Friday, 31 January 2014

Anak-Anak Pasti Bisa..


Don't underestimate your child - independence can start early at home!




                                                                                                                                                   

Sumber : Maria Montessory


Thursday, 30 January 2014

“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN..!






Ini cerita dari sahabatku tentang putrinya...


Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.

Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.

Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…

Tuesday, 28 January 2014

Bakteri Di Keyboard



Tidak hanya pengguna komputer di tempat umum (Warnet), pengguna komputer pribadipun harus hati-hati.
Kingmoor Technical Service Inggris mengungkapkan bahwa Bakteri bisa bersemayam di perangkat Komputer. Utamanya pada keyboard dan mouse.
Penyebabnya 4 faktor :

1. Tidak bersih mencuci tangan setelah BAB
2. Serpihan sisa makanan yang terjatuh
3. Debu
4. Bekas dipakai orang yang sedang flu/virus

Sesekali bersihkanlah perangkat anda dengan cara :
-  Cuci Kering :
1. lepaskan perangkat anda dari CPU
2. Bersihkan permukaan maupun bawahnya dengan menggunakan kwas 1,5 inci atau ukuran lainnya,yang
kering dan bersih.sela2 tombol jangan dilewatkan,bisa gunakan kwas kecil.

-  Cuci Basah
1. Menggunakan air dan sedikit detergent, dibersihkan dengan cutton bud atau kain lap kecil,atau..
2. Bisa juga dengan sedikit menyemprot, lalu bersihkan dan keringkan.

Setelah itu keringkanlah dengan menggunakan Hair drier.
Lakukanlah paling tidak 1 minggu 1 kali. Langkah ini bukan hanya sebagai tindakan,tapi juga sebagai langkah pencegahan yang efekif.

Yang Harus Diperhatikan :

1. Hindari makan sambil bekerja di depan komputer
2. Sering2lah mencuci  tangan setelah menggunakan komputer di tempat umum
3  Jemurlah keybord bila keadaannya lembab/berjamur














Renovasi Doa




Timeline Photos | Facebook by O.T


Kadang kalimat doa harus di renovasi
Kalau sama kata2nya bisa  mengurangi hadirnya hati
dia mengalir seperti rutinitas....

Selain dengan Bahasa Arab,baiknya kita juga berdoa dengan bahasa sendiri

Minta sekebutuhan hari itu, (curhat dengan bebas)

Kalau ditelusuri

Doa kita kadang ingin dihindarkan dari masalah yang ada
Padahal taqdir sudah mencatatnya demikian. Meski beribu kali mengadakan acara "Tolak Bala".
Apa tidak boleh, Allah mencuci dosa hamba dengan taqdir buruk ?
Apa tidak boleh,Allah mengingatkan hambaNya untuk kembali ?
Apa tidak boleh, Allah ingin dekat hambaNya lewat sakit ?
Apa tidak boleh, Allah ingin hambanya pintar setelah uji coba ?

Memang Allah tempat kita bergantung,semua musibah kita kembalikan lagi

Tapi doa menolak atau minta dihindarkan,baiknya diganti dengan doa 
minta diberi keluasan hati dalam MENERIMA.

Kekuatan manusia dalam menerima Taqdir itu seperti komputer.

Bukan menghapus semua program yang penting,
tapi memperbesar kapasitas komputernya.

Oya, pernakah  berdoa agar Allah merubah orang lain  ?

Kita suka lupa ya....siapa tau diri kita sendiri yg sebenarnya harus dirubah  ?



Monday, 27 January 2014

Woles Aja...

                                            
Sumber : Ustadz.Felix


01. "gimana mau damai kalo agama lain hari raya kita nggak ucap selamat?" | lho, masak damai cuma sebatas ucapan hari raya? 

02. "dikit-dikit haram, ucap natal nggak boleh, tahun baru nggak boleh, imlek juga" | lho, katanya kamu menghargai perbedaan, kok nesu? 

03. saya chinese dan saya Muslim | orangtua saya imlekan dan saya punya pendapat lain | tetep damai sama mereka, woles aja, kalem.. 

04. orangtua saya kemarin natalan | dan saya punya pendapat lain tentang lahirnya Nabi Isa | kita santai aja, adem aja.. damai.. 

