Sunday, 12 January 2014

Cara Menulis Dialog dalam Cerpen


Sumber :Isa Alamsyah 

Write a book by O.T

Berikut ini akan saya sampaikan cara penulisan dialog yang 
paling banyak dilanggar karena ketidaktahuan penulis 
pemula. 

Diingat baik-baik ya 

PERATURAN PERTAMA 

Setiap dialog selalu masuk ke alinea baru 
Kecuali dialog yang dipotong sedikit, lalu dilanjutkan 

------"Mau kemana?" tanyaku. (alinea baru) 
------"Mau tahu aja, itu urusanku," jawabnya. (alinea baru) 
------"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku 
sambil menangis, "jangan tinggalkan aku." (alinea baru - 
sambungannya tidak) 

Perhatikan dialog (petik pertama) pada baris pertama dan 
kedua masuk alinea baru sekalipun halamannya masih 
muat. Petik keempat pada baris tiga tidak masuk alinea 
baru karena dialognya masih lanjutan dari petik sebelumnya 
hanya dijeda sedikit narasi. 

PERATURAN KEDUA 

Huruf pertama nempel (tanpa spasi) dengan kutip buka dan 
tanda baca/ huruf terakhir nempel dengan kutip tutup. 

"Mau ke mana?" = benar 
" Mau ke mana ?" = salah (ada spasi) 

PERATURAN KETIGA 

Huruf besar di awal dialog. 
Kalimat di awal dialog sekalipun di awal petik dianggap 
sebagai awal kalimat jadi huruf besar. 

"Mau ke mana?" = benar 
"mau ke mana?" = salah (huruf pertama) 
Kecuali kalau kalimatnya dijeda, maka kalimat pada petik 
berikutnya dianggap sebagai kalimat lanjutan jadi huruf 
kecil. 

Contoh yang benar (jangannya huruf kecil) 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku sambil 
menangis, "jangan tinggalkan aku." 

- kata jangan adalah lanjutan dari kalimat sebelumnya jadi 
huruf kecil saja. 

karena kalau tidak dijeda kalimatnya: 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku, jangan tinggalkan 
aku," sanggahku sambil menangis. 

Contoh yang salah (jangan-nya huruf besar) 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku sambil 
menangis, "Jangan tinggalkan aku." 

(sekalipun beberapa penerbit tetap melakukan ini 
tergantung kebijakan) 

PERATURAN KEEMPAT 

Titik, koma, tanda tanya tada seru, pada akhir kalimat ada di 
dalam petik bukan di luar petik dan menempel pada tanda 
petik penutup. 

Akhir kalimat dalam petik yang diakhiri dengan titik atau 
koma, maka tanda baca tersebut ada di dalam petik 
menempel dengan petik terakhir bukan di luar petik 

Contoh yang benar 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku sambil 
menangis, "jangan tinggalkan aku." (titiknya di dalam petik) 

Contoh yang salah 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku sambil 
menangis, "jangan tinggalkan aku". (titiknya di luar petik) 

PERATURAN KELIMA 

Titik dipakai kalau dialog berhenti tanpa keterangan 
narasi.Jika dengan narasi pakai koma. 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku," sanggahku sambil menangis, "jangan tinggalkan aku." (pakai titik setelah aku) 

"Tapi keselamatanmu juga urusanku, jangan tinggalkan aku," 
sanggahku sambil menangis. (pakai koma setelah aku) 

PERATURAN KEENAM 

Kalau diawali narasi sebelum dialog dikasih koma dulu 
menempel pada huruf terakhir kalimat narasi lalu spasi lalu 
petik buka 

Aku bertanya padanya, "Kamu mau ke mana?" 

Ok segitu dulu, semoga bermanfaat kalau ada kesalahan 
mohon dikoreksi.

No comments:

Post a Comment