Monday, 23 July 2012

L I F E



www.kaskus.co.id 


First, I was dying to finish my high school and start college.
And then I was dying to finish college and start working.

Then I was dying to marry and have children.
And then I was dying for my children to grow old enough so I could go back to work.

But then I was dying to retire.
And now I am dying...

And suddenly I realized...
I forgot to live.

Please don't let this happen to you.
Appreciate your current situation and enjoy each day.

... old friend

To make money we lose our health,
and then to restore our health we lose our money...
We live as if we are never going to die,
and we die as if we ever lived

Saturday, 21 July 2012

NIKMAT ALLAH YG MANA YG KAU PUNGKIRI ?

MAKA..... NIKMAT ALLAH YG MANA LAGI YG ENGKAU PUNGKIRI ??? (QS: Ar-Rahman)


Tahukah Anda, bahwa penduduk Indonesia lebih dari 250.000.000 orang, Indonesia adalah negara terpadat ke-4 di dunia?
 
Tahukah Anda, bahwa ada 316 kelompok etnis yang berbicara 670 dialek di Indonesia?

 
Apakah Anda tahu bahwa dilarang untuk tidak memiliki agama di Indonesia? (tidak peduli mana yang selama Anda memilikinya)

 
Tahukah Anda, bahwa ada sekitar 400 gunung api di Indonesia, dan 150  yang aktif, yang mewakili 75% dari seluruh gunung berapi aktif di planet ini? (jadi hanya 50 untuk seluruh dunia)

 
Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah lebih dari 5.000 kilometer panjang rata-rata untuk sebuah benua)


Tahukah Anda, bahwa Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia, dengan 100.000 kilometer .

 
Tahukah Anda, bahwa Indonesia mungkin adalah negara terakhir di dunia, yang masih belum diselidiki wilayah, dan tidak sepenuhnya dipetakan? (terutama di sekitar Irian Jaya)

 
Tahukah Anda, bahwa ada 17.508 pulau di Indonesia, yang merupakan kepulauan terbesar di dunia?

 
Tahukah Anda, bahwa jika Anda bisa menghabiskan hanya 1 hari pada setiap pulau di Indonesia, Anda akan perlu 48 tahun untuk melihat  semua? (transportasi antar pulau tidak dihitung)


Tahukah Anda, bahwa pada 17.508 pulau, hanya 6.000 punya nama?

 
Tahukah Anda, bahwa ada 25% dari terumbu karang dunia ada di Indonesia?

 
Tahukah Anda, bahwa pada 4.500 spesies ikan karang yang ada di worlwide lautan, sekitar 3.500 dari mereka telah diidentifikasi di Indonesia?

 
Tahukah Anda, bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati bawah laut terbesar di dunia?

 
Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah keanekaragaman hayati global 2 terbesar (air + tanah + udara) setelah Brasil?


FACTS ABOUT INDONESIA




Did you know, that with more than 250.000.000 people, Indonesia is the 4th most populated country in the world?
Did you know, that there are 316 ethnic groups which speak 670 dialects in Indonesia?
Did you know that it is forbidden not to have a religion in Indonesia? (doesn’t matter which one as long as you have one)
Did you know, that there are around 400 volcanoes in Indonesia, and 150 out of them are active, which represents 75% of all active volcano on the planet? (so only 50 for the rest of the world)
Did you know, that Indonesia is more than 5.000 kilometres long? (which is an average length for a conti
Did you know, that Indonesia has the longest coastline in the world, with 100.000 kilometres long?
Did you know, that Indonesia is probably the last country in the world, which has still unexplored territories, and is not completely mapped? (especially around Irian Jaya)
Did you know, that there are 17.508 islands in Indonesia, which is the largest Archipelago in the world?
Did you know, that if you could spend only 1 day on each island of Indonesia, you would need 48 years to see all of them? (transportation between islands not counted)
Did you know, that on the 17.508 islands, only 6.000 have a name, and only 1.000 are inhibited?
Did you know, that there are 25% of the world coral reefs in Indonesia?
Did you know, that on the 4.500 species of reef fishes existing in the oceans worlwide, around 3.500 of them have been identified in Indonesia?
Did you know, that Indonesia has the biggest underwater biodiversity in the world?
Did you know, that Indonesia is the 2nd largest global biodiversity (water + land + air) after Brazil?

