Wednesday, 2 January 2013

FATWA ??

Bila anda berkendaraan di tempat asing dan jauh dari keramaian, anda tentu butuh petunjuk  (peta) ,nama jalan dan rambu. Adanya peta dan rambu membuat perjalanan lancar, hati tenang,tujuan tercapai.Anda siap dengan segala keadaan didepan .Rambu juga menghindarkan  dari perselisihan bila beda pendapat dengan teman seperjalanan .

Beda jika anda  tidak punya tujuan jelas , ingin melihat-lihat saja menikmati pemandangan sekitar.
Tapi anda tidak akan berani beranjak lebih jauh lagi. Tanpa petunjuk tentu menyusahkan pada akhirnya.

Ummat Islam  selalu mengalami tantangan dan perubahan,maka Allah SWT dengan Ilmu dan kasih sayangNya menyiapkan Peta dan  rambu-rambu yang akan membuat nyaman hambanya.
Allah tidak mau kendaraan kita rusak karna terperosok,atau waktu dan tenaga kita habis sia-sia dan tujuan tak tercapai.

Kita ummat Baginda Rasulullah SAW mendapat bonus khusus,yg tidak dimiliki ummat lain.
Allah swt amat.... amat...faham,kita akan dihadapi masalah yg kompleks disetiap perubahan zaman,banyak sekali tantangan dalam pemikiran dan pemahaman,sementara tipuan duniawi,bujukan kaum yg tdk senang umat islam berpegang pd tali Allah,semakin gencar. Akidah kita dengan mudah di ganggu,lantaran pemahaman umat akan ilmu aqidahnya  minim.

Maka atas kemurahan dan petunjuk Allah ,Dia menurunkan ahli-ahli ilmu agama untuk menyelamatkan umat.
Bunyi hadist nya begini :

"akan senantiasa ada diantara ummatku sekelompok orang yang tampil membela kebenaran,tidak membahayakan mereka orang2 yang menelantarkan mereka sehingga datang "ketetapan Allah",sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian" (Hadist Muslim)

Merekalah ahli ilmu agama.....!! Yang Allah telah jamin keamanan dan kuatnya kata-kata mereka ! Tidak ada yang bisa menyelisihi kebenarannya walaupun musuh Allah menginginkannya.
Mereka berkumpul dengan membawa masing2 latar belakang keilmuannya.Menanggalkan kepentingan pribadi/kelompok,kepentingan ummat tujuan utamanya dan wajib di letakkan diatas 2 kekutatan yaitu Quran dan Hadist/Sunnah.

Karna niat mereka yang bersih,maka bila keputusannya ada yang masih mentah maka Allah tetap memberi mereka pahala. Dengan berjalannya waktu kelak akan sempurna.

Mereka di sebut MUJTAHID..kesepakatan mereka disebut IJMA. Dasar acuan (Mustanad) nya adalah Quran dan Hadist. 1 kelompok  saja suaranya bertentangan dengan suara mayoritas,maka tidak bisa disebuut IJMA.
Mengabarkan keputusan mereka itulah yang disebut dengan FATWA.

Kwalitas fatwa harus tetap terjaga.Para ahli,akademisi,praktisi,hukum islam diseluruh dunia berkumpul rutin .
Idonesia menjadi tuan rumah Konfrensi Internasional tentang fatwa tahun 2012 yang diselenggarakan di Jakarta.Ini merupakan kerja sama Kementrian Agama dengan Rabithah Alam Islami (The Muslim World League)



Tidak sembarangan orang yang bisa berfatwa. Para Mujtahid adalah para petugas yang menancapkan rambu2 Allah tadi,maka ia harus datang lebih dulu dan menguasai medan. Dengan ilmunya dia tau persis mana tempat rawan dan tanda-tanda/gambar apa yang harus di tampilkan agar mudah di terima,mudah difahami,oleh pengguna jalan.
Dan INGAT !! tujuannya  semata-mata untuk MENYELAMATKAN.



SYARAT -SYARAT MUJTAHID

1. MENGUASAI BHS.ARAB.

Mujtahid harus 'Alim/menguasai ilmu Lughoh/Bahasa Arab,Nahwu dan Shorof.
Bahasa arab yang dipakai (Arab Fusa) beda dengan Bhs.Arab sehari-hari (Arab Amiya).
NAHWU adalah ilmu yang menbahas satu-satu tanda huruf dan tambahan huruf. Huruf ada yang ditambah dan dikurangi,tergantung dia bertemu dengan kalimat apa di depannya. Seperti seseorang yang berubah suasana hatinya saat bertemu dengan orang yang dia benci atau bertemu dengan orang yang dia cinta.

