bahkan 4 suara sperti ngobrol terkadang menyuruh dia melakukan.

5. Kelainan Kimia tubuh/otak. Maka bawalah dia sedari awal. Ada obat yang bisa mengimbangi.

6. Kehilangan keseimbangan hormon juga bisa. Dialami oleh ibu2 yg habis melahirkan . Istilahnya Babby Blues. Dia bundi atau bayinya dibunuh.

Bagaimana sikap kita?
Jangan menghakimi. Kalau nggak bisa nolong langsung, kita doakan tanpa suuzon.
Berusaha mencari tau keluarga dekatnya via daftar pertemanan atau foto-foto keluarganya yg pernah di-tag nama2nya.

Biasanya psikolog memohon agar penderita jangan dibiarkan sendirian meski sudah rutin konsultasi.

Kalau sudah kejadian, tetaplah berhusnuzon pada penderita terlebih lagi pada Allah. Memang berdosa besar perbuatan itu. Tapi kita kan nggak tau apa penyebabnya? Jangan usik hak Allah dalam menilai dan memutuskan.

Di kitab "Urutan dosa dosa besar", bunuh diri ada di urutan 36 kalau nggak salah.
Urutan teratas diisi oleh pelaku syirik, munafiq, meninggalkan solat dengan sengaja, menghilangkan nyawa orang ...dan seterusnya.

Ya Rabb...
Bimbing sahabat saya.
Gerakkan hatinya untuk kembali ke anak anaknya dengan hati dan fikiran baru yang Engkau jernihkan.
Duhai Pengasih yang kasihNya melebihi luas langit meski dosa hambaNya menggunung, jauhkan kami dari perbuatan menzalimi orang dan manzalimi diri sendiri.















Minggu, 24 Maret 2019

RUTE TRAYEK ANGKOT BOGOR TERBARU 2019




RUTE TRAYEK ANGKUTAN KOTA BOGOR TERBARU RESMI DIRILIS, INI DIA RUTENYA.
01 Cipinang Gading – Perumahan Yasmin
Berangkat 
Cipinang Gading – Jl. Soemantadiredja - Cipaku – Jl.Pahlawan – Jl.Empang – Jl.Ir.H.Djuanda – Jl.Paledang – Jl.Kapten Muslihat – Jl.Veteran – Jl.Perintis Kemerdekaan - Terminal Merdeka - Jl. Mawar – Jl. Dr. Sumeru – Jl.Brigjen Saptaji Hadiprawira – Perum Yasmin
Pulang
Perum Yasmin – Jl. Brigjen Saptaji Hadiprawira – Jl.Dr.Sumeru – Jl.Mawar - Jl. Merdeka – Jl. MA Salmun - Jl.Mayor Oking - Jl.Kapten Muslihat – Jl. Dewi Sartika – Gg. Mekah – Jl. Gedong Sawah - Jl.Ir.H.Djuanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran - Jl.Otista – Jl.Suryakancana – Jl.Siliwangi – Jl.Lawang Gintung-Cipaku – Jl. Soemantadiredja - Cipinang Gading

02 Warung Nangka – Lawang Saketeng /Bogor Trade Mall
Berangkat
Warung Nangka - Rancamaya – Detour Road / Cogreg – Jl.Cipaku - Jl.Pahlawan – Gg.Aut – Jl.Lawang Saketeng / Bogor Trade Mall (BTM)
Pulang
Lawang Saketeng / BTM – Jl. R. Syarief Bustaman (Empang) – Jl.Pahlawan – Jl.Cipaku – Detour Road / Cogreg - Rancamaya - Warung Nangka

