Wednesday, 13 November 2013

Kita Kaya ...

 Adik saya  menikah dengan Warga Prancis,mertuanya (Zhonk) amat bangga.
Ia bercerita  kepada siapa saja bahwa adik saya tau banyak bahasa.
Bahasa Arab ,Bahasa Inggris,Prancis, Ambon,dan Betawi.
Kesian yaa...karna mereka cuma punya 1 bahasa ...jadi kemampuan kita luar biasa dimata mereka.
Memang,paling sedikit pelajar negri ini  mampu 4 bahasa (Indonesia,Arab,Inggris,dan daerah),walaupun tidak semua aktif.

Saya lahir dan besar di Jakarta, Orang tua keduanya dari Maluku . Bahasa ibu ada 2 yg sering digunakan di keluarga. Lama bertetangga dengan mayoritas orang Minang,Dapat suami  dan Ipar orang Sulawesi,pernah tinggal di Kalimantan,dan sekarang sudah 20 tahun tinggal di Bogor.Jadi 7 bahasa saya mengerti, selain Inggris dan Arab. Adik saya lebih lagi,dia mampu berbahasa Jawa ,karna pernah kuliah di Jogja.

Seandainya Zhonk tau, bahwa Indonesia punya 746 bahasa yang masih bisa bertambah lagi karna penyelidikan belum selesai.
Papua saja punya 400 bahasa. Maluku 140 bahasa  ( 7 bahasa sudah punah.)
Ada 1 pulau di Maluku punya 35 dialek  (P.Seram), Ingat, Maluku terdiri dari 4000 pulau.

Sayang...kini  orang2 usia 40/50 tahun keatas,yang masih aktif menuturkannya.
Menurut Prof.Dr.Ir.Max Marcus J.Pattinama,banyak bahasa daerah tanpa tulisan dan pustaka.

Untuk mengatasi kepunahan hendaknya :
-Mempopulerkan lagi cerita rakyat dengan menggunakan bahasa asli dalam suatu kompetisi pada hari-hari atau perayaan2 penting.

-Orang tua harus membiasakannya didalam rumah.
-Seperti di Hitu,pemerintah setempat mewajibkan anak SD harus belajar menguasainya.
-Adanya siaran TV atau Radio yamg berbahasa daerah
-Pernah diusulkan kepada Gubernur untuk memberi nama ruangan kantor dengan nama  sagu yang banyak ragamnya dari tiap2 pulau di Maluku.

Atau ada lagi usulan lain...? silahkan...:)

Sumber :
(http://maxmjpattinama.unpatti.org).









No comments:

Post a Comment