Monday, 28 October 2013

Sebelum Tiba Hari Penyesalan


Sejak kapan anda tau bahwa api itu panas ..?
Sejak kapan anda tau bahwa air itu dingin dan sejuk ?

Mengapa anak kecil penasaran dengan api ?
Mengapa anak kecil senang memainkan air ?

Itu karna rasa ingin tau.
Seperti yang Allah katakan....: "Aku  mengeluarkan kamu dari perut ibu dalam keadaan tidak tau "...
Lihatlah...! balita selalu ingin tau...semua ingin diraih , dimasukkan kedalam mulut karna ingin merasakan/tau.
Jika anak ingin mencoba panasnya api....apakah orang tuanya akan mengizinkan ?

Mungkinkah kita baru percaya panasnya neraka setelah kita memasuki ?
Padahal Allah sudah memberi contoh dibumi...apapun bisa lumat dengan api.
Tak mungkin mengimani /percaya neraka setelah membuktikannya.

Terlambat......penyesalan....bila jadi tempat kita kelak
sedang terbakar matahari dibumipun kita tak pernah sanggup.

Pertanyaan yang harus kita renungkan.......Dengan cara apa agar kita bisa melangkah ke syurga
dan terhindar dari api neraka. ?

Seseorang yang terpandang,terkaya dan tersenang  dibumi akan dimunculkan Allah ,lalu dicelup dalam neraka 1x saja,bertanyalah Allah,apa yang kamu rasa..? Maka dengan penuh penderitaan manusia itu menjawab, "Ya Rabb...seluruh kekayaan dan kesenanganku di bumi telah terlupa oleh panasnya.."
Begitupula sebaliknya dengan orang paling menderita paling sengsara didunia,ketika Allah perkenalkan padanya Syurga sesaat.  ia berkata...."Ya Rabb...aku tak pernah melihat kesusahanku didunia walau sesaat"

Hidup didunia hanya istirahat dalam perjalanan panjang. Tak bisa berlama-lama duduk dibawah pohon rindangnya. Mau tidak mau,suka tidak suka kita harus tinggalkan.
Bukankah bumi ini tempat kesusahan? maka jadi tempat pengasingan Nabi Adam setelah melakukan kesalahan.
Kita seperti Musafir sepanjang hidup. Setinggi apapun pangkat,semulia apapun, sebanyak apapun harta, kelak akan ditinggal. Tanpa disadari semua hanya jadi belenggu dan  membawa penderitaan saja.

Sebelum nafas sampai dikerongkongan, ambillah jalan Allah yang telah ditunjukiNya.
Matilah dalam keadaan mulia dimata Allah.Nasab tidak mempengaruhi sama sekali,tak duli dia keturunan habib,guru mulia,dll,kelak 1 jembatan  yang harus kita  lalui bersama-sama. Amal ibadah yang akan memperlancar perjalanan.
Janganlah seperti anak kecil, yang baru percaya panasnya api setelah tersengat....

Wallahu a'lam...

No comments:

Post a Comment