Salah menaruh  huruf maka akan salah arti,bahkan bisa berarti yang sebaliknya. 
Ilmu Nahwu membahas   mengapa harus ditulis "Alhamdu",kenapa tidak alhamdi atau alhamda ??
Huruf arab hurufnya ada yg terlihat ,ada yang tersembunyi,ada yang dibaca dan ada yg tidak dibaca,dan ada
 hukum yang mengatur kapan diletakkan huruf a,i,u,waw,dan ya.

Saya pernah beberapa lama mempelajari bhs ini,tapi hanya faham basic, tanpa  menguasai. Baru sekarang alhamdulillah dimudahkan,krn penasaran, ingin langsung menikmati arti kalau dengar orang baca Quran .Saya harus berpacu dg umur . Dulu gagal mungkin karna  mudah menyerah begitu melihat huruf di pecah-pecah dan punya efek untuk kalimat setelahnya.

Bhs Arab juga rentan salah arti bila salah bunyi.Misalnya "Asyhadu" (bersaksi),bila di ucap "Ashadu" (macan),
atau "Qul" (katakanlah) ,bila bi ucapkan "Kul" maka berarti "Makanlah" ! Ilmu nya di sebut Makhrijul Huruf.

Adapun ilmu Shorof adalah "Mate-matikanya Bahasa".
Kalau Bahasa Indonesia punya 7 kata ganti orang (dia,kamu,kami,kalian,mereka,kita,saya) Maka bahasa arab punya 17 kata ganti. 
Dalam bahasa indonesia "kamu makan,saya makan,kami makan" kata MAKAN tidak berubah. Tapi dalam ilmu Shorof kata kerja bisa berubah sampai 21 kali. Hebat kan ??? maka Allah mempercayakan KitabNya dengan bahasa ini. Agar jauh dari kesalahan faham. Satu huruf saja yg salah maka seluruhnya akan rusak. Artinya akan aneh dan bukan merupakan 1 kesatuan arti.

Herannya lagi pecahan kata kerja tidak ada rumusnya,tapi harus di hafal.
Perubahan kata kerja menurut waktu,tempat,perintah,dan orang yang melakukan pekerjaan semuanya ada 198 perubahan.

2.MENGUASAI USUL FIQH + HADITS.

Seorang Mujtahid harus tau ilmu Usul Fiqh .Dalam artian bukan sekedar tau bagaimana Wudlu dan berapa rakaat sholat. Tapi mempelajari kenapa 4 rakaat? atau kenapa basuh muka ? Semua di gali hukum awalnya (namanya juga asal-usul).

Sedengkan usul Hadist tidak hanya menyelidiki keaslian hadis.Mana yang Shahih/benar,mana yang meragukan/Mardud,atau lemah/palsu/dhoif, tapi juga mengetahui asal-usul kedatangannya,tau perawinya,dan hafal (bukan hanya tau) hadist mana yang telah di hapus karna tidak jelas sumbernya atau tertolak.

3.CERDAS

Tidak diragukan kecerdasannya dlm berfikir dan  mengambil keputusan.Dia juga punya fikiran yang bersih,teliti dalam memeriksa dalil.Pendapatnya bukan dari menukil pendapat orang,tapi murni karna ilmu yang dipelajari.

4.HAFAL QURAN DAN HADIST

Dia hafal seluruh ayat Quran dan banyak hadist.Dia tau  sebab-sebab turunnya Quran/Asbabunnuzul, tau pula sebab turunnya hadist.Sebab kalimat yang disampaikan kepada umat tanggung jawabnya dunia akhirat. Ulama karbitan pasti tidak menguasai dalil dan  hal itu bisa membinasakan akidah  umat. 

APA FAEDAHNYA IJMA +FATWA ???

Faedahnya adalah menghindari perselisihan . Dan... mempermudah kita yang  belum tau atau tidak sempat membuka Quran dan Hadist .

Fatwa kadang di pandang sebelah mata,dan dianggap membatasi kebebasan.Padahal mereka lebih tau dampak kedepan dalam masalah Aqidah.
Muncul pertanyaan : Kenapa tidak boleh ber-Valentine day ?? Kenapa tidak boleh mengucapkan Natal ??
Anda kecewa ??  anda punya  dalil ?? Bila Ya ,maka hadapilah mereka !

Hasil fikir/akal kita kelak diminta pertanggung jawabannya...
Jika rambu telah ditancapkan tapi kita tidak mau memperhatikan ,maka kita sendiri yang akan rugi.
Akidah kita tidak lagi murni,lama kelamaan Islam menjadi sesuatu yang asing,diasingkan oleh pengikutnya sendiri. Memegang Islam seperti memegang bara api. 

Pesan Baginda Rasul :
"Islam muncul dengan aneh,dan akan kembali aneh di akhir zaman" Beruntunglah orang2 yang aneh (Ghurroba).
Mereka memperjuangkan keyakinannya yang akan direbut, meskipun harus menggigitnya dengan geraham."

No comments:

Post a Comment