05. tapi zaman sekarang banyak Muslim yang lebih sensi dari yang bukan-Muslim | merasa lebih non-Muslim dari non-Muslim sekalipun

06. yang non-Muslim santai-santai aja kok | mereka menghormati adanya beda dalam berpendapat menyikapi hari raya mereka | kalem, adem, woles

07. tapi sekarang banyak Muslim yang inferior | atas nama toleransi lalu malas mencari dalil agama

08. nggak ikut-ikutan merayakan tradisi dan ritual kaum lain itu bukan benci | kita menghargai dan menghormati dengan tidak ikut-ikutan 

09. woles aja bro.. kalo kamu konsisten toleransi dengan beda agama | kenapa harus sewot dengan perbedaan penyikapan sama agama 

10. nggak mau pake baju warna merah bukan berarti benci warna merah | pake baju warna biru belum tentu demen biru | woles aja, kalem... 

11. tapi itulah kaum liberal | pendapat yang dia suka dan sesuai hawa nafsunya dia bilang "ini bener, ini bagus, ulama ini pinter"

12. giliran ada pendapat yang nggak sesuai hawa nafsu kaum liberal ini | langsung divonis "ini penebar benci, intoleran, ini ulama palsu"

13. lha.. hebat bener ya kaum liberalis dan atheis ini  | malas belajar agama dan menolak agama | tapi menentukan halal-haram hehe..

14. woles aja, kalem dan adem | Rasulullah udah kasih kita hari raya sendiri, itu cukup | adapun hari raya orang lain, cukup kita hormati

15. "gimana hormati hari raya orang lain dengan benar?" | nggak perlu pake selamat, nggak perlu ikut-ikutan, biarkan aja mereka rayakan 

16. jadi siapa sebenarnya yang intoleran? | ya yang maksain bahwa "toleransi itu harus ucapin selamat dan harus ikut-ikutan" itu.. 

17. dalam Islam toleransi itu membiarkan ummat lain melaksanakan keyakinannya | tanpa kita ikuti dan selamati 


| yang beda woles aja.. 

Yang Paling Diingat Dari Ibu



Apa yang tergambar bila anda ingat Ibu...?

Bila saya menyebut "Ibu", maka yang terbayang bukanlah saat beliau menasehati saya, atau saat kami menonton TV  bersama...bukan !
Yang langsung tergambar adalah ,wajah Ibu saat tertidur di Kursi depan loket Rumah Sakit.
Berganti-ganti anak sakit,tapi ibu selalu sabar mengantar, sampai kami usia SMA.

Kami pemegang "Kartu Kuning", sebutan untuk ASKES pegawai negri saat itu.
Maka harus rela antri dari awal pagi di Rumah Sakit Persahabatan,yang zaman Bung Karno disebut Rumah Sakit RUSIA. (kerjasama dua negara)

Dokter datang sudah siang, setelah kami menunggu 3 jam.
Ibu tertidur...sesekali anggukan kepalanya membuatnya terbangun sesaat.
Saya hanya memandang sedih , diantara banyaknya pasien, suara tangis anak kecil, suara balon pencet yang berisik, dan lalu lalang kereta dorong pasien2 rawat inap berbagai macam keadaan.

Jika suara cempreng suster galak itu  menyebut nama saya, ibu  langsung kaget tergagap.
Dengan  mata yang setengah mengantuk beliau membimbing saya masuk ruang praktek.
Ada sedikit antrian lagi didalam ruang, mau tak mau kami harus kembali menunggu.
Didepan dokter ,seperti biasa, ibulah yang menerangkan keluhan sakit saya.

Matahari sudah tinggi saat kami keluar gedung. Diseberang jalan berjejer warung makanan.
Ibu pasti memilih Gado-gado karna tersedia rebusan daun singkong dan daun pepaya yang Ibu suka.

Saya senang melihat Ibu nikmat makan, sebab banyak pekerjaan  tertunda sudah menanti dirumah.
Dalam hati sungguh2 meminta ,agar Allah tak sering2 memberi saya sakit. Kasihan Ibu...








Sunday, 26 January 2014

Imaginasi Ibu...

Mother by Joan A. Walker Cox


Ibu saya tak seperti Ibu lain yang  rutin  membacakan buku ceritra jelang kami tidur.
Saya ingat, kadang ibu berusaha membuat kami ngantuk dengan sedikit dongeng , tapi beliau keburu terpejam mata sebelum tamat.
Tinggal saya dan 2 adik bermain  mainan apa saja  disebelahnya.
Kasihan Ibu....beliau  letih setelah keliling, kerumah kawan atau kerabat, menawarkan pakaian dagangannya.

