Thursday, 7 November 2013

C u r h a t


Kita sebenarnya punya peranan lho ,di negri yang banyak masalah ini...
Tidak cuma menilai dan memvonis perangkat negara,lalu membawanya ke meja warung kopi,atau tempat2 berkumpul lainnya.
Tanpa disadari kita sering bersandar dan berharap besar pada manusia saja.
Kalau boleh bertanya, pernahkah di penghujung sholat kita mendoakan negri ini ? menyebut nama negara dan  presidennya saat mengangkat tangan ?,atau minimal nama daerah kita sajalah !
Tak jadi pelajarankah ,doa2 yang  dipanjatkan saat di muka ka'bah ,di arafah ?
Yang menyadarkan akan kehambaan,kelemahan,ketidak berdayaan atas musibah setiap negri ?.

Bayangkan.....banyaknya doa yang naik kelangit dari  penduduk negri yang mayoritas muslim ini.
Apakah Allah tega menepis doa, "Ya Allah...Perbaikilah negri Indonesia ini....Jadikan negri Indonesia negri yang baik, beri hidayah untuk pemimpinnya..."
Jangan sampai cuma caci maki , menghina, atau jadi bahan obrolan yg mengasyikan saja buat kita.

Di pangkalan ojek,di warung kopi, di kantor ,sepertinya biasa2 saja mengomentari berita2 di TV.
Merugilah kita,sudah  memperlancar kebiasaan ghibah,menambah beban fikiran, dan menularkan aura negatif disekeliling . Jangan2 saking serunya, kita sudah turut menebarkan kebencian.

Anda bisa mencoba, puasa nonton TV atau hindari berita2 aktual selama 1 bulan saja, Akan terasa fikiran ringan dan tenang. Jangan takut dibilang kuper. karna sudah saya buktikan tanpa tv/internet berita sekecil apapun bisa singgah di telinga,begitu keluar rumah.

Anda tau sendiri kan? 1 berita yang bikin miris hati selalu berulang-ulang diberitakan dengan gaya bahasa yg berbeda. Wartawan memerlukannya untuk rating dan pemasukan sponsor.
Kita sudah jadi makanan media....tangan mereka mengaduk alam fikir kita. Serangannya seperti bakteri yg perlahan , tanpa sepengetahuan yg punya badan.

Hi hi hi...saya suka punya fikiran begini...."Jangan2 itu pejabat/koruptor di akhirat nanti akan dapat potongan masa siksa,karna dapat sumbangan amal dari penggibahnya di bumi..., atau malah dibebaskan ?








No comments:

Post a Comment