Minggu, 17 Juni 2012

KENANGAN RISKA 3

 

   Rizal yang dialek bicara nya  ke-Sumatera-an itu meminta saya  gabung dalam Kepanitiaan Seminar sehari dalam rangka memperingati APRESIASI MUHARRAM RISKA. saya dapat tanggung jawab sebagai Sekretaris.

Alhamdulillah kali ini agak mudah  membuat susunan kata pada lembaran proposal seperti tujuan diadakannya acara, dasar pemikiran, dll.

Pengalaman pertama dulu, sussaaah banget ! Maklum peralihan dari Karang Taruna :)
Sebetulnya banyak contoh  proposal sebelumnya yang disimpan baik oleh Sekum Ihsan.Tapi kan harus sesuai dengan tema baru seminar.

Untuk mengatasinya saya temui senior minta bantuannya.
Tanya kesana kemari ngga ada yg bisa, terakhir dikasih tau (saya lupa siapa ).

- "Oohh.. Kalo yang begini harus tanya sama  Ermil. Die pakarnye tuh!

Nggak butuh waktu lama mencari si pemilik nama, dia lagi duduk santai sambil merokok di sampingnya segelas kopi.
Saya sudah siap kertas dan pena ditangan sambil mulai tanya. Dia mendengarkan  serius tapi sambil senyum geli ( Baek bener ni orang ).

Belum lagi saya mencatat, Bang Ermil berdiri. Sambil jalan rada gontai dan matanya  setengah ngantuk dia teriak " "Woooii!  Siape yang nyuruh nih ? kurang ajar ye pade ! Herisman, Bang cecep, dan yang lain ketawa gellliii banget .

Hadeeehh, terpaksa ikhlas deh. Anak baru dikerjain! Ternyata sang pakar yang sesungguhnya Bang Eman.

     Sahabat RISKA hobby keroyokan. Ada acara apapun dan siapapun panitianya pasti dibantu. Apalagi APRESIASI MUHARRAM termasuk perhelatan besar. Surat Permohonan Dana cepat beredar. Bahkan 1 orang ada yang bisa bawa 5 proposal. Tanpa ketulusan nggak akan mungkin. Sebab menghubungi donatur di kantor mereka bukan perkara sepele. Perlu muka tebal. Apalagi mendatangi tokoh masyarakat , harus diacungi jempol!
      
      Saat meeting di aula masjid dengan para sponsor yang "dijorokin" sudah pasti Cheppy si pemilik wajah bening,adem itu . Sementara saya, Elly dan ada beberapa teman lebih senang "dijorokin" ke kantor sejuk dan mewah jemput  sumbangan dan nikmati makan gratis dari sponsor PIZZA-Hut, atau cicipin makanan sample di catering.

      Acara Seminar berlangsung lebih dulu,menyusul acara bazaar, hiburan, lomba, dll.
Kesediaan pembicara ngetop dan larisnya undangan bikin hati senang.
Cuma satu yang mengganjal yaitu surat izin kepolisian.  Baru disampaikan beberapa hari menjelang acara. Polisi yang saat itu bertugas memberi harapan dan keyakinan bhw surat izin tidak akan lama prosesnya, hanya menunggu tanda tangan 1 orang saja.

      Sampailah pada titik hari H,tapi surat yang dijanjikan belum juga muncul. Semua Sie stress, apalagi Bang Rizal sbg ketua. Para undangan sudah hadir mereka kebanyakan  datang dari Tanjung Priok. Perlengkapan seminar yang sudah dibeli cuma tersusun dingin diatas meja . Saya tidak sanggup melihat aula itu dijaga beberapa polisi. Acara dinyatakan batal ! 
Pengumuman mohon maaf  ditempel dimana-mana.Para undangan satu-satu dan berkelompok meninggalkan tempat dengan kecewa!

Perasaan sedih, malu, kecewa, marah, menyesal dan merasa gagal, semua jadi satu ! 
Apalagi setelah diberitakan di Media keesokan harinya ! Koran itu sempat saya gunting dan menyimpannya dalam album.
Bagi saya itu kesalahan fatal berakibat panjang, pahit kalau diingat!

   Betul, berakibat panjang ! Bang Molla,bang Acong,dan siapa lagi, saya lupa ! Dipanggil  ke POLSEK Menteng sampai larut malam . Pastinya mereka  terbawa arus masalah.


