Sunday, 19 January 2014

Bukan Sekedar Penanggulangan Banjir






Waktu  mengikuti Seminar Lingkungan Alam (1989), saya menganggap penyedia makalah punya takut dan perhutingan yang berlebihan. Katanya  tahun 2011  Jakarta akan seperti mangkok  menampung limpahan air dari Bogor, banjir  masuk sampai Istana.

Setelah hadapi kenyataan begini ....akhirnya mikir :
Sudahlaaah..! habiskan villa2  puncak Bogor ,biarkan hijau luas membentang tanpa atap2  rumah yang mengganggu pandang. Biarkan air bebas menyerap hingga debit air tidak menyerang kota Jakarta ..!
Lalu entah dengan cara apa pemerintah membebaskan Pantai Indah Kapuk  dari  pemukiman rumah2 mewah.
Begitu juga wilayah2 jakarta yang namanya serba pakai "Rawa" kembalikan keasalnya.
Konon waliyah2 itu dulunya Rawa-rawa resapan seluas mata memandang. Meski Belanda melarang pembangunan pemukiman disitu. Toh, masih juga terjadi banjir saat itu ,meski  ringan.

Saya membayangkan Bogor dan Jakarta sama2 punya drainase lebar dan dalam seperti Amerika punya.
Gorong2 disana seperti goa yang leluasa di lalui orang dewasa, meski air cuma sedikit mengalir.
( Hihihi...insya Allah kalau adapun, pasti jadi tempat hunian tuna wisma.)

Apa benar pemikiran saya ? ternyata tidak  sesederhana itu  !
Penyelesaian banjir dengan "menjauhkan air dari orang" dan "menjauhkan orang dari air" ,itu paradigma lama.
Konsep baru drainase yang baik dan suatu keharusan adalah:

"Menyimpan air selama mungkin dan memanfaatkan air semaksimal mungjin"

Konsep lama ternyata banyak menimbulkan masalah,menjadikan kekeringan didaerah hulu pada musim kemarau. Debit air yang harusnya cepat ke laut jadi tergenang.

Prinsip Eko drainase sangat sejalan dengan prinsip keselarasan lingkungan. Sistim ini menangani banjir dengan lebih ramah terhadap flora, fauna, maupun lingkungan. (ternyata lebih luas yaa..)

Pada prinsipnya ada 4 tahapan untuk menahan banjir.

1.Skala besarnya Jakarta punya waduk, danau,dan rawa. (kata ahlinya paling tidak seluas 155,40 Ha)
Skala kecilnya menampung air di tandon air skala rumah tangga. Pada waktunya bisa panen air untuk tumbuhan.

2. Meresapkan air sebanyak mungkin ke tenah melalui media sumur resapan,biopori ,sumur imbuhan.

3. Mengalirkan air melalui berbagai saluran baik makro maupun mikro

4.  Memelihara air dengan kwntitas dan kwalitas yang baik. Disini diubutuhkan tehnologi untuk penyaringan sampah...dan tentu harus diterapkan larangan keras membuang sampah di saluran.

Wallahu a'lam...




No comments:

Post a Comment