Pernah Ibu bercerita tentang  keluarga dokter yang memiliki 3 orang putri cantik.
Namanya sama dengan kami,cuma abjad ujung  saja yang berbeda.
Wahh....serasa kamilah tokohnya. Kami berimajinasi sementara cerita berjalan

Digambarkan bagaiaman  patuhnya 3 putri itu kepada orang tua.
Pintar,Sopan dalam sikap dan tutur kata, membuat mereka disayangi  Ibu Guru dan teman-teman .
.
Hingga suatu hari Ibu menyambung kisah, bagaimana si 3 putri itu  menolong sahabat-sahabatnya yang miskin.
Masing2 punya  jalan cerita kesengasaraan yang berbeda,   sangat mengharukan..!

Sejak  itulah, kami tak mau ibu tertidur. Cerita terlanjur berkembang seperti sinetron bersambung.
1 episodepun kami tak mau ketinggalan.
( Hihihi...lucu kalau ingat, bagaimana wajah Ibu ketika pikir2 sesaat ,berusaha mengarang cerita)

Kini... Ibu telah pergi menemui sang Khaliq yang menitipkan kami dalam rahimnya.
Imajinasi  kami tetap menyatu lalu tumbuh di bumi. Gemar menolong si miskin bukan lagi dalam cerita...

(* Hargailah Imaginasi meski dari anak balita, kelak akan menjelma jadi cita-cita, ide, atau karya besar...)


Bubur Ayam Swalayan



Cari Sarapan pagi di Kota Tasik,  ketemu Bubur Ayam  yang ramai pembeli, unik dan enak.
Enaknya karna rasa bubur tidak tawar, tapi gurih.
Sepertinya pakai santan   ( Hihihi...Nggak berani tanya si Mamang, keliatan serius repotnya !).
Rasa lain seperti Bubur Ayam umumnya,  terasa aroma daun salam, dan sedikit harum  pandan 

Naah...uniknya, si Mamang hanya beri bubur basic nya saja (bubur dan Ayam suir).
Taburan lain kita sendiri yang memilih dan mengerjakan.
Dimeja banyak sudah tersedia mangkok isi  irisan cakwe+daun bawang yang tipis rapih ( ngirisnya pakai Cutter,barangkali..!), kacang kedelai goreng, bumbu kuah kuning, ketimun iris segar,telur asin,sate jeroan ayam,sate telur putuh.

Kerupuk disajikan terpisah,silahkan kalau mau tambah ! Lauk yang dihitung cuma macam2 sate itu saja.
( Puas deh...! )




Saturday, 25 January 2014

Tak Perlu Bereaksi Berlebihan



                                               
                                                       mojokertonews.com

Anak Anda bicara kasar atau tak pantas? Tak perlu bereaksi berlebihan, apalagi sampai memberi hukuman fisik. Tenang saja, Bun! Berikut ini cara menghadapinya :

- Pura-pura tidak dengar. Jangan buat kata-kata itu berkesan bagi anak dengan memarahi atau menasihatinya. Perilaku yang diberikan perhatian cenderung diulang. Sementara yang tidak diberikan perhatian, cenderung berkurang.

- Sebaiknya berikan perhatian pada kata-kata yang baik. Misalnya, “Adik bilang pintar, ya, ke kakak? Kakak memang pintar.”

- Bila anak bicara kata yang tidak pada tempatnya, pantat misalnya, alihkan dengan kata lain yang mirip. “Ohh… Adik mau ke pantai? Ingat waktu kita ke pantai, ya? Kita, kan, bawa ban. Coba ambil bannya sekarang.” Anak bakal lupa kata-kata yang diucapkan sebelumnya.

- Beberapa kasus bisa diselesaikan melalui peristiwa dramatis. Misalnya, anak Anda sangat menyayangi neneknya. Kalau dia mengucapkan kata terlarang di hadapan neneknya, lalu neneknya menangis kecewa, ini akan menjadi pelajaran berharga bagi anak.

- Gunakan teknologi untuk mencatat interaksi di rumah, seperti cctv. Bisa juga, gunakan fasilitas perekam dari ponsel ketika Anda atau anak marah, lalu dicatat. Pencatatan yang detil tentang perilaku buruk ini sebagai pengingat agar lain kali berubah menjadi perlaku positif.

- Situasinya akan lebih sulit ketika anak mendapat contoh kata-kata buruk dari lingkungan pergaulannya. Biasanya, anak mendapat dukungan dari teman-temannya ketika bicara buruk. Menarik anak dari teman-temannya bukan ide yang baik. Ajarkan anak untuk tidak menyebut kata-kata itu di dalam rumah. Ini sama seperti ketika Anda berpesan, “Nanti kalau ketemu eyang, bicaranya A, B, dan C, ya. Kalau bicara D, E, F tidak sopan.”

- Kegagalan sering muncul ketika tanpa sadar orang tua emosi menghadapi kesalahan anak yang berulang. “Kenapa, sih, bilang ‘bego’ lagi. Sudah mama nasihati berkali-kali. Belum ngerti juga, ya?” Anak bukannya kapok, malah ingat terus kata-kata itu.



semoga bermanfaat 

Friday, 24 January 2014

Adakah Celah...?

Fenny Ferawati - Fenny Ferawati's Photos | Facebook by O.T



Kita selalu ingin mengatakan  yang benar, dan bisa meyentuh hati orang lain untuk sama-sama bisa meyakini bahwa itulah "Kebenaran". Tapi benar menurut siapa...?
Setiap hati punya muara keinginan. Tak sanggup kita menggamit paksa tangannya .

Jalan setapak kehidupan kitapun  tak selalu baik. Mungkin itu yang jadi pertimbangan mereka.
Adakah celah untuk bisa membuat mereka percaya..?

Banyak hati yang rusak, tak peka lagi pada bisikan terdalam .
Seseorang telah merusaknya...                                                                                                
Yang ada cuma sebutir harap ...mereka bisa percaya pada suatu saat.

 "Kebenaran" itu seperti Cinta
bukan sekedar kata-kata....ia nyata...dan tak pernah salah...!






Bogor....Lagi Dingiiinn..!


Ini bukan keluhan ....cuma curhat curhit saja...
(Kalau mengeluh, nggak enak hati sama orang Jakarta yang sedang kena musibah)

Bogor beberapa hari ini suasananya seperti jam 6 pagi terus.
Matahari jam 12 yang panas dan silau itu sedang sembunyi.
Bagi saya yang  belum bisa dan malas  keluar rumah, jadi selalu kaget sama jam.
Haaahh...?  sudah jam 11...??

Nggak salah dong, karna lampu mau tidak mau  selalu menyala. Kesannya subuuuuh teruss.
Untung ada azan yang mengingatkan waktu selain mengingatkan sholat.

Lumayan dingin dengan suhu 19 derajat Celcius kalau malam, dan bisa bertambah jelang subuh.
Selipan bawah bantal yang diharap bisa hangatkan tangan,ternyata dingin juga, keruan saja tetap gigil meski sudah meringkuk.

Hhmmm...jadi ingat suami di Sacramento- US sana. Pantess kalau lagi Skype atau Viber suka sesekali  ,Brrrr..!! kedinginan. Bayangkan , saat ngobrol suhunya 2 derajat dibawah Nol..!  kesiaan...
Apalagi harus tetap berangkat kerja..! (*semoga Allah beri kekuatan)

Meski biasa merasa dingin hujan di Kota Hujan,tetap saja tak kuat injak ubin .
So..harus ganti sandal ..! si gajah imut ..atau si merah sepatu rajut dari Turki, pemberian sepupu.
Sebetulnya sayang pakai si Merah, karna buat contoh bikin sepatu lagi.








Kado Jadul





Waktu sweet seven teen duluu...(ehemm..!) dapat kado 1 kaset  yang gambar covernya seperti ini.
Bertuliskan  "GOLDEN MEMORY" warna emas, berlatar belakang warna merah agak orange.
Isi lagu full Memory Slow Rock.
Lagu2 lama yang sering diputar  kakak2 sepupu saat saya masih kecil.

Urutan lagunya sangat saya hafal meski kaset itu sekarang entah ada ditangan siapa ..?
Tautan lagu satu dengan lagu lainnya bersambung manis, semanis kenangan di tiap nadanya.

