Wednesday, 4 December 2013

Dituntut Adil...




Sebagai guru tentu sayang pada semua murid, meski orang tua mereka kadang ada yang mengecewakan.
Anak tetap bersih...polos...cepat lupa...pemaaf...tak ada alasan menjauhi mereka karna perilaku orang tua.

Walau sesekali mengajar jika Guru berhalangan hadir,tapi dapat saya rasakan pekerjaan ini jauh dari monoton.Tiap hari ada saja tingkah ,omongan ,pertanyaan lucu,mengagetkan.
Kadang memaksa kita tegas, sampai memberi sangsi bila mereka berlebihan dalam bersikap,atau menyerang teman.

Tahun ini lumayan berat dapat 4 murid yang kompak saling ganggu, senang keluar kelas, banyak ide nekad .
Usai sekolah selalu memaksa minta cap 2 bintang dipunggung tangan (tanda pujian).

Ada 1 murid....diam-diam ,hati saya  sangat condong padanya.
Bukan karna kami bernama sama, tapi meliatnya seperti melihat saya saat seumurnya. Suka mengalah,amat takut dengan anak laki-laki  nakal. Lebih baik cari aman dengan menyendiri / menjauh.

Tiap berangkat sekolah saya selalu takut kalau nanti berpapasan dengan Wahyu, entah kenapa kok ibu2 guru sayang dia ? apakah karna anak orang berada ? lucu ? atau tampannya? padahal ia gemar dorong teman yang lagi tertib berbaris didepan kelas.Kesal sekali kalau guru tak mengindahkan aduan murid (korban).

Berbuat adil memang sulit,untuk diri sendiripun kadang tak mampu. Manusia hanya bisa berusaha .
Terhadap anak/murid paling tidak kita harus mampu  menyembunyikan kecondongan rasa tadi.

Wallahu a'lam




No comments:

Post a Comment