Friday, 13 July 2012

ISLAM DI NEGARA NYA FABREGAS



Sevilla FC , tim sepak bola Spanyol,berbasis di Kota Sevilla.Hari2 kemarin nama group Spanyol ini menghiasi halaman muka Media2 kita.Ya !dia sang juara Sepak bola Eropa .Disusul dengan berita kedatangan Fabregas ke Indonesia.

Tapi tahukah anda,bahwa negara itu pernah menjadi PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM?
Seperti yang dikatakan rasulullah SAW bahwa,Islam suatu saat akan berkilau seperti permata,dia jadi perhatian seluruh mata didunia.

 Dalam sejarah Peradaban Islam,saya mengagumi Panglima Tariq bin Ziyad ,karena keberaniannya membawa tentara Islam keluar dari tanah Arab dan Afrika negara kekuasaannya,untuk menaklukan Eropa .Dia ahli dalam ilmu perang,tapi amat menghormati orang tua dan mengasihi yang muda.
Panglima yang lembut hati di balik baju perangnya yang garang itu,hanya seorang budak awalnya.

Tgl 29 April 711 pasukannya mendarat di Gibraltar.Kedatangan yg mendadak  membuat kecut Angkatan Laut negara  Gotic .Sang jendral terengah-engah  melaporkan kemunculan musuh yang mendadak , pada Raja Roderick penguasa penuh.

"Wahai Raja...saya tidak tau dari mana asal Pasukan2 gagah berani itu! kalau dari bawah,entah dari bumi mana mereka keluar,kalau dari atas,entah dari langit mana mereka turun !??




Sementara itu, Panglima Tariq bin Zaid sedang memberi perintah pada pasukannya untuk membakar semua kapal2 yang mereka tumpangi,dan berkata :

"Kita datang kesini,tidak untuk kembali !! kita hanya punya pilihan menaklukan negeri ini dan menetap disini,atau mati syahid !!

Beberapa tentara protes,dan mengatakan bahwa itu perbuatan Zolim,tapi Panglima gagah itu menghunuskan pedangnya,dan berkata:  "Semua negri adalah milik Allah ! dan kampung halaman kita,Raja yang menguasai tanah ini telah lama menzolimi rakyatnya !!

Ucapan Tariq yang penuh semangat itu bagaikan cambuk yang melecut sebangat prajurit muslim.
Tentara muslim yang 12.000 mampu mengalahkan 100.000 tentara Gotik yang memiliki peralatan canggih.
Taktik perang Tariq adalah dengan membagi 4 kelompok yang masing2 menguasai Cordoba,Malaga,Granada,sementara dia sendiri memimpin pasukan sisanya menyerang Toledo Ibu kota Spanyol .Disanalah Raja Roderick mati tenggelam.

2 tahun mereka berkuasa dan melanjutkan kekuasaannya sampai Portugis.
Panglima Tariq adalah pencinta Ilmu,dia dicintai rakyat Spanyol karna memberi kebebasan dalam beragama.Pendeta yang meninggalkan rumah karena ketakutan ahirnya dapat kembali dengan tenang.

Islam sebagai rahmatan lil 'alaimiin,mereka mengajarkan ilmu pengetahuan dan peradaban.
Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.Jika tentara Islam melakukan pelanggaran akan dihukum berat.
Sistim pajak yang tidak memberatkan,dan membiarkan orang kristen memiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara2 mereka.

Beberapa tahun kemudian Panglima mematuhi perintah atasannya di Damaskus Khalifah Walid I,tak lama setelah perjalanannya yang tergesa-gesa itu,beliau wafat.

Kejayaan Islam di Spanyol melemah karna Pemerintah2 setelahnya.Mereka Raja muslim tapi terpengaruh oleh harta dunia dan ada juga yang tunduk pada wanita non muslim yang akhirnya mempengaruhi jatuhnya Kerajaan Islam disana.

Gedung2 dan misium peninggalan Islam masih banyak ditemui disana.
Sebuah Gereja masih berhiaskan Kaligrafi tulisan Arab.
Di musium Louvre ada piring antik bertuliskan :

"Al'ilmu nurrun syadidun fil bibayah,wa ahla minal 'asali fin-nihayah" yang artinya : Ilmu Pengetahuan itu oahit pada awalnya,tapi manis melebihi madu pada akhirnya"....

Ada satu judul musik klassik yang saya paling suka, "Blue Danube" karya Johan Strauss.
Ternyata judul lagu itu terinspirasi dari nama salah satu sungai disana.
Konon,Sungai itu dulu pernah berwarna biru karna tinta dari buku2 ilmuwan muslim yang ditenggelamkan pihak musuh setelah Islam Jatuh.
Mereka mengklaim penemuan2+pemikiran2 muslim sebagai milik mereka.

Hhmmm...jadi rindu denga zaman keemasan Islam.....

stock photo : Ancient moorish style door in Toledo, Spain 







 











Wednesday, 11 July 2012

DI PINTU RAMADHAN





Wahai Robb ku....
Sebelum sampai langkahku di depan pintu gerbang Ramadhan
Ku kuatkan hati untuk berani menemui MU
Walaupun setan tertawa di sekelilingku,dan menakut nakuti aku dengan KemurkaanMU

Baju yang ku kenakan ini penuh lumpur dosa
Mata dan tangan ku penuh maksiat
Dihadapan manusia aku merasa tidak layak tampil
Dihadapan para ulama bersorban itu,aku merasa bodoh

Tapi....
diatas pintu gerbang RamadhanMU..
Kulihat ada cahaya Rahmat
Aku seperti anai2 yang tertarik untuk menghampirinya....

Sungguh...aku tak akan suuzon padaMu
Tapi Sebelum pintu ku ketuk...
Baiknya ku pilih dulu kata-kata yang bisa membuatMu mengasihani aku...

Ya Allah...
Kasih sayangMu pasti melebihi kasih sayang seorang ibu
yang tersayat kala mendengar anaknya menangis kesakitan diruang ICU
Kasih sayangMu pasti melebihi seorang Ayah yang lama mencari
anaknya yang tersesat

Dosa2ku kemarin telah menyiksa bathinku
Penyesalan menghiasi malam2ku
Aku maluuuu padaMu ya Allah...
Menjunjung namaMu diterangnya hari,tapi mencampakkannya di kegelapan
Zikir dan shalawat kulantunkan,tapi hati berselingkuh
Mungkin malaikatpun dengan kesal mencatatnya

Ya Robb,
RasulMu mengajarkan,bahwa dengan merasa berdosa dan mau mengakuinya
maka :
terhindarlah manusia dari Ujub (merasa suci).
terhindarlah manusia dari rasa Kagum terhadap dirinya sendiri.

Mengharap ampunanMu membuat aku selalu ingat padaMu,
dan memupuk rasa takutku padaMU
Ancaman nerakaMu dlm Al-Quran seolah ditujukan kepada diriku saja.

Bukankah Engkau lebih menyukai
orang yang menyesal tdk tahajjud krn terlambat bangun,
daripada orang yang bangga karena telah melaksanakan tahajjud??

Raja-raja boleh mentup semua pintunya
Manusia boleh menutup semua tirainya
Tapi hanya 1 pintu yang selalu terbuka.....

Terimalah taubatku  ya Roob...

Tuesday, 10 July 2012

BELAJAR DARI PAK INING

Kalau liat Pak Ining, penampilannya amat...amat sederhana.Setiap lewat didepan rumah, sering berpakaian  sama. Warna peci hitam sudah pudar kekuningan. Selalu bawa karung besar  dan sabit.
Beliau rutin membersihkan pemakaman,jadi kehadirannya cukup saya ketahui bila ada asap membumbung membakar ilalang2 dan daun kering.

Saya tak pernah berbicara dengannya selain senyum. Beliau ramah,diusia yang  ke 80 tahun  hanya hidup ber 2 dengan istrinya yang cacat kaki di gubug kecil, pinggir kali. Yang saya dengar pekerjaannya hanya mengajar anak-anak kampung mengaji.

Tahun 2000 yang lalu,mertua saya  meninggal di State.Setelah mengalami koma lebih dari 1 tahun pasca operasi By pass jantung,akhirnya dengan rasa duka saya harus menerima peti jenazah almarhum yang saya sayangi dan hormati itu di ruang peti kemas Bandara. Sedih lihat nama dan alamat saya tertulis besar-besar di peti kemas berisi peti mati mertua.

Jenazah harus segera dimakamkan,karna sudah 10 hari di balsem+1 hari lebih dalam perjalanan.
Tanah makam sudah saya pesan beberapa hari sebelumnya melalui petugas makam yang biasanya jadi perantara antara pemesan dengan pemilik tanah. Dengan membayar uang yang lumayan besar waktu itu.

Ba'da sholat jumat jenazah di sholatkan,kemudian siap dibawa ke makam.
Tapi diluar masjid saya diberi tau bahwa Uang makam yang telah saya serahkan tidak pernah diterima oleh pemilik tanah,dan tidak pernah ada izin darinya.

Saya kecewa pada petugas makam yang "nakal" itu, dan sedih karena merasa tidak pandai memegang amanat dan kepercayaan  keluarga. Sementara semua sudah saya upayakan maksimal.
Bagaimana dengan waktu yang sudah mepet seperti itu? Haruskah menunggu dan mencari lagi ?

Doa terus saya panjatkan sambil memikirkan jalan keluarnya....Saya berharap Allah memudahkan segala urusan .
Alhamdulillah....ternyata lobang yang telah digali itu bukan ada di area pemilik yang protes tadi,tapi di tanah wakaf milik orang lain yang bersebelahan tanpa tanda batas. Para pelayat yang tinggal disekitar makam mengabarkan agar pemakaman jenazah terus saja dilaksanakan , katanya pemilik tanah sudah mengikhlaskan.Apapun urusannya bisa dilanjutkan setelah acara selesai.

Rasa syukur saya tak terkira,karna pertolongan Allah begitu dekatnya.
Duka dan Air mata belum lagi kering,dan kepala masih sakit mungkin karna banyak menangis dan kurang tidur.Ingin hati bisa  istirahat sejenak setelah pemakaman usai,tapi tugas belum selesai krn harus musyawarah  dengan keluarga  mengenai biaya makam lagi .
Selain itu saya harus minta alamat pemilik tanah dari warga disitu.


Tapi ternyata ...
saya tidak perlu mancari alamatnya. Sang pemilik itu sudah ada dirumah saya.
Dia datang takziah sedari awal sebelum mobil jenazah tiba...dia lah Pak Ining !

Siapa yang menyangka? Bapak yang tergolong dhuafa itu telah lama mewakafkan luas tanahnya untuk pemakaman warga dhuafa namun ada juga yang barstatus sosial /ekonominya melebihi dirinya?
Tanpa tarif dan tak pernah ada iuran rutin ! bahkan sampah dan ilalangnya pun dia sendiri yang membersihkan,tanpa upah !
Tak satu katapun yg keluar dari mulutnya,saat tau tanah wakafnya digali dan membawa "keuntungan" untuk pihak lain.

Subhanallah..... Beliau adalah guru saya, yang menasehati,bahwa HARTA bukanlah ukuran KEMULIAAN,dan amal seseorang tidak nampak dalam pakaian atau penampilan.
Boleh jadi,orang yang kita anggap lemah ilmu ternyata dialah pemilik ilmu sesungguhnya..
Tidak jarang seseorang nampak seperti nabi di siang hari,tapi menjadi Firaun  ditengah gelapnya malam.

Pak Ining,sekarang sudah meninggal...
Letak makam jauh dari rumahnya, jauh dari tanah wakafnya...Sampai sekarang,disaat2 tertentu saya masih menyaksikan asap membumbung,Pak Omat adik almarhum meneruskan pekerjaan itu...

Kepergian beliau meninggalkan jejak mulia,tidak hanya bagi murid2nya,tapi juga bagi tetangga dhuafanya yang kerap mendapat bagian setiap almarhum mendapat daging Qurban atau infaq...
Bagaimana dengan kita?






SI FAKIR YANG DERMAWAN...


'kafilah' bukan 'kalifah' (ilust eyeoflibya.com)

Tersebutlah kisah salah seorang sahabat Rasulullah SAW, dia adalah Ulbah bin Zaid. Dia bukanlah termasuk sahabat Nabi  yang terkenal sebagaimana Abu Bakar dan Umar. Pada kisah hidupnya kita akan melihat potret kedermawanan si faqir. Bagaimana seorang faqir bisa disebut dermawan ? bukankah biasanya kata dermawan disematkan kepada orang yang cukup hartanya lalu dia bersedekah dan berinfaq dengan hartanya itu ?

Sekitar bulan Sya’ban di tahun 9 H, ketika itu musim paceklik sedang melanda kota Madinah dan sekitarnya, perekonomian kaum muslimin juga sedang sulit-sulitnya, musim panas sedang berada di puncaknya, angin di musim itu juga membawa hawa panas, debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah. Kulit serasa diiris, mata perih seperti perihnya luka yang diteteskan dengan air cuka. Di musim panas seperti itu biasanya penduduk kota Madinah lebih suka menetap di rumah, atau tinggal di kebun-kebun mereka sambil memetik kurma muda yang memang sedang ranum-ranumnya, karena pohon kurma berbuahnya justru pada musim panas.

Pada saat itu tersebarlah berita bahwa bangsa Romawi yang merupakan bangsa dan kerajaan terkuat dan tebesar pada masa itu, sedang melakukan persiapan besar-besaran akibat ketidakpuasan mereka akan hasil Perang Mu’tah yang mana pasukan Islam yang jumlahnya hanya 3000 pasukan berhasil menahan gempuran 200.000 pasukan gabungan Romawi dan beberapa kabilah yang musyrik.


Kasak-kusuk pun merebak di kalangan kaum muslimin akan adanya pembalasan pasukan Romawi yang akan menyerang daerah yang telah dikuasai kaum muslimin dan bahkan menuju kota Madinah. Disinilah letak kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, dia diselipkan oleh catatan sejarah didalam peperangan Tabuk yang nantinya perang ini merupakan peperangan terbesar antara kaum muslimin dengan kaisar Romawi. Tidak biasanya Rasulullah SAW mengumumkan secara langsung akan kemana tujuan peperangannya.

Berbondong-bondong mereka ke kota Madinah, tahu mereka bahwa Nabi mereka meminta bantuan ummatnya. Maka beliau mengajak para dermawan untuk menginfakkan hartanya demi keberangkatan pasukan prihatin ini (Jaisyul Usroh). Kenapa disebut pasukan prihatin ? bagaimana tidak, keadaan mereka sangat miskin, di saat musim paceklik, satu onta harus bergantian untuk delapan belas orang pasukan perang, makanan mereka adalah dedaunan agar sekalian dapat airnya, bahkan terkadang harus memotong seekor unta agar dapat air dan makanan sekaligus.
Maka pada saat itu tersebutlah Ulbah bin Zaid Al Haritsi, seorang yang sangat faqir, tidak memiliki apa-apa diatas dunia ini, seorang dari golongan Anshor dari kabilah Aus, tatkala dia menyaksikan kesibukan kaum muslimin dalam persiapan jihad ke Tabuk, melihat seluruh kaum muslimin dari berbagai pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya Madinah, datang berbodong-bondong kemudian memancang kemah, sambil membawa apa yang mereka miliki dari senjata dan kendaraan, memancang kemahnya menunggu hari keberangkatan. Dia juga melihat transaksi di pasar-pasar Madinah banyak transaksi yang terjadi dialog berhubungan dengan persiapan perang, dari mulai kuda, unta, panah, pedang, tameng besi dsb. Dia menyaksikan itu semua dengan kesedihan yang sangat mendalam. Semua orang telah membeli perlengkapan perangnya, sedangkan dirinya... apa yang dia mau persiapkan..? kalau hendak membeli, mau beli pakai apa? Uang satu dirham pun ia tidak punya. Apalagi pagi itu dia mendengar Rasulullah SAW mengatakan : man jahhaza jaisyul usroh falahul jannah

Maka semakin terbenamlah serasa dirinya ke dalam bumi, hancur luluh serasa hatinya, sedih hatinya, semua orang mendapatkan surga kecuali dirinya.Ditambah lagi Rasulullah SAW mensyaratkan siapa yang mau ikut berperang harus membawa alat dan kendaraan perang sendiri. Dilihat juga oleh Ulbah bin Zaid ketika dia duduk di masjid Nabawi, dia melihat Rasulullah dikelilingi para sahabat, tiba-tiba datang Abu Bakar sambil membawa semua harta yang dia punya sejumlah 4000 dirham.

Ketika ditanya oleh Rasulullah SAW “ Ya Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”
Abu Bakar menjawab, “aku tinggalkan untuk mereka Allah dan RasulNya”.
Rasulullah SAW pun bersabda,” Tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku sebagaimana bermanfaatnya harta Abu Bakar”.

Umar pun datang dengan membawa setengah hartanya. Utsman bin Affan membawa seribu dinar dalam pakaiannya, bahkan kafilah dagangnya yang hendak berangkat ke Syam sejumlah dua ratus ekor unta lengkap dengan barang-barangnya dia keluarkan sedekahnya, ditambah lagi dengan seratus ekor unta, lalu ditambahnya lagi seribu dinar uang kontan. Rasulullah pun berdoa:
Ya Allah, (aku mohon padaMu) ridhoilah Utsman, sesungguhnya aku telah ridho padanya ”

Tidak lama kemudian datang pula Abdurahman bin Auf sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak, datang pula ‘Abbas bin Abdul Mutholib , Tholhah bin ‘Ubaidillah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, yang mereka semua berinfaq di depan mata Ulbah bin Zaid. Dia juga melihat kedatangan orang-orang yang kurang berada membawa infaq semampunya, dimulai oleh ‘Ashim bin Adiy mebawa 70 wasaq kurma, ada yang membawa dua mud bahkan satu mud kurma, tidak satu pun kaum muslimin yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin. 

Ketika senja telah beralu dan malam pun tiba, Ulbah berusaha memejamkan matanya, tapi bagaimana mau dipejamkan matanya sementara hati masih berdebar-debar, pikiran masih galau, apa yang bisa dilakukannya selain membolak-balikkan badannya di atas tikar yang lusuh hingga tengah malam. Akhirnya dia bangkit, timbul sebuah ide, sebuah pemikiran dalam dirinya, yang kiranya apabila dia melaksanakan idenya ini mudah-mudahan dapat mengurangi kegundahan hatinya. Lantas Ulbah berwudhu dan melaksanakan sholat malam, apalagi yang bisa dilakukan oleh orang yang sengsara dan bersedih hati selain bermunajat kepada Allah Yang Maha Pemurah..?? bagi orang yang mendapatkan kesusahan kecuali dia mengadukan kepada Sang Khaliq…(do’a Nabi  Ya’qub, sebagaimana surat Yusuf : 86)

Di dalam sholatnya dia pun menangis, adakah anda pernah melihat seorang yang gundah mengadukan semua keluhan dan kegundahannya dengan menangis kepada Rabb Yang Memiliki isi langit dan bumi..? dia sebutkan kefaqirannya, dia sebutkan kelemahannya, dia sebutkan ketidakberdayaannya, dia minta kepada Allah jangan sampai kefaqirannya dan ketidakmampuannya berinfaq pada persiapan perang Tabuk ini menggeser kedudukannya dibanding sahabat-sahabatnya kelak di surga, jikalau aku Engkau buat susah di dunia, janganlah pula Engkau jauhkan aku dari surgamu. Diantara doanya adalah:

“Ya Allah, engkau perintahkan kami untuk berjihad, engkau perintahkan kami untuk berangkat ke Tabuk, sedangkan engkau tidak memberikan aku sesuatu apapun untuk bekal berangkat berperang bersama RasulMU,maka malam ini saksikanlah ya Allah...sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari perlakuan zhalim mereka terhadap diriku, maka inilah kehormatanku aku infaqkan di jalan-Mu, jika ada seorang muslim menghinakan dan merendahkan diriku, maka aku infaqkan itu semua di jalanMu Ya Allah..tidak ada yang dapat aku infaqkan sebagaimana orang lain telah berinfaq, kalau sekiranya aku punya sebagaimana mereka punya akan aku infaqkan untukMu, maka yang aku punya hanya kehormatan sebagai seorang muslim, kalau engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah kehormatan ini aku sedekahkan untukMu malam ini…”

Alangkah jernihnya doa tersebut…keluar dari hati seseorang yang tidak punya apapun di dunia ini melainkan kehormatan, alangkah teduhnya ucapan di malam hari yang gelap, semua sedekah tidak sehebat sedekahnya. Esok shubuh Rasulullah SAW memimpin sholat berjama’ah, hadir pula Ulbah bin Zaid. Telah ia lupakan air mata yang tumpah bercucuran di tikar lusuhnya tadi malam, ia lupakan karena telah dibasuh oleh air wudhu yang baru. Akan tetapi Allah tidak pernah lupa, Allah tidak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Kejadian di tempat yang sepi tersebut dikabarkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril. Selesai sholat Rasulullah SAW berdiri kemudian  bertanya:
"Siapakah yang bersedekah tadi malam "?

Ternyata tidak ada yang berdiri, karena merasa tidak bersedekah tadi malam.
Akan tetapi Rasulullah SAW mendekati Ulbah dan berkata, “sungguh ya Ulbah, sedekahmu malam tadi telah diterima oleh Allah Ta’ala sebagai sedekah yang maqbul..!!”

Bagaikan aliran listrik yang langsung mengalir ke jantung Ulbah bin Zaid, laksana halilintar dahsyat menghantam dirinya, karena dia sama sekali tidak mengira, cahaya kebahagiaan langsung memancar dari dirinya.

“Benarkah ya Rasulullah??....benarkah sedekahku yang tadi malam yang tidak ada apa-apanya itu diterima Allah...??” tanyanya penasaran seolah-olah tidak percaya.

Maka Nabi pun menyerahkan 6 ekor unta kepada Ulbah bin Ziad dan tujuh orang temannya untuk berangkat ke medan jihad, peperangan Tabuk…peperangan yang atas izin Allah dimenangkan oleh kaum muslimin, ditandai dengan menyerahnya negara-negara boneka Romawi, dan semakin berkurangnya daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

Tuesday, 3 July 2012

BERAT DI ONGKOS


butir-butir air mataku mengalir bagaikan air yang mengalir dari hilir
kumenangis sendirian didalam kamar karena yang lain sedang pergi kepasar
kuingin berteriak keras biar orang seluruh dunia pada mendengar
tapi sayang suaraku terbatas terdengar sampai kelurahan paling pol sekecamatan

engkau kejam engkau sadis kekasihku yang egoistis tapi manis seperti pala manis
kau putuskan tali cintaku yang tebal seperti tambang kapal
hatiku kini hancur luruh bagaikan cermin yang jatuh dari helikopter
tak mungkin bersemi lagi

kini tiada lagi cinta yang tinggal cuma celana kolor
hidup trasa hampa udara napasku sesak seperti menghirup asap tabunan
kan kubawa luka hatiku berlari marathon lewat jagorawi
smoga aku dapat melupakan wajahmu yang bulat seperti bangkuang bogor
o..ho...ho kekasih....o..ho...ho....ho...

kucoba mencari kekasih yang baru melalui pos jodoh di koran-koran
kiranya cintaku mendapat sambutan hangat dari seorang perempuan turunan pakistan
data-datanya lengkap umur 49, anak delapan, kontrakan rumah tinggal sebulan
aku pikir oke dah daripada mati gak ada kuburannya



Tiap hari aku repot ngerawatin anak-anaknya yang bejibun
Pagi kerja dikantor pulangnya mandiin anaknya yang kecil yang gede perawan dilarang
apalagi aku harus membeli tempat tidur tingkat sebanyak empat buah
karna tiap orang tidur berduaan
sedang aku tidur ditikar saja berdua istriku
o..ho...ho pegel smua....o..ho...ho....ho...

kirakira perkawinan berjalan empat bulan setengah lebih empat hari
aku ajak istriku jalan-jalan kepasar ikan beli ikan asin tiga ons
tiba-tiba dia lari menemui seorang laki-laki yang katanya suaminya yang lama
tinggal aku bengong sendirian seperti kambing congek dilapangan


BALADA CINTA BLEPETAN




Dulu kau bilang bahwa kau sangat 
menyintai diriku 
Tapi nyatanya kau selalu  mengelak 
ketika kudekati 

Dan yang paling, sangat ,terlalu 
menyakiti hatiku 
Kau lupakan janji yang kita ucapkan 
di bawah pohon mengkudu

Waktu ku tunggu kau 
di bawah jembatan Semanggi
Kira-kira setengah delapan 
Kau tidak datang 
malah kau utus adikmu yang pitak itu

Adikmu bilang 
kau sedang sakit ucus buntu 
Nyatanya kau pergi 
dengan kekasihmu yang baru 

Duduk di rumput 
menikmati cahya bulan sabit 
Berdua pacarmu
sambil mendengar lagu Ebiet 

Kulihat pipimu di cubit -cubit 
Rasa dongkol dihati ku ingin sambit 
Mentang-mentang aku sudah tak berduit 
Kau hempaskan aku ke dalam parit

Kapling, tv, kulkas dan rumah baru 
Amblas semua kau telanjangi aku...huuu 

Orang bilang kau bukan jodohkulirik dari MelOn.co.id 
Mereka tidak tahu berapa kerugianku 
Total jendral tiao-tiao-tiao 

Tadinya aku rela berkorban 
demi cintaku  
Akhirnya aku banyak hutang 
kau tak mau tahu 








Monday, 2 July 2012

CINTAKU DI BLOKIR


Lirik  dari salah satu lagunya Benyamin.S. yang saya suka.
Nyanyi nya seperti "ngedumel" tapi nada nya tetap pas. 


CINTAKU DI BLOKIR

Jan 20, '09 8:05 AM
untuk semuanya

Cintamu butek bagaikan air sungai ciliwung yang mengalir kuning di pusat kota betawi…
walaupun kata katamu indah bagaikan sair lagu Rinto Harahap anak Medan yang tinggal di peluit sakti…
kau permainkan aku bagaikan anak kucing mempermainkan bola bekel di pelataran rumahmu yang sempit itu….
janji janjimu palsu seperti janji janji kolonialis yang pernah menjajah negeri kita tersayang ini…


tapi ingatlah hai kekasih hukum karma sebentar lagi berlaku pada dirimu…
kau sakiti hatiku sehingga terasa pedih seperti ketika kutilku dicabut…
betapa hancur perasaanku yang robek ini…seperti terigu
awas lu nanti kalo liwat sendirian dijembatan…


aku menangis sendirian dimalam sepi tiada yang menemani, ronda pun nggak keliatan…
ingin kuadukan kepada polisi tapi sayang semua tidak ada bukti buktinya…
engkau kejam…, kekasih..kejam…, gila lu !!!!…hatiku bertambah sedih….


kalau aku tau bakal jadi begini buntut buntutnya terakhir, pasti aku tak pegang buntutmu….
tak mungkin aku dulu mau menolong bapak mu ketika digonggong anjing tuan Helen didepan rumahnya…
dari kecil kau ku incer siang malam, ngga bisa tidur, ngga bisa makan, terbayang wajahmu…
tetapi sekarang kau sudah besar, sudah montok, sudah demplon, seperti pepaya gantung mateng dipohon…orang yang siangin....