1.   Soldier Of Fortune       - Deep Purple
2.   The way I choose         - Bad Company
3.   Catch the Rainbow       - Rainbow
4.   Late Again                   - Stealers Wheel
5.   Starway to Heaven       - Led Zeppelin
6.   Question                      - Manfred Mann
7.   More than you'll ever know - Blood,sweat & Tears
8.   Some One                    - Grand Funk
9.   Come Away Melinda    - Uriah Heep
10. Angie                           -  Rolling Stone
11. Fly people fly               -  Scorpions
12. Late Again                   -  Ten Years After

Bonus:
*Changes                          - Black Sabath

Tuhh...cuma 12 lagu ! Paling dapet bonus 1 lagu diakhir side B. Sudah bikin senang saat itu.
Dengan harga yang sama kita bisa dapat seratus lagu sekarang ini... Hhhmm ..!! zaman...zaman..!

Ada tulisan sahabat yang berkesan di balik cover itu. Bukan Doa Ulang Tahun, tapi 1 nasihat begini:

"Cinta itu Racun...! Jangan sampai kamu mengalami. Sakit...sakit...!"

(Hihihi...apa maksudnya, coba..?)
Yah...sahabat yang baik,mungkin dia pikir begini :  17 tahun sudah  boleh punya pacar,tapi hati-hati..!
gitu kali yaa...?

Dimanapun pemberinya,dimanapun kasetnya....
saya selalu terkenang.   *Love You and Miss You  Yanna.!  :).


















Thursday, 23 January 2014

Laju Ciliwung




Berdiri di Jembatan Kali Ciliwung-Bogor  dengan perasaan Miriss...
Dihari biasa  lintasan air jauh dibawah pepohonan sisi kali.
Sekarang tinggi dan melaju dengan kencang.
Menakutkan meski tak ada gemuruh.

Macam cerita susah ada diujung sana.
Rumah mana lagi yang akan ia genangi hari ini....?

Meski tangan tak berulah, sama-sama kena terjang.

Oleh-oleh Cinta


Jangan dikira membawa buah tangan untuk anak-anak itu hal biasa
Senyumnya hanya karna sebuah permen, membuat hati  berbungah.
liat ...! tatapan penuh harapnya saat mereka menyambut dipintu
tangan mungilnya sigap ,berusaha membantu barang bawaan .
kadang tak sabar, langsung membuka tas tangan kiata

Setelah  mereka besar , tatap dan tangan itu adalah kerinduan.
ingin merasakan lagi kehangatan jemarinya dalam genggaman.
Harum baju dan bedaknya terus melekat.

Mereka tetap jadi pujaan hati,sumber bahagia
Namun bentuk bahagia telah  berubah bentuk dan warna
Oleh-oleh sederhana kita  dulu, nyatanya mengakar dan berbuah

Giliran mereka yang membawa wajah kita kemana pergi
oleh-oleh mereka bercerita  tentang  hati dan cintanya
seperti yang saya terima kali ini.....:)

*Love them so much...














Wednesday, 22 January 2014

Tangan Dingin



Sudah 3 pagi,setiap bangun tidur,telapak tangan sebelah kanan terasa dingin. Saya fikir karna posisi tangan terjepit saat tidur,atau keluar dari selimut.
Memang Bogor sedang diguyur hujan terus menerus. Suasana seperti jam 6 pagi sepanjang hari.
Jadi wajar saja kalau begitu.

Usia bertambah, ada saja yang dirasa.Meski menghindar tapi jadi bahan fikir juga.
Search di Google,  ketemulah keterangan yang gejala-gejalanya mirip.
Namanya "Raynauds Syndrome". Adalah kondisi umum yang mempengaruhi suplay darah kebagian tubuh tertentu,biasanya daerah kaki dan tangan.

Biasanya timbul disaat cuaca dingin atau stress.
Ada yang menimbulkan bercak kemerahan sampai biru, atau pucat, atau yang lebih parah sampai kejang.
Alhamdulillah saya tak sampai sejauh itu.

Karna bisa terjadi pada banyak kasus dan belum ditemukan penyebabnya,maka penyakit ini masuk golongan Sindrema atau Fenomena.
Mudah kok mengetasinya, hanya dengan hangatkan tubuh dan ubah pola /gaya hidup.

Syukulah ...bukan disuruh libur panjang pegang "Mouse" Computer...:)




Keriting Jadul

Foto: Forum wgaul.com

Putri saya dikaruniai  rambut ikal,bergelombang besar. mudah diatur atau ditata bentuk apa saja.
Hhhmm.. Rambut impian saya sejak kanak-kanak.

