Sunday, 29 December 2013

Pertemuan Dengan LINDA

Mesti ada warna canda usai senam bersama Linda. Usia lebih sedikit dari saya,kenes,energik,semangat cari uang,banyak cita-cita,berani hidup!
Linda banyak cerita sambil minum jus jeruk untuk mempertahankan tubuh idealnya,sedang saya selalu bawa susu untuk menambah sedikit berat badan.

Anak semata wayangnya laki-laki kelas 5 SD ia sebut  anak "mahal" karna tumpuan semua kasih dan perhatian. Tak sedikit uang keluar guna mempertahankan hak asuhnya di pengadilan.
Sang Ayah sudah lama bermukim di Jepang sejak perceraian mereka.

Ada beberapa minggu tak bertemu Linda. Terakhir Ia ingin agar saya bisa bertandang  dan mencicipi masakan Padangnya.
Allah maha menentukan di tempat mana dan kapan manusia mampu memenuhi keinginan .

Saya bertemu Linda di Kamar Jenazah RSCM. Dalam hitungan hari, cancer otaknya menyerang dan mengakhiri semuanya. Seminggu lalu baru bertemu dia, kini hanya sebuah kenangan.
Terpana saya dalam membaca kehendak Allah, sampai tak sedap tidur.
Begitu bodohnya manusia, terkecoh dengan kata "esok". Betapa tertipunya manusia dengan kata "ingin".
Keduanya mudah sekali terenggut. Seperti kedatangan pencuri yg mengendap- endap di gelap gulita.

Sesudah Zuhur keranda berselubung kain hijau itu diberangkatkan.
Langkah cepat pengusung, secepat itu pula Linda meninggalkan rumah besar dan putra kesayangan.

Semua ingin mengantar, terpaksa saya yang menjaga rumah duka.
Rumah sunyi.....bekas2 pengurusan jenazah masih terhampar diatas karpet ruang tengah. Karpot garasi  basah bertebar bunga rampai dan ember-ember kosong.
Saya menatap foto2 linda dan sang putra.
Rumah akan kosong, sang putra sudah direncanakan segera ikut sang Ayah bermukim di Jepang.

Usia akan melepas kita dari segala yang kita usahakan...



No comments:

Post a Comment