Wednesday, 25 December 2013

Bu Munah...


Add caption

Bu Munah sering curhat...
Sambil giling kacang, bukan saja berpeluh,tapi juga berkeluh.
Suamibya sudah lama di PHK, sementara beberapa anak dan cucu yang sering sakit itu  harus ditanggung,ayah mereka tak sanggup lagi membiayai,dan mantu perempuan stress berat, tak bisa diharap mengurus apalagi membimbing cucu-cucu.

"Aduuh Bu...kalo saya nggak begini, nggak tau deh..! itu anak ,cucu pada makan apa? mau jadi apa ?! katanya

Gemblong,ketan urap,risoles,Bakwan,Tempe Goreng,Kue Apem,Nasi Kuning komplit, gado-gado ,sudah ditata suaminya pagi hari.
Bisa diperkirakan kesibukan Bu Munah . Istirahat  sejenak , setelah itu siap2 belanja dan masak buat  esok.

Saat saya di Tasik, sms masuk beri kabar bahwa beliau meninggal. Lama orang tau krna jasad nya tertelungkup di WC bambu atas sungai.
Langsung saya membayangkan wajah sedih cucunya Gilang dan  Agil, keduanya murid binaan di TK Yayasan kami.
Sedih+sesal,saya tak melihat wajah Bu Munah untuk terakhir kali.
Jumpa terakhir kami kalau tidak salah,Malam Takbiran,saat ia antar ketupat lebaran pesanan saya.
(Semoga Allah melapangkan jalan,membayar kesusahan dan mengampuni dosa2nya....)

Beberapa bulan sudah lewat...
Tak ada perubahan, keluarga dan cucu2nya tetap bisa makan dan sekolah meski warung kenangan itu telah kosong dan berdebu. Entah dari mana Allah mengalirkan rejeki dan pertolonganNya.

Ada yang Maha Mengatur...
Manusia kadang merasa  berbuat...yang lain seolah  tak daya tanpa jasanya
Fikiran berat yang  menyusahkan.
Padahal sebetulnya kita cuma perpanjangan tangan Allah saja...
Wallahu a'lam...



No comments:

Post a Comment