Untuk memenuhi impian itu mustinya saya cukup ke Salon saja,tapi salon kala itu hanya bisa membuat keriting ... Saya tak suka !.
Selain itu  Ibu tak akan  memberi uang, beliau selalu bilang :

"Ibu senang liat rambutmu,harusnya kamu bersyukur punya rambut lurus,kan orang Ambon kebanyakan berambut keriting"

Nah,...bisa bayangkan reaksi Ibu jika saya masuk kerumah dengan tampilan beda, Wahh..!!

Maka belajarlah saya dari orang kampung dibelakang rumah. Bersama anak-anak itu ,kami  memetik batang-batang daun singkong. Sambil bercerita, ngikik, sesekali ada yang ngambek,macam-macam lah...!
Kami tolong menolong memelintir dan mengancing ikatan rambut kecil-kecil .
Bentuk ikatannya seperti siput diatas kepala. Makin tebal rambut,makin banyak siput bertengger,

4 atau 5 jam setelah itu baru kami mandi sore,  ganti baju dan lain-lain,baru printilan itu dibuka.
Taraaaaaa......rambut ikal mayang menjuntai, riang meski bentuk tak teratur.
mengibas, geleng-geleng ,menggoyangkan rambut kiri kanan didepan cermin.
Senaaang rasanya, walaupun ikal bertahan hanya beberapa jam.


    www.tokopedia.com


Beranjak remaja, ada temuan lagi selain rol rambut plastik.  Namanya WIDEX.
Hihihi...fashion tu selalu bikin repot yaa....
Itu yang namanya WIDEX, sejenis rol rambut agak berat  berisi cairan obat,harus direbus dalam air sebelumnya.
Hasilnya bagus ! bentuk ikal atau blow bertahan lebih lama.
Cumaa...lumayan panas kalau rol tersentuh leher. Hadeehh...!

Makin kesini, makin banyak cara,makin instant ganti penampilan.
Rambut model apa saja tidak sebatas keinginan. Mau lurus,ikal,kriting,tebal, panjang,warna-warni,semua bisa asal ada duit...!

Melihat rambut anak, saya jadi mikir...
Iya yaa...Allah itu selalu ingin memenuhi keinginan hamba, meski keinginan itu sudah lapuk.
Melihat rambutnya seperti terbayar keinginan saya.

(Tapi..diam-diam ia mendamba rambut lurus seperti saya.)

Duh, gimana sihh...?



                                           didalamdiam.blogspot.com





















Tuesday, 21 January 2014

Angel Lelga

Foto : Hot.detik.com

Waktu presenter menunjukan kepandaian,
yang diwawancarai semakin tenggelam dalam gagap
terukur didepan jutaan mata,ia minim bekal.
Lalu penonton tertawa beramai-ramai...

Saya ingat penyanyi organ tunggal,
lalu Angel Lelga ....sama2 diminta mencalonkan diri jadi anggota Legeslatif.,
Tak sesuai dengan kriteria pemimpin menurut alam fikir saya.

Tapi ,apa harus tertawa...?
mereka cuma cermin orang yang meminta kesediaannya.
Tak usah heran....karna lingkaran itu memang tak lagi dapat dipuji
2 wanita itu hanya sebagian kecil.
Yang kaliber mondar-mandir tak punya malu lagi.
Tapi bibir kita tetap tertutup.

Memang begitu keadaan negri ini...!
Kita sebenarnya sedang menertawai diri sendiri




Kata Habibi


Utak-Atik....

Foto: Compinia.com


Ceritanya mau tambah dan ganti tampilan Blog (Template). Biar seru seperti blog2 lain yang banyak widget.

Pertama, mensetting jumlah pengunjung , utak-atik...ketemu ! Tapi angkanya harus mulai dari satu lagi. Waduh !  padahal sudah punya 116.000 tamu. Tidak bermaksud ria sihh...tapi kok pengaruh ke semangat,liat angka segitu.

Ok, saya ganti dengan gambar peta saja,lumayan bisa terlihat negara mana saja yang pernah berkunjung.
Ternyata gambarnya kebesaran ..keliatan menyolok benar ! Akh...tidak jadi lagi ..

Ya sudah...! ganti tampilan saja kalu begitu.
Klak....klik...klak...klik !, ketemu gambar latar belakang yang adem dimata,bertema alam
Lhoo...kok  tidak bisa di share ke Goggle +?
Kenapa ya, template gaya Dynamis yang saya suka tak banyak peluang  menambah widget..?

