Kamis, 14 Juni 2012

KENANGAN RISKA 1





"Oh tuhan, aku datang mengetuk pintu ampunMu
dalam tubuh yang yg kuyu, yg penuh dosa dan noda.
Tidakkah engkau dengar, angin yg berdesir?
Aku malu padanya, dia yang lugu berzikir.


Lagu "Kebangsaan" RISKA itu saya dengar pertama kali tahun 1986.
Walau suka dengan nada dan liriknya yang mudah dihafal tapi belum berani menyanyikannya
Apalagi nyanyi bareng sama "Dedengkotnya" RISKA" ! Duduk bareng di taman mungil depan sekretariat aja g berani  (Takut dibilang "Sok Akrab !!").

Yang sering duduk di situ biasanya  senior senior seperti Bang Acong ( Nama sebenarnya Mufroni)  yang baru pulang kerja. Tangan kemeja putihnya biasa digulung setelah solat . Ngobrol bareng dengan Bang Ical ( Faisal Motik)  bersorban  lipat warna putih dengan baju koko putih, celana hitam seragam solatnya. 
Ada juga Bang Fuad,  Bang Geis,  anak ISAFIS yang betah bergabung, Bang Ali Alatas, atau Bang Mola (Muhamad Irfandi) yang baru kelar di jemput Mbak Iya.
Seniorita nya Mbak Ences (Ningrum Maurice), Mbak Kiky  dll. Kalau ketawa mereka meledaknya bareng2 dan rame, tandanya ada Sunar atau Fuddin.

Sebagai anak baru lebih sering kumpul dengan teman-teman SDTNI  seangkatan, terutama dengan Elly, kami dapat julukan  "Teman Seborgol" atau "Pisang Segantet". Kami duduk di ruang sekretariat. Kursinya rendah ber-jok kempes warna hijau tua. Sambil makan gorengan memandang Bang Raja dikerumuni ABG cantik cantik.
 Si abang satu ini sabarrr banget. Bisanya cuma senyum-senyum  doang kalau diledekin anak buah. Pernah sekali waktu dia dapat suprise ultah seikat bunga mawar merah dari Bina....:). Langsung saya ganggu dengan lagu dangdutnya Elvy Sukaesih : 

Sekuntum Mawar meraaaaah
Yang kau berikan kepadakuu..

Dia cuma senyum . Bingung kali ya, mau seneng atau teramat seneng terima bunga itu ?! :)

Ruang kenangan itu sejuk . Sepatu-sepatu  banyak parkir di depan ruang rapat berkarpet merah. Dinding kayu sebelah kanan sudah ngga kelihatan pliturannya karna  tertutup poster Rencana Kegiatan 1 tahun dari masing-masing departemen, bercampur dengan ucapan ulang tahun, daftar sumbangan makanan, pengumuman rapat, lipatan-lipatan  kertas pesan, jaket, helm, ransel ! 
Apalagi kalau ditambah foto-foto kegiatan terbaru hasil jepretan Mas Pam, Mas Yono dan Zakir (Salmona)

Dinding rame, suara rame. Bunyi mesin tik yang akrab dg Dewi Meinarti, ramenya jadi satu. Cuma Bang Farhan aja yang sunyi sepi sendiri. Tenggelam dalam kacamata dan diktat tebalnya!

Riska punya Satria Bergitar, Wahyu! 
Bila dia datang penggemarnya langung duduk manis request lagu ! Lagu ga enak bisa jadi reuseup karna petikan gitarnya. Hhhmmm... Sampe lupa di ruang atas ada kajian. Keluarlah lagu Ermy kulit,Yana Yulio, Katon Bagaskara dll. Biar sudah Salam Lekom pamit  pulang, tetep aja ditarik-tarik suruh main lagi. Yang agak kesel mungkin Nurul yaa,  anak SMA yang sering nenangga. Ngenesss liat cowoq idamannya ditarik tarik !! 
Oya, ada satu lagi anak SMA yg suka nyasar dan betah di sekretariat padahal dia non muslim (namanya lupa). Ivone kalau nggak salah.

Satu lagi yang jago gitar ! Bang Cecep. Main gitarnya enak buat lagu taon berapa aja. Ga jelass dia tuh generasinya Bing Slamet atau Koes Plus ya? Pokoknya kalau dia sudah iringi lagu Green Fields,  waduuuhh... Pas banget !!

Paling seneng hari Minggu . Kenapa?
Karna anggota Riska berbagai angkatan pada ngumpul. Sambutan hangat ihlas sangat terasa.

Alhamdulillah, ilmu agama yang didapat di organisasi ini membekas dalam keseharian ! Rasa persaudaraan, saling hormat dan saling sayang luarr biasa. Kehangatan dan keakraban yang ngga saya dapati di organisasi manapun, masya Allah. 
Semoga Allah menghimpun kita kembali di dalam jannahNya. Masjid, para ustadz dan amal sosial kita insya Allah jadi saksi meringankan jalan kita di akhirat kelak, amiin ya Rabb.
Bukankah Allah lebih menyukai anak muda yang banyak amal dan mencintai masjid dari pada orang tua yang banyak zikir?

Pernah kejadian , seniorita yang sudah lama nggak muncul ( Mbak Yana) tiba tiba datang bawa ayam panggang buatannya. Wah, ngilerr liatnya ! Itu ayam yang sudah terlanjur nge-top cepat habis dilahap rame rame !

Makanan kagetan lainnya suka datang juga.
Sumbangan jamaah masjid yang merayakan ultah atau syukuran kasih tumpeng nasi kuning dan makanan lain. Walau mereka ngga kasih minum nggak usah khawatirr. Tenaang ! Dede atau Manto pelayan Catering suka pengertian. Boleh minta minuman warna warninya. 
( Hampuun, masa masa jahil) Astaghfirullah.

Pokoknya hari minggu THE BEST deh! Bunyi sendok sendok resepsi yang lagi dilap, suara es batu yang lagi di bentuk, harum bunga, suara degung, akh, indaah banget ! Sebab bercampur dengan bertemunya wajah  anggota Riska Jadul dengan pengurus, anggota baru, bahkan pendaftar baru.

Di taman, di bawah pohon PETETOT beda lagi ! Agak serius di sini. Bang Imran bimbing anak kuliahan buka Tafsir Quran dan membahasnya...Sejuuuk banget! Pembawa sejuk bukan dari ilmua dan pohonnya saja, tp bang Imronnya juga lho !
Sementara di seberang ada Eka dan anak buahnya. Rame bercanda sahut-sahutan, cela-celaan. Eka+ Ibam dengan gaya bahasa betawinya sering bikin ngakak.

Banyak wajah  bermunculan saat saya menyusun Puzzle kenangan RISKA. Ada Nanang yang dapat julukan "Barang Contoh", Herry Mustang yang gaul. Biar suka ngomong jorok tapi baik hati. Kalau minta bedak/Parfum sama dia aja... Isi tas nya komplit ! Sama dengan tas  mbak Kiky, berat ! perlengkapan solat dll tersedia.persis tas Dora emon  !!

Ada Giur yang tiap muncul model rambutnya ganti. Indah becandanya kayak lakon Srimulat. CHEPPY dijuluki "Menteri Agama" krn selalu dapet tugas baca doa, Hasnil yang mobilnya selalu penuh makanan, hehehe jadi inget, kami rame2 pernah nyasar cari2 Ancol ngga  ketemu ,padahal sampe bangkotan di Jakarta terus. Nggak diizinin Allah ngkali yee..? Masa sih abis dari mesjid ke Ancol ?
Trus ada  Ihsan, sekretaris Riska yang baik hati. Siap sedia anter perawan perawan pulang minet (Midnight)  dengan Mobil VW Comby nya sampe ke "Jakarta Coret", Insya Allah didoain deh, masuk sorga sama combynya sekalian !!!

Banyak kenangan juga dengan Chichi dan Monique, pernah  diguyur bareng seusai acara Seminar.Tapi jalan cerita dg mereka terputus sejak mereka membuat cerita lagi dengan gandengan mereka masing masing (ehemm !!).

Sementaraaaa.....Saya tetaap dengan teman "seborgol" , teman sehati, sekomplex, se-bis P-231,yang saling membantu kala uang tidak cukup untuk membeli karcis nonton di Megaria theater, atau saling mencukupi untuk bisa beli kaset di Duta Suara-Kebon Sirih, atau iseng  nonton film yang paling nggak laku di bioskop termurah.

Sebetulnya...Ada juga sih, keinginan untuk terlibat dalam "SKANDAL PUTU MAYANG" , Tapi nggak ada yang mau tuh !!! :D

Generasi Riska Jadul memang beda ! Ada ketulusan dan mau memperhatiakan orang sekitar masjid.
Bergaul akrab dengan pengurus masjid dan para ustad.
Setiap Idul Fitri kami rombongan mendatangi ruma mereka sampai di Tanggerang ujung sana.
Dekat juga dengan satpam, Si Boy penjual Bakso (Alm), Uda restourant Padang (Alm), Pak Hamid (Alm) pengurus masjid yg baik . Dia tau yang main kekantornya cuma mau numpang baca koran+minum+nikmatin Ac dan ketenangan, tapi ngga pernah komen. Sampe Mbak Cut yang rada2 gokil krn stress pun diperlakukan dengan baik.

Terakhir saya bertemu Iyus (tukang parkir). Masih terkenang kata2nya...." Saya belum liat lagi anak RISKA yang baiknya seperti angkatan dulu. Setiap idul Qurban bakar sate bareng dan nggak lupa bekali saya daging utk di bawa pulang.." :(


Di dalam tepian hidup kunantikan ridhoMu
Di dalam alunan rahmat kasiMuuu..
Oh Tuhan aku datang mengetuk pintu ampunMu
Dalam badan yang kuyu
Memuji kebesaranMu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar