Wednesday, 21 November 2012

MENINGGALKAN KALIMAT ISLAMI

Sering saya dengar kata-kata seperti :

"Indah pada waktunya"
"Rencana Allah selalu indah"
"Dia sudah ada di syurga"
"Dan malaikat itu bernama(....)"
 "Oh my god.....!"
"God bless you..!"


Dan itu keluar dari mulut seorang saudaraku seiman (muslim).Bagaimana mungkin ??
Padahal kita punya junjungan dan panutan yang sama.Yang mengajarkan bahwa Allah sudah menyiapkan kalimat yang baik untuk segala keadaan.Jika mencintai Allah pasti lebih suka segala sesuatu yang dipilihkan Allah untuknya.Dan pilihan Allah selalu tepat dan terbaik.

Indah pada waktu nya,dan Rencana Allah selalu Indah:

Adalah isi ayat injil  (3: 1-15) .Pengkhotbah 3 (pengkhotbah 3/PKH/Ecclesiatess 3) yang paling banyak digunakan pada injil saat ini.

Dia sudah ada di syurga:

Tak sedikit muslim yang percaya bahwa orang2 yg telah wafat sudah tenang di alamnya,bahkan sudah menempati syurga,berpatokan pada istilah RIP  (Rest in Place) yang tertera di setiap makam kaum Nasrani.

Padahal dalam ajaran Islam, semuanya berada di alam alam Barzakh (Boarding Room).Mereka menunggu di ruang penantian sampai Hari Qiyamat dan Hari Hisab yang jarak waktunya tidak pernah kita ketahui. Syurga dibuka setelah manusia bangkit dari kubur2nya,dikumpulkan,diberi kitab amal,ditimbang amalnya,dan setelah melewati Shirot.Itupun harus antri dari sekian milyar manusia,generasi sebelum dan sesudah kita.

Syukur,bagi yg sudah banyak menanam deposito jariah selama di bumi,dia bisa tenang menunggu sambil terus menerima transfer-an doa dari anak2 shalehnya atau dari orang2 yang pernah menerima kebaikannya.
Berbahagia juga mereka yang pernah membangun MLM di bumi.Ilmu dan hartanya bermanfaat dan terus beranak.

Tapi bagi yang perampas haq orang lain dan  meremehkan aturan Allah,tentu terlalu berani bila kita mengatakan mereka beristirahat,malah ada masalah baru yang lebih besar dan lebih dahsyat.Bukankah jelas dari kisah-kisah Rasulullah bahwa siksa Kubur itu ada ???

Rencana Allah selalu Indah:
Dalam Islam dikenal dengan "Qadarullah" atau Ketetapan Allah,kita wajib meng-imani "Qadar baik dan buruk".Setiap manusia punya takdir buruknya masing2.Bisa diawal,ditengah,atau diakhir perjalanan kehidupan.Namun masalah  taqdir ada ilmunya tersendiri.Mempertanyakan dan Membicarakannya harus pada orang yang tepat.

Sikap kepada Malaikat:

Mengimaninya adalah bagian dari rukun Iman.Nama-namanya sudah tercantum dalam Al-quran.Penciptanyalah yang berhak dan lebih tau tentang mereka.Kita hanya patut menghormatinya dan tidak pantas memberi mereka nama sesuai dengan keinginan /nafsu kita.

OMG dan GBU.

Kalimat2 thoyibbah seperti hadiah buat Muslim. Diibaratkan seorang kekasih memberi tahu pasangannya,panggilan apa yang paling di sukainya,senang bukan ??
Kita seperti di beri kesempatan dan diberi kemudahan untuk menyampaikan risa cinta dan rindu kita pada Khaliq kita.Itu tidak ditemui pada kitab2 suci lain.....!!
Subhanallah,Alhamdulillah,Allahu Akbar....! Adalah merupakan pujian yang seharusnya selalu membasahi bibir-bibir muslim..

God bless you,adalah  "Yarhamukallahu" (semoga Allah merahmatimu..),banyak lagi ucapan2 mengandung doa yang telah Rasulullah ajarkan.

Seorang sahabat saya di San Francisco-USA mengatakan,ada moment paling  menyenangkan disana,saat bertemu dengan wanita2 muslim berkerudung,dari berbagai macam warna kulit saling menebarkan salam dan  kalimat thoyibah dimanapun mereka bertemu,tanpa ragu,percaya diri,dan penuh kasih sayang.....
Mengapa harus malu dan asing dalam menggunakan ucapan2 islami ? Sementara teman2/org2 non muslim di sekitar kita ada yg dengan mudahnya meminjam kata2 Insya Allah...Alhamdulillah...Ya Allah...dll.

.








No comments:

Post a Comment