03 Cimahpar – Bogor Trade Mall
Berangkat
Cimahpar – Jl.Sancang – Jl.Kumbang – Jl.Lodaya - Jl.Raya Pajajaran – Jl. Otista - Jl.Ir.H.Djuanda - Bogor Trade Mall (BTM)
Pulang
Bogor Trade Mall (BTM) – Jl.Ir.H.Djuanda – Jl.Jalak Harupat - Jl.Pangrango - – Jl.Lodaya – Jl.Sancang – Cimahpar
04 Cimahpar – Warung Jambu
(Via Jl. A. Sobana)
Berangkat
Cimahpar – Jl. Tumenggung Wiradiredja – Jl.KH. Achmad Adnawijaya - Jl.H. Achmad Sobana - Jl. Gagalur – Jl. Kresna Raya - Jl. KH. Achmad Adnawijaya (Jl.Pandu Raya) - Warung Jambu
Pulang
Warung Jambu – Jl. Ahmad Yani – Air Mancur – Jl. Pemuda - Jl. Dadali – Jl. KH. Achmad Adnawijaya (Jl.Pandu Raya) – Jl. Jl. Kresna Raya – Jl.Gagalur- Jl. A. Sobana - Jl. KH. Achmad Adnawijaya - Jl. Tumenggung Wiradiredja - Cimahpar

05 Ciheuleut – Bogor Trade Mall
Berangkat
Ciheuleut - Jl. Ciheuleut – Jl.Raya Pajajaran – Jl. Sambu – Baranangsiang - Jl. Otista – Bogor Trade Mall (BTM)
Pulang
Bogor Trade Mall (BTM) -.Jl.IrH. Djuanda – Jl.Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – U Turn Jagorawi - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Ciheuleut - Ciheuleut
06 Baranangsiang Indah – Ciheuleut – Warung Jambu -Ciparigi
Berangkat
Baranangsiang Indah– Jl. Kol. H. Achmad Syam - Jl. Padi - Ciheuleut – Jl. Ciheuleut Pakuan – Jl. Artzimar I – Jl. Gagalur - Jl. Kresna Raya - Jl. KH. Achmad Adnawijaya (Jl. Pandu Raya) – Jl. KS Tubun – POMAD - Ciparigi
Pulang
Ciparigi – POMAD – Jl. KS Tubun – Jl. KH. Achmad Adnawijaya (Jl.Pandu Raya) – Jl. Kresna Raya - Jl. Gagalur – Jl. Artzimar I – Jl. Ciheuleut Pakuan – Ciheuleut – Jl.Padi - Jl. Kol. H. Achmad Syam – Baranangsiang Indah

07 Terminal Bubulak – Merdeka - Ciparigi
Berangkat
Terminal Bubulak – Jl. Abdulah Bin Nuh – Jl.Dr. Saptaji Hadiprawira – Jl.Dr.Sumeru – Jl.Mawar – Jl.Merdeka – Jl.RE. Martadinata – Jl. Pemuda – Jl. Dadali – Warung Jambu - Simpang Talang – Jl. Raya Pemda Kd. Halang - Ciparigi
Pulang
Ciparigi – Jl.Raya Pemda Kd. Halang – Simpang Talang - Warung Jambu – Jl.Jend.A.Yani – Jl. Jend.Sudirman – Jl.Pengadilan – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kapten Muslihat – berputar di Jl. Kapten Muslihat – Jl. Kapten Muslihat - Jl.Perintis Kemerdekaan - Terminal Merdeka – Jl. Mawar – Jl. Dr. Sumeru – Jl.Brigjen Saptaji Hadiprawira – Jl.Abdulah Bin Nuh – Terminal Bubulak
08 Taman Pajajaran – Bantar Kemang - Terminal Merdeka
Berangkat
Taman Pajajaran – Simp. Bantar Kemang – Jl. Durian Raya - Jl. Raya Pajajaran – Jl.Siliwangi – Jl.Lawang Gintung – Jl.Pahlawan – Jl.Empang – Jl.Ir.H.Djuanda – Jl.Paledang – Jl.Veteran – Jl.Perintis Kemerdekaan – Terminal Merdeka
Pulang
Terminal Merdeka – Jl.Dr.Semeru – Jl.Mawar – Jl. Merdeka – Jl. Ma Salmun – Jl.Mayor Oking – Jl. Kapten Muslihat - Jl.Ir.H.Djuanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otista - Jl.Suryakencana – Jl.Siliwangi – Jl.Raya Pajajaran – Jl. Durian Raya - Simp. Bantar Kemang – Taman Pajajaran
09 Baranangsiang Indah – Pasar Baru Bogor
Berangkat
Baranangsiang Indah – Jl. Kol. H. Achmad Syam (R.3) – Jl. Baranangsiang Indah – Jl. Pajajaran Indah V – Jl.Pajajaran Indah - Jl. Raya Pajajaran – Jl.Sambu – Jl.Bangka – Jl.Otista – Pasar Baru Bogor
Pulang
Pasar Baru Bogor – Jl.Roda – Gg.Aut – Jl.Siliwangi – Jl.Sukasari Iii – Jl.Raya Pajajaran – Jl. Pajajaran Indah – Jl. Pajajaran Indah V – Jl. Baranangsiang Indah – Jl.Kol. H. Achmad Syam (R.3) – Baranangsiang Indah
10 Cimanggu Permai – Pasar Anyar
Berangkat
Cimanggu Permai – Jl.Cimanggu – Jl.Merdeka – Jl.MA Salmun – Jl. Mayor Oking – Jl.Kapten Muslihat – Jl.Dewi Sartika - Pasar Anyar
Pulang
Pasar Anyar - Jl.Pengadilan – Jl. Jend. Sudirman – Jl. RE Martadinata – Jl.Cimanggu – Cimanggu Permai
11 Curug – Taman Cimanggu – Pasar Anyar
Berangkat
Curug – Jl. Curug Indah - Jl. Curug Mekar (Bogor Hotel Institute) –Jl.Abdullah Bin Nuh – Jl. Baru (U Turn Gg. Sahabat) – Jl. Abdullah Bin Nuh - Jl. Johar - Jl. Taman Cimanggu - Jl.Perikanan Darat - Simp. Warung Legok- Jl. Tentara Pelajar - Jl.Merdeka - JL.MA Salmun – Jl. Mayor Oking – Jl. Kapten Muslihat – Jl.Dewi Sartika - Pasar Anyar
Pulang
Pasar Anyar - JL.Pengadilan – JL. Jend. Sudirman – JL. RE Martadinata – JL.Tentara Pelajar – Simp. Warung Legok - Jl. Perikanan Darat – Jl.Taman Cimanggu – Jl. Johar - Jl. Abdullah Bin Nuh – Jl.Curug Mekar (Bogor Hotel Institute) - Curug Indah - Curug
12 Terminal Bubulak – Pabuaran – Cimanggu – Pasar Anyar
Berangkat
Terminal Bubulak – Jl. Abdullah Bin Nuh – Jl. Brigjen Saptaji Hadiprawira – Yasmin – Pabuaran Poncol – Warung Legok – Tentara Pelarar ( Jl.Cimanggu) – Jl.Merdeka – Jl.MA Salmun – Jl. Mayor Oking – Jl.Kapten Muslihat – Jl.Dewi Sartika - Pasar Anyar
Pulang
Pasar Anyar - Jl.Pengadilan – Jl. Jend. Sudirman – Jl. RE Martadinata – Jl.Tentara Pelajar (Cimanggu) – Warung Legok – Pabuaran Poncol – Yasmin - Jl.Brigjen Saptaji Hadiprawira – Jl. Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak
13 Mutiara Bogor Raya – Bogor Trade Mall
Berangkat
Mutiara Bogor Raya (MBR) – Jl. Parung Banteng – Jl. Rambutan - Simp. Bantar Kemang – Jl. Durian Raya - Jl.Raya Pajajaran – Jl.Sambu – Jl.Bangka – Jl.Otista – Jl.Ir. H. Djuanda – Bogor Trade mall (BTM)
Pulang
Bogor Trade Mall (BTM) – Jl.Ir.H.Djuanda – Jl.Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – U Turn Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Durian Raya – Simp. Bantar Kemang – Jl. Rambutan - Jl. Parung Banteng - Mutiara Bogor Raya (MBR)
