Tuesday, 26 June 2012

KETUKAN PINTU MENJELANG SUBUH








                                      

  suasana-subuh
 Foto: Obathati blog




Pernah suatu hari menjelang subuh, keluarga kami dikegetkan dengan suara ketukan pintu.
Dari jendela terlihat petugas ronda yang datang,tapi setelah pintu terbuka ternyata dia membawa seorang perempuan cantik berjilbab,usia menjelang 20 tahun.

Air mukanya kelihatan sedih....dan bingung.
Belum lagi ditanya maksud kedatangannya,dia sudah memohon untuk diperbolehkan menunggu datangnya pagi di rumah kami.

Banyak pertanyaan di kepala saya,tapi tak satupun saya keluarkan.Membiarkannya minum teh hangat saya harap bisa membuatnya tenang. Tiba2 dia melepas cincin dari jari nya.

"Bu,kalau sudah terang,tolong tunjuki saya pasar,saya mau jual cincin ini untuk ongkos pulang ke desa saya di  Lampung "!

(Saya ragu dan mencoba mencari maksud buruk dibalik kejadian itu)

Sepertinya dia menangkap isi fikiran saya...lalu pelan2 dia membuka bagian bajunya,menunjukan  luka dan  lebam di badannya.

Ternyata baru 1  jam yang lalu dia kabur dari tempat penampungan TKW yang letaknya masih 1 kelurahan dengan tempat tinggal kami.
Seperti yang banyak diberitakan media,dia tertipu! pekerjaan sbg pelayan toko ternyata cuma janji,kenyataannya dia akan melayani tamu di tempat hiburan malam.

Dikurung berbulan-bulan,dan diputuskan komunikasi dengan orang tua,membuat dia nekad terjun dari kamarnya di lantai 2.Untung di belakang gedung itu bannyak ditumbuhi pohon2 lebat,jadi badannya tersangkut disitu.


Karna tidak ada kamar lebih ,dan perlu waktu untuk menghubungi keluarganya di pelosok desa (waktu itu belum ada HP) . Jadi saya titipkan dia dirumah orang tua saya di Jakarta.

Perjalanan dari Bogor menuju jakarta tidak mudah.
Dia belum bisa berjalan normal,walaupun sudah diurut sebelum kami berangkat.
Sesekali kami berlindung di tempat aman, ia kenal dengan orang2 suruhan yg siap menggiringnya pulang kembali.

Alhamdulillah...cincin tetap dijarinya dan ibu bpk saya senang menerima kehadirannya, dia sangat sopan,dan rajin .Kurang  lebih 2 minggu dia tinggal disana.
Dia tertarik dan ingin  bekerja sebagai guru TK dan guru ngaji  seperti yang ibu saya tawarkan.

Tapi kedatangan Bapaknya yang menangis sejadi-jadinya ,membuatnya berubah fikiran.
Bapaknya sangat tidak mengira bahwa anaknya masih hidup.hayalan indah bekerja diluar negeri membuatnya nekad minggat dari rumah dan membuat ibunya sakit2an terus.

Sekembalinya mereka di  desa,1x mereka menulis surat,saya lupa isi suratnya yang panjang itu.
Yang saya ingat cuma ceritanya bahwa dia memajang foto keluarga kami di rumahnya....


***Ternyata pertolongan kecil bisa jadi amat besar artinya buat orang lain,dan selalu jadi kenangan baik.



No comments:

Post a Comment