Saturday, 11 January 2014

Mumpung di Zhalimi



Timeline Photos | Facebook by O.T
Foto : Indulgy

Sepuluh tahun lalu, saat masih aktif dipengajian "Menteng"-nya Bogor, saya bertanya pada seorang Ustadz bernama belakang Shihab. Sebab seringkali  pengajian ini mendatangkan guru2 dari Jakarta bernama belakang sama .Mereka pandai dalam ilmu Agama.

-"Ustadz., .pendidikan macam apa yang diterapkan orang tua ustadz dulu,hingga anak2nya condong pada ilmu agama dan banyak manfaat di masyarakat.."?

-" Doa Ibu adalah paling mujarab, apalagi ia berdoa saat dizalimi anak2nya. Jika sudah memuncak kemarahan ibu waktu menghadapi kenakalan kami,maka dengan kesal beliau bilang : "Yaaa Allaahh...
semoga anak saya cepat jadi orang, agar dia mengerti.."! Toloong ya Allah.."

Beliau juga menjelaskan bahwa sedari awal orang tuanya sudah mempersiapkan nama yang baik. Nama adalah doa..Shihab berarti Bintang,yang kelak jadi petunjuk dan mudah dilihat siapa saja.

Cerita yang sama terjadi pada keluarga Syekh Suraim yang tinggal dikota Mekah. Usia kanak2 Syekh nakal.
Tak sekali menaburkan pasir pada adonan roti Ibunya. Hingga sang Ibu dengan sedih dan kesal berdoa:
"Ya Allah...jadikan anak ini Imam Masjidil Haram.."! Jadikan anak ini Imam Masjidil Haram..!

Terbukti...suara beliau yang senantiasa akrab menggema disekeliling Ka'bah saat Ramadhan,melintasi TV negri2 lain hingga telinga kita.

Cuma Ibu shaleh yang tau Ilmu  tentang Janji2 Allah dan  kapan doa2 terijabah...
Amarah tak membawanya ke jurang yang lebih dalam dengan kata-kata buruk...hingga nasib anak akan menyusahkannya juga..
Mereka Ibu yang pandai mengambil sesuatu yang berharga meski dalam keadaan terjepit.
(Terbuka lebar langit, untuk doa orang yg terzhalimi...)

Semoga kita bisa mengikuti..











No comments:

Post a Comment