14 Sukasari - Pasir Kuda – Terminal Bubulak
Berangkat
Sukasari – Jl.Lawang Gintung – Jl.Pahlawan – Jl.Layungsari – Jl.Sadane – Jl.R.Aria Suriawinata – Jl.R.Aria Surialaga – Jl.RE.Abdullah – Jl.Mayjen Ishak Djuarsa – Jl.Letjen Ibrahim Adjie – Jl.K.H.Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak
Pulang
Terminal Bubulak – Jl. K.H.Abdullah Bin Nuh - Jl.Letjen Ibrahim Adjie – Jl.Mayjen Ishak Djuarsa – Jl.RE.Abdullah – Jl.R.Aria Surialaga – Jl.R.Aria Suriawinata – Jl.Sadane – Jl.Layungsari – Jl.Pahlawan – Jl.Batutulis – Jl.Siliwangi – Sukasari
15 Terminal Merdeka - Situgede
Berangkat
Terminal Merdeka – Jl.Perintis Kemerdekaan -Simpang Mawar - Jl.Dr.Semeru – Jl.Darul Qur’an – Jl.Sindang Barang – Jl. Ibrahim Adji (Laladon) – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Jl.Cifor / Sindang Barang Jero (SBJ) - Jl. Rawajaha (SMPN 14) – Situgede
Pulang
Situgede – Jl. Rawajaha (SMPN 14) – Jl. Cifor/ Sindang Barang Jero (SBJ) – Jl.KH Abdullah Bin Nuh – Jl. Ibrahim Adji (Laladon) – Jl. Sindang Barang - Jl.Darul Qur’an – Jl.Dr.Semeru – Jl.Mawar – Jl.Merdeka – Jl. Kapten Muslihat – Jl.Perintis Kemerdekaan -Terminal Merdeka
16 Mayor Oking (Stasiun KA) – Terminal Bubulak
Berangkat
Stasiun KA – Jl.Kapten Muslihat – U Turn – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Perintis Kemerdekaan - Terminal Merdeka – Jl.Dr.Sumeru – Jl. Darul Qur’an – Jl.Sindang Barang – Jl. Sindang Barang Pilar I - Jl. KH. Abdulah Bin Nuh – (Terminal Bubulak) -
Pulang
(Terminal.Bubulak) - Jl.KH.Abdulah Bin Nuh – Jl. Sindang Barang Pilar I - Jl. Sindang Barang – Jl. Darul Qur’an – Jl. Dr.Sumeru - JL. Mawar – Jl. Merdeka - Jl.MA Salmun – Jl.Mayor Oking – Stasiun KA
17 Salabenda – Pasar Anyar
Berangkat
Pasar Anyar – Jl.Pengadilan – Jl.Jend.Sudirman – Jl.Pemuda – Kebon Pedes – Jl.Soleh Iskandar - Salabenda
Pulang
Salabenda – Jl.Soleh Iskandar – Kebon Pedes – Jl.Pemuda – Jl.Heulang– Jl.Jend.A.Yani – Jl.Jend.Sudirman – Jl.Sawojajar – Jl. Dewi Sartika – Pasar Anyar
18 Villa Mutiara – Pasar Anyar
Berangkat
Pasar Anyar – Jl.Pengadilan – Jl.Jend.Sudirman – Jl.Pemuda – Kebon Pedes – Jl.KH. Soleh Iskandar – Jl.Kayumanis – Jl.Setu Asem – Vila Mutiara
Pulang
Vila Mutiara – Setu Asem – Jl.Kayumanis – JL.KH.Soleh Iskandar – Kobon.Pedes– JL.Pemuda – Heulang – JL.Jend. A Yani - JL.Jend. Sudirman - JL.Sawojajar – JL. Dewi Sartika – Pasar. Anyar
19 Bina Marga – Tanah Baru – Pomad (Ciluar)
Berangkat
Bina Marga – Jl.Bina Marga – Jl.Padi – Jl.Kol. H. Achmad Syam - - KH. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya/R3) – Jl.Tumenggung Wiradirdja – Jl.Pangeran Sogiri (Tanah Baru) – Tanah Baru – Pomad (Ciluar)
Pulang
Pomad (Ciluar) – Tanah Baru – Jl.Pangeran Sogiri (Tanah Baru) – Jl.R.Kan An (Pasar Tanah Baru) – Jl.KH.Achmad Adnawijaya (Pandu Raya/ R3) – Jl.Padi – Jl.Bina Marga – Bina Marga
20 Bina Marga – Pomad (Ciluar) Via Jl. Rd.Hanafiah, Rambay
Berangkat
Bina Marga – JL.Bina Marga – JL.Padi – JL.KH. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya/R3) – JL.Tumenggung Wiradiredja – JL. Rd. Hanafiah – Jl.Rd. Koyong – Rambay – Jl.KS. Tubun – Pomad (Ciluar)
Pulang
Pomad (Ciluar) – Jl.Ks Tubun – Rambay – Jl.Rd. Koyong - JL. Rd.Hanafiah - JL.Tumenggung Wiradiredja – JL.KH. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya/R3) – JL.Padi – JL.Bina Marga – Bina Marga
21 Mulyaharja – Lawang Saketeng /Bogor Trade Mall
Berangkat
Mulyaharja - Cibeureum – Jl. Aria Suriawinata – Jl.R. Syarief Bustaman (Empang) - Gg.Aut – Lw.Saketeng /BTM
Pulang
Lawang Saketeng /Bogor Trade Mall – Jl. R.Syarief Bustaman (Empang) – Jl. Aria Suriawinata - Cibeureum - Mulyaharja
22 Terminal Bubulak – Kencana
Berangkat
