Tuesday, 19 November 2013

Puisi Dadakan




Belasan tahun yang lalu, atas permintaan banyak ibu-ibu, akhirnya jadilah 1 puisi  kenang-kenangan yang bakal diserahkan untuk Ketua Majelis di acara Perpisahan .
Biasanya sih, tunggu mood lagi bagus dan hangat dulu.
Tapi karna rasa sayang dan hormat kepada beliau...kok lancar tanpa hambatan, mengalir begitu saja...
seolah diungkapkan secara langsung.
Berbincang berdua dengannya selalu menghasilkan  kehangatan seorang ibu .
Diri merasa anak lagi..., saat ditegur atau dipuji.

Sampai sekarang saya tak ingat lagi bunyi puisi tersebut. sama sekali...blass !
Kata kabar, Puisi berbingkai cantik itu , tertempel di dinding ruang tamu nya. Ia amat menyukainya.

Mbah Sudjiwo Tedjo bilang :

...."Jangan merasa bangga dan mersa hebat jika puisi kita muncul di koran atau majalah. Namun banggalah ketika puisi yang kita buat sepenuh jiwa tersebut, difigura orang yg kita kasihi,dan di tempel di tembok rumahnya"....

Wahh...jadi kepingin liat lagi itu puisi....


No comments:

Post a Comment