Wednesday, 9 January 2013

Sedekah Kuping




Bila menghadapi teman atau siapa saja yang curhat, kita sering punya keinginan bisa membantu cari jalan keluar,atau sekedar kasih  advice/ide ,siapa tau bisa  meringankan sesak dadanya.

Seperti seorang ibu yang saya temui dalam perjalanan. Saya selalu bersyukur bila teman duduk saya seorang Perempuan, rasanya nyaman,lebih bebas ganti2 posisi saat duduk.

Dari sapa-an awal, sudah saya tangkap  kalau dia sangat terbuka,apa adanya.
Betul ! Bis baru saja bergerak dia sudah memulai membuka percakapan. Mula2 bicara cuaca,lama-lama merembet ke anak2nya...suami...dst...dst...sampai ke permasalahan dan endapan hatinya.

Sedikit saya mencoba beri  saran,tapi  di patahkan. Akhirnya saya memilih diam dan mendengarkan. Sebab menurut saya ibu ini sebetulnya tidak butuh solusi,dia cuma butuh orang yang mau "mendengarkan".Kasihan juga.....:(
2 jam lebih perjalanan saya hanya menampung, mungkin ini bentuk pertolongan saya.
Bukankah wujud pertolongan tak sewarna?  

Jelang kami berpisah,saya bahagia lihat wajahnya sumringah. Tulus namun sedikit memaksa,dia ajak  saya naik Taxi  untuk melanjutkan perjalanan. 
Berkali-kali ucapan terimaksihnya mengucur sebelum saya turun.
Hhhmmm.....dalam waktu sekian jam saya jadi tau lika-liku 1 keluarga, mulai dari karakter , isi dapur sampai isi dompet.

Lucunya sampai kami berpisah  dia tidak tau siapa nama saya.?:)
Kecewakah ? Tidak!.. Malah  saya bersyukur, tak ada nasihat yang keluar dari bibir saya. Sebab penglaman mengajarkan, Allah selalu minta bukti ! KITA DI NASEHATI OLEH NASEHAT KITA SENDIRI  !

Mudah2an apa yang saya lakukan termasuk "sedekah kuping ".
Dan permasalahan yang tertampung tadi  tidak mengganggu kekhusyuan solat saya. Sebab masalah saya sendiri pun sudah langganan bermain-main di atas sajadah.




No comments:

Post a Comment