Saturday, 18 January 2014

Berfikir Sebelum Membawa Pasien





Setelah bawa anak ke UGD Rumah Sakit besar kemarin, saya jadi yakin sekarang.
Bahwa teliti dulu kasus penyakitnya ,baru memutuskan Rumah Sakit mana yang akan dituju.
Lebih bagus lagi kalau sudah punya referensi Rumah Sakit/Klinik yang memudahkan pasien.
( Jangan segan  bertanya sebelum musibah menimpa. )

Kejadian anak saya yang menangis karna di takut2i dokter lukanya akan membusuk,membuat saya tak mau lagi kerumah sakit ternama,apalagi setelah liat list tarif untuk kasus luka kena knalpot yang sebetulnya tidak seberapa,sebab  perawatan sudah dilakukan dirumah.
Luka kering, pertumbuhan jaringan kulit baru sudah nampak,tak ada inveksi sama sekali..!

Mungkin anda pernah mengalami atau lebih tau dari saya.
Lain dulu lain sekarang. Kalau lagunya Iwan Fals berkisah tentang pasien tukang Helicak  diperlakukan beda dengan anak Nyonya Besar. Maka sekarang tak serupa itu lagi.
Di pintu masuk, sebelum mengisi data kita ditanya dulu : " Punya Asuransi..?"

Jadi ringkasnya ada 4 kelompok,menurut saya:

-   Pasien berasuransi mewah, Pasien tak berasuransi tapi mampu,Pasien biasa,pasien tak mampu.

Pasien berusaransi mewah peringkat pertama nampaknya lebih mereka sukai,(Tau sendirilah...!), mempermudah kerja dan pemasukan besar buat mereka.

Alhamdulillah...Walau terlambat, tapi saya dapat petunjuk ke Klinik Nurdin di Cibinong. Sangat beda diagnosanya. Ternyata luka bakar anak saya dilapisan 1  (bukan 3), karna jaringan kulit baru sudah nampak jadi  cukup dirawat dirumah dengan dibekali petunjuk.
Jauh dari operasi Kecil,tak perlu rawat inap 3 hari  dengan tarif 5 sampai 12 juta (Ampuuun..!)

Di klinik Nurdin : Membersihkan+merawat luka+konsultasi gokter+Obat........150 rubu saja !Mudah dan murah...!

Suami saya santai bilang : Ya itulah...! 2 cara untuk dapat uang, bikan orang "tergiur" atau "panik" keduanya "Pemaksaan" sebenarnya.






No comments:

Post a Comment