Thursday, 14 November 2013

Masih Mau Bergantung ?


Naah...makin terasa ya..ketergantungan kita dengan Amerika mulai dari tempe sampai  IT.
Gara-gara krisis budget, banyak layanan publik mereka yang tidak bisa kita akses. Kantor pemerintahan tutup,web site beberapa layanan yang jadi standard dan tempat bergantungnya banyak kepentinganpun tutup. Membahayakan dokument2 penting.
Hancurlah kita semua kalau ICANN (layanan Sertificat digital) dipaksa berhenti layanannya (begitu kata salah seorang ahli IT).

PR kita semua,untuk belajar optimis, menghargai, dan menjadi tuan rumah dinegri sendiri.
Mata harus jeli mencari potensi bangsa,juga mempelajari tindak tanduk negara asing dalam upaya menguasai secara halus politik sampai isi perut .
Belajar dari keberanian Raja Faisal yang tidak terusik sedikitpun waktu Amerika menghentikan pasokan barang2 ke negrinya. Kepada  Kissinger  sang Raja Faisal melontarkan kata yang sangat terkenal :

.... "Kami dan leluhur kami sudah terbiasa dengan kurma dan susu,dengan itu kami akan kembali bertahan hidup"...

Di hari itu, Henry Kissinger (Menteri Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat) mengunjungi Raja Faisal dan mencoba membujuknya untuk menarik keputusannya. Dalam memoarnya, ia menjumpai sang Raja sedang murung, maka Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja:

 "Pesawatku kehabisan minyak, berkenankah yang mulia memerintahkan orang agar mengisinya dengan minyak kembali? Dan kami siap membayarnya dengan kurs internasional" 

Namun sang Raja tak tertawa sedikitpun, ia memandang Henry Kissinger sambil berkata:

"Dan aku hanyalah seorang lelaki tua yang mendambakan untuk dapat beribadah (sholat dan do`a) di Masjidil Aqsa (Al Aqsa)... maka maukah engkau (Amerika) mengabulkan permintaanku ini?"


Kira-kira Indonesia bisa bilang apa yaa..?
Hehe...Yang jelas bukan meletakkan ibadah diatas uang, dan tidak mungkin bilang : "kami sudah cukup makan nasi dan tempe.."! :)













No comments:

Post a Comment