Mungkin sebetulnya bisa....tapi saya belum tau ilmunya.
Horeee...!! Akhirnya kembali lagi ke asal !


*Belajar lagi...!



Ikut Kelas Blogging

Foto : Hinodolips.com


Seorang Ibu menulis :  "Sampe berdarah-darah,jatuh bangun, saya utak-atik komputer,hanya karna ingin bisa punya Blog"
Apa iya...? sepertinya kalau membuat blog basic seperti saya, mudah..! (hehehe..karna saya dibantu anak)

Setelah ikut kelas Blogging dengan Blogspot  on-line ,Oooh... ternyata ada yang sulit lho !
Apalagi buat Ibu-ibu yang tak pernah menyentuh alat modern ini.
Ibarat orang terasing tiba-tiba muncul ditengah hiruk pikuknya kota besar.

Kesulitan saya temui waktu mencoba memiliki ID akun Google ADsense, siapa tau kalau pengunjung  blog saya lebih ramai ,bisa pasang iklan .Lumayan buat pemasukan kan..?
Wahh..ternyataaa !  item-item  yang sering terlewat pandang , bisa terurai luas.  Kalau tdk sabar dan berani nekad utak-atik, keburu bosan jadinya.
(Itulah...pantang anggap remeh ilmu,sekecil apapun !)

Salut untuk ibu-ibu yang semangat itu. Banyaknya tugas dan pertanyaan mereka membuat saya tak perlu bertanya lagi pada Bu Guru.
Ada satu ungkapan salah satu Ibu yang sangat mewakili :

"Mampu menulis dan bisa menundukkan alat modern, bisa membuat Ibu-ibu merasa muda kembali.."




Monday, 20 January 2014

Karna Gambar


Gambar itu sangat mempengaruhi hati yaa...
Seperti pagi dingin ini...
liat gambar ,  jadi  hangat hati

Teruss...?
Ya gitu..! .ingin jalan jauh ke negri yang berbeda panorama
cium harum bunga...
nikmati ragamnya  karya  Pencipta...

( Kira2 dari jatah umur, berapa banyak bisa kita nikmati  kreasi Allah..?
Meski sering keliling dunia,belum tentu lhoo..!
Siapa tau datang hanya karna tugas yang ketat...?)

Kembali ke gambar...
Cantik dan romantis yaa...Love it !

Perjalanan (4)




Ini hanya keinginan terpendam, agar pembaca ambil hikmah perjalanan pencarian saya.

Terakhir dikisahkan bagaimana sulitnya mencari kajian yang tepat, bukan sekedar "Mendengar"
Materi disusun terarah, ada ujian kemampuan menghafal dan memahami.

Berawal dari :

- Pengajian Balai Desa bersama warga yg kebanyakan wanita sepuh
- Mejlis Ta'lim IPB bimbingan para dosen Agama Islam IPB.
- Kajian "Ulil Albab" Ibu-ibu Elite Bogor,berguru pada  dosen UIN dan PARAMADINA
- Pernah ikut Pengajian kaum Syiah di Jakarta, dg beberapa guru bernama belakang "Shihab"
- Bergabung dengan Majelis Abah Anom di Tasik dengan tarekat Naqsabandiah-nya
- Seminar ESQ di Aula Gumati-Bogor
- Pelatihan sholat khusyu Abu Sangkan di Mesjid Bank Indonesia.
- Bergabuing dengan Tarekat Al-Fatah, dengan Musrsyid Syech Fatah,Pemimpin utama Group musik DEBU. yang berzikir lewat lagu dan tarian, mirip2 aliran sufi Rumi dari Turki.
- Bermursyid pada Ustadz  Nazaruddin Umar dengan Zikir Assyifa
- Bermursyid pada Ayah sendiri dengan Tarekat "Al-Haq"

Sebagai fakir ilmu, memakan apa saja  yang disajikan. Tak tau dasar pemahaman Ustadz.
Buku pegangan  komplit dalil, tapi pemahaman  menggunakan akal manusia . Ditambah saya tak faham bahasa arab jadi terasa pincang.


Pertanyaan selalu terbit

- Sesuaikah dengan maksud Allah dan RasulNya ?
- Bagaimana dampak di keseharian?
- Makin merasa takut pada Allah, atau merasa GR disayang Allah?

Insya Allah akan saya terangkan satu peratu,apa  yang saya dapatkan disana.
Ada yang tanpa dalil, lemah bahkan menyesatkan

Wallahu a'lam...