Thursday, 5 December 2013

Kata Yang Naik Ke langit






Ada tulisan begini :

Cuma kata-kata  baik yang membekas dan naik kelangit.
Ia seperti pohon berakar kuat dalam sanubari lawan bicara. Buahnya lebat,bermanfaat untuk siapa saja yang lewat dibawahnya.

Sebaliknya, perkataan sia-sia,tak kan bawa manfaat, bisa membawa  kerugian,buang peluang untuk memetik pahala.

Tak hanya dalam lisan,dalam tulisanpun  kadang ditemui kata2 sampah,tak manfaat, cabul,berbohong .
Meski cuma trik untuk menarik perhatian pembaca agar menikmati tulisan yang menurut penulisnya bermanfaat.tapi mempengaruhi rusaknya iman.
(Bukankah tujuan baik dengan cara tak elok,akan mengurangi kebaikan itu sendiri..?)
Kebiasaan berkata/menulis cabul akan mengurangi kadar iman /keindahan akhlak.
Ia terbiasa puas bila syahwat berkata kotor terpenuhi, lupa....bahwa setiap perkataan akan diminta pertanggung jawabannya. Ridlo Allah atau ridlo pembaca yg diharap?

Al-Ghazali bilang : "Batasan perkataan yang bermanfaat bagimu adalah:  Jika engkau berbicara tentang sesuatu hal,yang sekiranya engkau diam tak membuatmu berdosa karenanya, juga tak membuatmu berada dalam kesulitan,baik saat itu maupun kemudian"

Pertanyaanpun ada yang sia-sia .Menghabiskan waktu dan memaksa orang lain kehabisan waktu buat menjawab. Bahkan bisa jadi membuat seseorang buntu atau malu untuk menjawab.
Contohnya, bertanya "Mau kemana atau dari mana..."? ke tetangga yang lewat. Spertinya biasa saja, tapi bisa jadi orang itu malu untuk mengatakan tempat tujuan sebenarnya, mau bohong takut dosa.
Menebar salam ,adalah sapaan paling pas saat temu.







No comments:

Post a Comment