Terminal Bubulak – Jl. R.1 – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh (Yasmin) – Jl. Soleh Iskandar – Jl. Kayumanis – Jl. Mekar Wangi – Kencana
Pulang
Kencana – Jl. Mekarwangi - Kayumanis – Jl. Soleh Iskandar – Jl. KH.Abdullah Bin Nuh (Yasmin) – Jl. R.1 – Terminal Bubulak
23 Taman Griya Kencana – Pasar Anyar
Berangkat
Taman Griya Kencana – Jl. Kencana - Jl. Bukit Cimanggu Vila - Jl.Soleh Iskandar – Jl. Kebon Pedes – Jl. Pemuda – Jl. Heulang – Jl. Jend. A. Yani – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Sawojajar – Jl. Dewi Sartika - Pasar Anyar
Pulang
Pasar Anyar – Jl. Pengadilan – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Pemuda – Jl. Kebon Pedes – Jl. Soleh Iskandar – Jl. Bukit Cimanggu Vila – Jl. Kencana - Taman Griya Kencana
24 Pasar Anyar – Pondok Rumput
Berangkat
Pondok Rumput – Jl.RE Martadinata – Air Mancur – Jl. Jend. Sudirman – Jl.Sawojajar – Jl. Dewi Sartika - Pasar Anyar
Pulang
Pasar Anyar – Jl. Dewi Sartika - Jl.Pengadilan – Jl. Jend. Sudirman - Air Mancur – Jl.RE Martadinata – Pondok Rumput
25 Bogor Trade Mall – Taman Kencana – Warung Jambu
Berangkat
Bogor Trade Mall (BTM) – Ir. H. Djuanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Salak - Taman Kencana – Jl.Ciremai – Jl.Ciremai Ujung – Pasar Jambu Dua – Warung Jambu
Pulang
Warung Jambu – Jl. KH. Achmad Adnawijaya – Jl.H.Achmad Sobana SH. – Jl.Raya Pajajaran – Simpang Marwan – Jl.Lodaya – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otista –Jl.Ir.H.Juanda – Bogor Trade Mall (BTM)
26 Terminal Merdeka – Vila Mutiara Via Cijahe
Berangkat
Terminal Merdeka – Jl.Dr.Sumeru - Jl.Brigjen Saptaji Hadiprawira – Cijahe – Jl.KH Abdulah Bin Nuh – Simpang Curug Mekar – Jl.Curug – Cideres – Perum Bogor Country – Jl. Bojong Neros – Bondol- Jl.Kayumanis – Simpang SDN Kukupu - BMW – Setu Asem – Villa Mutiara
Pulang
Villa Mutiara – Setu Asem – Jl.Kayumanis - Jl.KH.Soleh Iskandar – Bondol - Jl. Bojong Neros – Perum Bogor Country – Cideres – Jl. Curug – Simpang Curug - Jl .KH.Abdulah Bin Nuh – Cijahe – Jl.Brigjen Saptaji Hadiprawira – Jl.Dr.Sumeru - Jl.Mawar – Term. Merdeka
27 Buntar (SMKN4) – Sukasari
Via Cipaku
Berangkat
Jl. Buntar (SMKN 4) – Jl. Lebak Nangka – Jl. Raya Dekeng – Jl. Raya Cipaku – Jl. Batutulis – Jl. Siliwangi - Sukasari
Pulang
Sukasari – Jl.Sililwangi – Jl. Lawang Gintung – Jl. Raya Cipaku – Jl. Raya Dekeng – Jl. Lebak Nangka – Buntar (SMKN 4)
28 Pabuaran – Lawang Saketeng / Bogor Trade Mall
Berangkat
Pabuaran – Jl. Pamoyanan – Jl..Raya Cipaku – Jl.Lawang Gintung – Jl.Batutulis – Jl.Warung Bandrek – Jl.Gg. Aut – Cunfok (Pasar Padasuka) - Lawang Saketeng
Pulang
Lawang Saketeng – Jl.R. Syarief Bustaman (Empang) – Jl.Pahlawan – Jl.Batutulis – Jl.Siliwangi – Jl.Lawang Gintung – Jl.Cipaku – Jl.Pamoyanan – Pabuaran
29 Pabuaran – Terminal Merdeka
Berangkat
Pabuaran–Jl. Bogor Nirwana Resident (BNR) – Jl. Pahlawan – Jl. Syarief Bustaman (Empang) – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl. Paledang – Jl.Kapten Muslihat – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Terminal Merdeka
Pulang
Terminal Merdeka – Jl. Mawar – Jl. Merdeka – Jl.MA Salmun – Jl. Mayor Oking – Stasiun KA – Jl.Kapten Muslihat – Jl. Ir. H.Djuanda – Jl.Jalak Harupat – Jl.Raya Pajajaran – Jl. Otto Iskandardinata – Jl.Suryakancana – Jl.Siliwangi – Jl.Lawang Gintung – Jl.Pahlawan – Jl. Bogor Nirwana Resident (BNR) – Pabuaran
30 Warung Jambu - BTM
Berangkat
Warung Jambu – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Kumbang – Jl. Lodaya – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otista – Jl. Ir.H.Djuanda – Bogor Trade Mall (BTM)
Pulang
Bogor Trade Mall (BTM) – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Pangrango RRI – Jl. Raya Pajajaran – Jl. H. Ahmad Sobana (Bangbarung) – Jl. Gagalur- Jl. Kresna Raya – Jl. KH. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) – Warung Jambu
TPK-1
Terminal Bubulak – Terminal Baranangsiang
Terminal Bubulak – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Jl. KH. Sholeh Iskandar – Jl. Raya Pajajaran – Terminal Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang)
Terminal Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang) – U Turn Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran – Jl. KH. Sholeh Iskandar – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak
TPK-2
Terminal Ciawi – Terminal Bubulak
(Via Baranangsiang)
Terminal Ciawi – Jl. Raya Tajur – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otista – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Veteran – Jl. Gunung Batu – Jl.Sindang Barang – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak
Jl. Terminal Bubulak – Jl.Sindang Barang – Jl. Gunung Batu – Jl. Veteran–Jl. Perintis Kemerdekaan– Jl. Mall 1 – Jl. Merdeka – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl.Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – Transfer Point Cidangiang – U Turn Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran - Jl.Raya Tajur – Terminal Ciawi
TPK-3
Terminal Ciawi – Terminal Bubulak (Via Lawang Gintung, Suryakancana)
Terminal Ciawi – Jl. Raya Tajur – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Siliwangi – Jl. Lawang Gintung – Jl. Batutulis – Jl.Pahlawan – Jl. Syarief Bustaman (Empang) – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Veteran – Jl. Gunung Batu – Jl.Sindang Barang – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak
Jl. Terminal Bubulak – Jl.Sindang Barang – Jl. Gunung Batu–Jl.Veteran –Jl.Perintis Kemerdekaan – Jl. Mall 1– Jl. Merdeka – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Ir.H.Djuanda – Jl.Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – Jl Otista – Jl.Suryakancana – Jl.Siliwangi – Jl..Raya Tajur – Terminal Ciawi
TPK-4
Terminal Ciawi – Ciparigi
Ciparigi – Jl. Perum Villa Bogor Indah – Jl..Mandala – Jl. KS. Tubun – Jl. Raya Pajajaran – Transfer Point Cidangiang – U Turn Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Raya Tajur – Terminal Ciawi
Terminal Ciawi – Jl. Raya Tajur – Jl. Raya Pajajaran – Jl. KS. Tubun – Jl. Mandala – Jl. Perum Villa Bogor Indah - Ciparigi
TPK-5
Ciparigi – Terminal Merdeka
Ciparigi – Jl. Perum Villa Bogor Indah – Jl..Mandala – KS. Tubun – Jl.Raya Pajajaran – Warung Jambu – Jl. Jend. A. Yani – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Jalak Harupat – Jl.Raya Pajajaran – Jl. Otista – Jl. Ir.H. Djuanda – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Perintis Kemerdekaan – Terminal Merdeka
Terminal Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Mawar – Jl. Merdeka – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Ir.H.Djuanda –Jl. Jend. Sudirman – Jl. Pemuda – Jl. Dadali – Jl. Jend. A. Yani – Warung Jambu – Jl. Raya Pajajaran - Jl. KS. Tubun – Jl. Mandala – Jl. Perum Villa Bogor Indah - Ciparigi
TPK-6
Terminal Ciawi – Warung Jambu (Via R.3)
Terminal Ciawi – Jl. Terusan katulampa - Jl. KH. Achmad Syams – Jl. KH. Achmad Adnawijaya – Jl. Raya Pajajaran – U Turn – Pasar Warung Jambu
Ps. Warung Jambu – Jl. A. Yani – Jl. Raya Pajajaran – Jl. H. Achmad Sobana (Bangbarung) – Jl. KH. Achmad Adnawijaya – Jl. KH. Achmad Syams – Jl. Terusan Katulampa - Terminal Ciawi
TPK-7
Terminal Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang) – Belanova Via Tol Jagorawi
Terminal Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang) – Tol Jagorawi – Belanova
Belanova – Tol Jagorawi – Terminal Baranangsiang (Trans

Sabtu, 02 Maret 2019

Salah Satu Bentuk Rehat









Seorang Biksu Ajahn Bram bilang, musuh terbesar orang-orang yang bekerja adalah stress.
Yang dimaksud stress bukanlah dari pekerjaan itu sendiri melainkan stress proses bekerja yang terus menerus tanpa membiarkan diri beristirahat sesekali.

Ia menyamakannya dengan mengangkat sebuah cangkir. Cangkir itu ringan dan mudah dipegang tapi konyol untuk memegang dan menahannya terus menerus. Beban ringan jadi berat, setelah beberapa lama tagan bergetar dan pegal.
Meletakkan cangkir sejenak akan menghimpun tenaga. Itulah rehat.

Rehat mengasyikkan di jaman kuliah adalah bersendiri di kamar. Baca novel pilihan diiringi lagu lagu favorite kompilasi yang teman penyiar saya rekam.
Kini, bersama dengan orang lain pun bisa rehat.

Saya ada di gedung YKKAI bersama anak-anak berkepala plontos berbagi keriangan. Mereka penderita kanker lama dan baru yang rutin kemoterapi di RS Cipto Mangun Kusumo dan RS Gatot Subroto.

Tentu sulit bagi orang-orang daerah  yang membawa anaknya berobat ke kota besar tanpa ada saudara.  Kontrak rumah berbulan bahkan bertahun perlu biaya besar. Belum lagi biaya makan sehari hari,   transportasi bolak balik  ke rumah sakit untuk kontrol dan jalani kemoterapi. Sementara beberapa bapak   harus merelakan kehilangan pekerjaan karna menemani anak.


Tinggal di gedung 4 lantai ini hanya dipungut biaya 5000 rupiah sehari, untuk makan sama-sama.
Dapur bersih modern di lantai dasar terkesan hommy, bersisian dengan ruang makan, panggung kecil dan taman in door.



Kalau ketemu ibu/bapak  berseragam kuning, mereka itu orang tua pasien tengah piket . Tugasnya menerima tamu, masak,  beri pelajaran di kelas home schooling hingga antar kami meninjau kamar pasien.
Kamar sehat cukup cahaya matahari dan udara. Diantar juga ke ruang kelas modern lengkap dengan alat-alat musik. *Jadi kepengen ngajar ngaji di sni! :)

Menurut bu guru, anak anak diusahakan tak kehilangan waktu berharga meski sakit.
Di dalam kendaraan gratis menuju RS sang guru mendampingi. Anak anak bisa belajar sambil tunggu antrian kemo.







Di lantai  berkarpet kami kumpul.
Ada Fachri umur 3 tahun penderita kanker hati terus mengikuti saya dengan sepedanya. Ketawa terbahak kalau saya berpura-pura takut atau kaget tersenggol sepedanya.
Denis 11 tahun (Kanker Darah)  selalu bersama ibunya. Senyum senang dapat topi rajutan bikinan teman-teman saya dari Komunitas Merajut Bogor.
Sementara satu anak lagi (Saya lupa namanya)  berbaring lemas di pangkuan ibunya. Cuma bisa lihat teman-teman melantunkan lagu D'masiv sambil makan biskuit.

Tak ada manusia 
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali 
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah 
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini 
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa adanya
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik..






Kalau  anak  lemas seperti itu  tandanya baru kelar kemo, kapas masih lekat di lekukan tangan.
Ibunya bisik-bisik, "Apa ada kelebihan hadiah? Anak saya tidak bisa ikut mewarnai tapi ingin dapat hadiah juga"
Terlanjur ngobrol akrab ahirnya pertanyaan yang sudah saya bendung jebol juga. 
Putranya terserang kanker sejak usia 7 tahun dengan gejala muntah-muntah biasa hingga kaki tak mampu menopang. Vonis kanker tentu bikin kaget.
Beliau senyum namun ada genangan di matanya . Ingat bayi di kampung merindu belai hangat juga.

Jangan membayangkan rumah ini selalu penuh duka. Mereka kuat, ihlas terima keadaan,dan makin intens saling memberi  sayang dan perhatian. Perasaan senasib mengokohkan asa ketimbang merasa "Berbeda" di luar.
Sampai-sampai seorang ibu  memilih  tetap tinggal dan melayani meski anaknya sudah wafat. 

Banyak teman merasa iba melihat foto foto aplotan saya di grup sosial. Ingin sekali memberi banyak buat mereka. Padahal kita tak akan pernah bisa memberi sebab terlalu banyak yang kita dapat di sini.
Rehatlah di sini. Melepas diri dari penatnya tuntutan hidup dan ribuan tanya orang di luar sana.
Kapan kerja? Kapan kawin? Kapan punya anak? Kapan mantu? Hingga lupa tiap detik adalah permata. Kasih dan keindahan Rabb meliputi segala meski dalam kepahitan.

Sepertinya dengan tambah usia bentuk rehat jadi beragam, tak hanya bersunyi sendiri.
Membuat topi rajutan dan boneka untuk 60 anak lalu berada di planet berbeda ini dengan syukur akan menjernihkan pikiran. Dan bagi "Pemulung Amal" pastinya akan tumbuh lagi sel ide baru.
Cari rehat yang bisa menimbulkan syukur. Sebab dengan syukur baru kita bahagia. Bukan sebaliknya.

Mungkin ada yang ingin berkunjung?
Alamatnya di Jalan Percetakan Negra no 11 Jakarta Pusat.
Dalam pandang saya, sumbangan ilmu, uang dan bahan makanan lebih mereka butuhkan, meski apa saja yang tamu bawa mereka terima dengan ihlas.
Dekat musholla saya lihat sendiri, barang barang sumbangan bertumpuk. Kata ayah Fachri bisa penuhi kamar bila dibagi, dan cukup repot saat dibawa pulang nanti. Hmm, coba buka Bazaar saja ya biar jadi uang.

Sempat tanya pada pimpinan yayasan, apa diperkenankan menyumbang uang?
Jawabnya, boleh. Tapi semua harus dapat dan hanya pada hari-hari raya.
Kenapa? Karna jika mereka menerima uang hawatir belanja makanan di luar. Sementara anak-anak ini sangat dijaga makanannya dari MSG.