Thursday, 31 October 2013

Dimarahi Dokter ( Scoliosis)


Gambar milik : Zullies Ikawati's Weblog


Bayangkan bu !.....saya tuh  merasa batu besar tiba-tiba menimpa kepala saya..
Waktu dokter bilang :  "anak ibu ada kelainan tulang atau SCOLIOSIS....! Masya Allaah..!!
"Saya blank !...sedih...dan kaget..!

Tapi tidak sampai situ saja, tiba2 dokter bilang :
"....Masa ibu tidak tau sih...?  Harusnya ibu teliti sama perubahan anak..! Memangnya waktu memandikan anak dulu,tidak diperhatikan...?

Teman saya bercerita dengan matanya yang merah merembang air mata.
Sungguh saya tak sanggup menatapnya....apalagi sumbang saran atau mencoba menyabarkan
Saya cuma terdiam.

Sudah pasti seorang ibu akan bertindak cepat jika tau dari awal. 
Masalah tulang seperti ini kan kasus seribu satu,tidak nampak...tak ada keluhan seperti penyakit lain..?

Tidak hanya anak teman,  keponakan sayapun kena.Dan kedua ibu itu sama2 dimarahi dokter.
Semoga dengan keterangan sedikit ini dapat membantu supaya pembaca yang bernasib serupa tidak terlalu sedih,khawatir/takut.

Scoliosis  adalah kelainan tulang punggung,tidak bisa disamakan denga penyakit biasa/organ tubuh .
Manusia normal bentuknya  tegak lurus,sementara penderita ini berbentuk huruf S atau C, nampak jelas pada hasil ronsen.
Saat usia kanak-kanak tak terlihat,tapi setelah SD,SMP,baru keliatan,misalnya :

-  Bahu kiri dan kanan tidak seimbang
-  Ada benjolan dipunggung kiri/kanan,
-  Kalau pakai rok/celana,gespernya tidak lurus.
-  Berdirinya agak miring
-  Lebih jelas lagi bila dia dalam posisi ruku', 

Pukulan pertama memang berat sekali..Tapi dengan berkonsultasi, bisa sedikit lega atas dasar ilmu,bukan main perasaan atau mengira-ngira.
Keputusan dokter hanya 2 yaitu Operasi atau Therapy. 
,Tergantung kemiringan tulangnya berapa derajat..?
Bagi yang 45 drajat keatas biasanya operasi. Dibawah itu bisa dengan jalan therapy alat menggunakan Kemben/Brush,atau bernang khusus yang diawasi dokter ahli.Tempatnya di Jl.Bangka-Jakarta Selatan.
Lama therapy ada yang 2 tahun bahkan lebih,tergantung kemiringan dan ketelatenan.
Pengalaman teman,ia membeli Brush seharga 4 juta-an,tapi hanya dipakai cuma 2 hari. Si anak tidak nyaman karna harus memakainya selama 18 jam/hari

Tindakan operasi punya perhitungan sendiri,melihat pada :

- jenis kelamin
- Usia
- Lambat atau cepatnya  pertumbuhan badan
- Mengganggu aktifitas sehari-hari atau tidak
- Kesiapan mental

Jika anak anda kemiringannya 25 drajat ,dengan perhitungan tulang tumbuh 2 drajat setiap tahun,maka bisa dihitung berapa derajat kemiringan tulangnya di akhir usia pertumbuhan. 

Febby (anak teman saya) kemiringannya sudah 57 drajat,sedang Nauval (Keponakan saya) 37 drajat.
Bagi anak perempuan,walau kemiringan sedikit dibawah 45drajat, baiknya operasi mengingat kelak ia akan hamil,perlu dudukan tulang yang aman.
Beda dengan laki2 atau orang dewasa perempuan yang sudah melahirkan.

Kemanapun anda berobat,pasti R.S.C.M jadi tempat rujukan,karna dokter ahli dan alat canggih kumpul disana. Tapi...mereka akan menunjuk lagi ke seorang dokter di RS.Bintaro,namanya DR.Luthfi ahli Sclerosis yang handal setelah seorang Profesor (lupa namanya) yg sudah terlalu tua,dan lemah tangannya .

Teman saya konsultasi sekaligus  memilih  DR.Luthfi untuk menangani. Alhamdulillah ...Febby  adalah pasien ke 600 yang berhasil operasinya.

Yang perlu di catat bagi anda yang mungkin punya keluarga/sahabat dengan kasus yang sama adalah:

- Jangan menganggap ini sama dengan penyakit2 lain seperti Jantung,Paru dll. Dia tidak berbahaya, kecuali kalau lama didiamkan dan menghimpit jantung hingga kadang penderita suka sesak nafas (Tapi beda dengan sakit jantung biasa...)
Ada seorang direktur aktif ,cuma minum obat sesak nafas sesekali,karna orang tuanya dulu tak memilih operasi. Dia tetap bertahan  sampai usia 50 tahun.

- Selama anak masih beraktifitas biasa, anda tak beralasan untuk panik,walaupun tetap harus periksa

- Jangan sembunyikan apapun dari anak. Terbukalah...dan lebih baik Bapak+Ibu+Anak datang  konsul bersama-sama ke ahlinya.Sebab menghadapi ini harus saling menguatkan dan meyakinkan. Perlu kompak.

- Dokter tidak akan mau operasi jika si anak menolak. Maka keyakinan harus ditumbuhkan. Suara anak lebih didengar  oleh dokter .

- Apa kelebian dokter luthfi hingga saya sebut disini? krn dia bukan hanya mampu atasi 600 pasien saja. Tapi pendekatannya luar biasa...! Dia menerangkan dengan sederhana,mudah difahami oleh anak kecil sekalipun ! Pasien akan merasa kecil sakitnya. Karna Dokter Lutfi adalah mantan penderita sclerosis juga waktu kecil. Beliau sudah 3 kali operasi. Maka tanda syukurnya ia membagi ilmu  untuk dokter2 lain.

- Bergabunglah dengan orang tua lain yang sama2 mengalami ,untuk sharing pengalaman.
 Itu penting..! sebab akan mengurangi bayangan/ketakutan  anda yang berlebihan, Alhamdulillah...Febby sudah 2 tahun ini ditunjuk Dr.Lutfi jadi  "Duta Scoliosis"  Ia bukti keberhasilan operasi sekaligus  penyemangat pasien sclerosis.
Beberapa orang dari daerah datang langsung kerumahnya. Namun ada juga yang lewat telephone.

- Peralatan sekarang alhamdulillah sudah canggih.Mengurangi resiko lumpuh paska operasi. Tulang belakang kan seperti pipa yang didalamnya menyimpan banyak kabel saraf sampai yang terhalus. Jadi begitu alat operasi bekerja,alat sensor itu yang memperingatkan dengan sinyal bahwa ada saraf yang hampir terjepit.
Selain dokter ahli ortopedi, dokter ahli sarafpun mengawasi alat yang di produksi di Jerman itu.

- Memang biaya operasi mahal , teman saya menyiapkan 180 juta, krn  tercover Asuransi, jadi menciut  124 Jt.
Jangan kecil hati,pengalaman orang2 yg sudah menjalani,ada saja pertolongan berupa keringanan atau pertolongan dalam bentuk lain...yang penting langkah pertama adalah konsultasi dengan Allah dan dokter dulu. agar ringan hati...insya Allah kan terbuka akal dan jalan rejeki .

Wallahu a'lam...Semoga bermanfaat...









No comments:

Post a Comment