Monday, 25 June 2012

A R I F

                                                                     



Waktu Tukang Ojek membawa Arif kerumah saya,dia masih duduk dikelas 2 Tsanawiah /SMP.Tukang ojek mendapatinya sering tidur di Masjid dan tidak punya tempat untuk pulang.
Arif bercerita bahwa dia tidak mau kembali lagi ke Panti Asuhan yang menampungnya selama belasan tahun.Dikarenakan keasalahannya mencuri beras panti atas suruhan orang.

Arif terjepit.Pimpinan panti hendak melaporkannya pada polisi krn dia tdk mau memberi tau siapa penadah beras,sementara sang tetangga diam-diam terus mengancam.

Kebetulan teman2 Ta'lim sering menitipkan Infaqnya pd saya ,tanpa direncanakan,terbentuklah Dana Beasiswa Dhuafa.Alhamdulillah....ada jatah buat Arif !.padahal kalau pakai akal manusia sebetulnya tidak seimbang antara uang kas dengan jumlah siswa dhuafa yg harus ditanggung....(Begitulah Allah,pertolongannya tetap datang,walaupun kesusahan sudah sampai di leher ,syaratnya g susah ! g pake duit! asal haqul yaqiiin... aja..!)

Pertolongan Allah waktu itu berbentuk "Kemudahan",bukan uang !
Hasil negosiasi dengan Kepala Yayasan,Saya boleh mencicil berapa kali saja utk memenuhi bea sekolah dan makan.
Masuklah Arif ke 1 pesantren yang siswa lulusannya banyak masuk perguruan tinggi negeri,dan punya chanel utk belajar di Maroko/turky/mesir.
Sebelum masuk asrama, saya sarankan dia utk berterimakasih dan meminta maaf pada Pimpinan Panti yg walau bagaimana telah berjasa menampungnya bertahun-tahun.

Sebetulya 1 saja permintaan saya pd  Allah, tapi Allah menjawabnya dengan memenuhi semua point yg tak terpikirkan oleh saya,dan yang tidak ada dalam doa saya :
Arif punya tempat tinggal,jauh dari ancaman,bisa sekolah,dan tidak merepotkan saya untuk mengawasinya...Dan yang paling mahal adalah dia optimis,punya semangat lagi untuk sekolah, berani punya mimpi dan cita-cita...Subhanallah !

Saat libur sekolah dia tidur di rumah tukang Ojek.Dan sering datang kerumah saya untuk silaturrahmi atau memenuhi undangan acara syukuran teman2 saya.Dia tidak tau,setiap saya melihat dia ,selalu saja harapan besar memenuhi benak dan hati saya...Saya membayangkan dia sekolah di Kairo..!!! itu kebahagiaan saya !

Apalagi dia suka minta : "Bu ,kalo ada acara siraman rohani,Arif mau ceramah Bu...!
Melihat dia bicara didepan dengan bahasa arab yang fasih,membuat saya tidak sanggup menahan air mata.
Akh....seandainya saja,orang tuanya dapat  menyaksikan....!
Saya berharap masih punya umur untuk menyaksikan dia sukses.

Saat dia  duduk dikelas 3 SMA/aliyah,saya perhatikan setiap datang, badannya makin kurus.
Dia sering sakit2an.Saya minta dia libur sebentar utk memeriksakan kesehatannya.Tapi dia mengutamakan sekolahnya,terpaksalah...saya cuma membekalinya dengan obat dan vitamin.

Waktu itu bulan ramadhan,saya sarankan utk tidak puasa dulu,dan memaksanya  kerumah sakit.
Dari kaca spion saya liat wajah aslinya yg lemah,karna biasanya saat berbicara dia suka berlagak semangat dan sehat.Melihat itu saya jadi khawatir....Dan gantian !,kali ini saya yang berlagak tenang dan semangat didepan dia !

Dokter menganjurkan utk ronsen,cek darah dll,lalu kembali beberapa hari lagi.
Kedatangan saya berikutnya tanpa arif,agar saya leluasa konsultasi dengan dokter.
Hasilnya.....Dokter prihatin ! dengan hati2 dia menjelaskan,bahwa paru2,ginjal dan lever,jantung arif sudah tidak sehat lagi. sepulang dari rumah sakit saya tidak  beraktifitas banyak dirumah,krn banyak yang saya fikirkan.Masalah biaya pasti Allah menjamin rejeki anak sebatang kara itu ! Tapi untuk menjelaskannya dan menguatkan hatinya saya merasa berat !

Lebih berat lagi saat saya diberi tahu oleh Dokter bahwa dia diduga kena HIV  !! utk itu perlu penanganan khusus dan waktu yang lama...

Sehabis solat idul Fitri kami saling memaafkan,saya sempat titip uang utk beli susu dll,sambil terus menyemangatinya. Diam-diam hati saya sudah tdk enak,dan mencari asal-usul anak ini ke pimpinan Panti.
Baiklah ! saya tidak bisa menolong menyembuhkan penyakitnya,tidak bisa membantu mewujudkan cita2nya! Ya Allah....beri saya kesempatan satuuuu saja !  menghadirkan ibunya disaat2 seperti ini. Saat itu saya benar2  berpacu dengan waktu !

Keterangan dari panti,Arif dititipkan ibunya umur 4 tahun. Dan tidak sekalipun ditengok,karna sang ibu hendak dinikahi majikannya.Bagi mereka Arif cuma merepotkan dan jadi penghalang.Alamat terakhir mereka tinggal di Ciawi.

Tapi kami tidak menemui  mereka, walaupun di cari sampai kampung halamannya di Sukabumi.
kami cuma dapat kabar ibunya sudah di Jakarta,tak ada alamat lengkap,dan...sudah masuk Kristen !

Allah berkehendak lain...2 hari setelah pencarian,Arif meninggal dirumah tukang Ojek yang dianggapnya sudah seperti bapaknya sendiri...Semoga ia termasuk syahid....karna wafat dalam jihad menuntut ilmu agama,dan di zolimi ibunya......

Setiap melihat anak berbaju seragam SMA Aliyah...saya selalu teringat Arif...dan mendoakannya...!
Bagi saya....karna dialah, Allah menolong anak-anak saya yang selalu mendapat kemudahan dalam pendidikan.Dia jembatan saya menuju pertolongan Allah...











No comments:

Post a Comment