Ada keinginan untuk tidak datang ke RISKA sementara waktu,tapi saya mencoba untuk bisa telan pahit .Terutama saat  Bang Molla menceritakan runutan kejadiannya dan interogas  polisi di hadapan sahabat Riska .

    Bang Molla  kehilangan "Keceriaan". Biasanya biar capek sepulang dari kantor masih bisa cerita dan bercanda.
Saya belajar kepemimpinan, percaya diri dan perhatian kepada teman dari seorang Bang Molla .  Diluar ke-RISKA an Bang Molla mau memberi informasi dan mempermudah urusan,( waktu saya dan TUNY mengikuti test masuk BDN).
Mengecewakan orang yang pernah menolong kita, adalah suatu kesalahan yang  teramat besar bagi saya.

Biasanya di sekretariat ramai tawa kalau ada dia dan konco konconya. Masih inget bagaimana mereka menirukan gaya tokoh Emon : " Macchaan neek! Potongan adegang kocak film Catatan si Boy.
(Judul film yag lagi nge-top itu dipakai anak RISKA dengan maksud  Bon hutang  ke Si Boy penjual Bakso)
Kadang meniru gaya bicara Deddy Mizwar di film Naga Bonar, "Apa kata duniaaa?"
Sudah pasti  yang lain terpancing utk menimpali krn  nonton bareng.

Tapi semua itu ngaaaak ada. Bang molla lebih banyak diam dan mengeluarkan unek uneknya, bikin hati jadi tambah ciut. Jika papasan di koridor masjid  pengennya ngumpeet di toilet yang serba biru itu.
Jangankan liat mukanya,liat ujung poninya aja nggak bakal berani .

Elly nggak tau  dimana? (Kayaknya lagi sibuk sama pepetannya deh!)
Kemana harus curhat ? Ke Mak Tuo yang rajin cuci mukena itu ?

Mencoba tenang, pergilah saya ke toko buku bawah tangga masjid . Cukup lama  buka2  buku , tapi ngga kebaca !.Untung si penjual buku sdh mafhum anak RISKA jarang yang BUKA dompet setelah BUKA buku..

Lalu jalan melewati tempat foto Coppy,duuuh perasaan belum lama ngantri di situ bareng Mbak Cut (yg stres ) photo coppy macem2 surat. Eeeehhh nggak  taunya kayak begini ujung nya.
Saya menyesal, kenapa jadi sekretaris? Mendingan gantiin Herisman deh, sie perlengkapan.
Atau nggak usah jadi panitia sekalian ! Lebih asik gabung dengan Charlies Angle (Deas,Giur,Indah)  ke  KERIS Galery.

Dari jauh keliatan Mirna Meris (Media Riska) lagi standarin Vespa nya. Eenaaak kali ya kalo pelariannya makan dg Mirna?  Dewi dan Mirna paling asik klo lg melahap makanan. Orang nggak lapar bisa jadi pengen makan . Makanan ngga enak bisa menarik untuk disantap. Enak makan bareng mereka. Saya yakin berdua masuk sorga tuh ! Kan yang masuk syurga adalah yang berat timbangannya (@Mirna,Dewi: Ampuuun)


Riska is Riska ! segala macem perasaan ada disana. Riska ngga selamanya bikin tawa.
Semoga Bang Molla dan senior lain yang sudah banyak berkorban,dapat memaafkan.

Alhamdulillah saya masih bisa ketawa nikmati meriahnya  pentas  Apresiasi Muharram, saat menyaksikan operet.

_ I can wait forever If you say you"ll be there too (  Air Suplay)
   (di panggung Omay lagi kasih sekuntum bunga untuk kekasihnya, )

_ Mamaaa  hu..u..u.. Did'nt mean to make you cry, if Im not back again this time
   tomorrow, carry on, carry on, if nothing really matters ( Queen)
   (Siap2 minum Baygon)

_Saat ini smakin banyak berita di koran......(Chrisye)
  (omay dibawa petugas Rumah sakit)


Sementara di arena bazaar pengunjung antri burger nya SENO. Stand bergaya Country itu dilayani cewek2 cantik pilihan Seno dari berbagai Departemen.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar