Thursday, 27 December 2012

BAPAK KU

Begitulah Bapak.Dari dulu tidak berubah.
Kalau aku datang,beliau yang menentukan di kursi mana aku harus duduk.
agar enak jalannya pembicaraan diantara kami.
Setelah menanyakan cucu-cucu,keluarlah buku kumpulan puisinya.
dan...pasti !! seperti yg sudah2,
aku harus membacanya dg alunan yg pas !!
persis seperti bacaanku dulu sebelum berumah tangga.

Aku membaca saja.....
Dari sekian puisi hanya sedikit yang mudah ku fahami.
Sering aku terhanyut dalam paparan keindahan ungkapannya
tentang kerinduannya pada Ambon Manisee...

Bila ada yang tidak ku mengerti
Muncul suka cita di wajahnya ! dengan semangat beliau menerangkan
terkadang keluar air matanya,dan nafas tersekat.
sudah kuhafal,pasti ada jeda....

Sejenak pandangannya menerawang
berusaha pelan2 menjelaskan tentang suatu makna
dengan suaranya yg agak bindeng krn tangis
Ungkapan cintanya pada Allah dan alam
membuatku terbawa arus....

Akhirnya....
Aku dan Bapak sama-sama berenang di laut cintanya Allah




No comments:

Post a Comment