Wednesday, 15 January 2014

Tegak Aqidah Kala Susah


Beberapa bulan terakhir, anak-anak beruntun sakit. Alhamdulillah bukan termasuk sakit berat,resiko tinggi, atau penyakit yang jadi momok.Tapi perawatannya cukup memakan waktu lama.

Dalam perjalanan , seringkali gangguan  datang, bergantung pada selain Allah.(  menganggap dokter dan obat adalah penolong utama.)
Maka saya harus ber ikhlas diri,bila menerima kekecewaan dari mereka. Allah tengah mengingatkan
"Not Them...!"

Bukan itu saja.....berbagai macam anjuran dari orang sekeliling, untuk pakai ramuan A...B...C...atau ke tempat praktek dokter A...B...C...
Mereka benar,mereka baik mau menolong....Masalahnya ada pada saya ! Lamban mengingatkan diri.
Harusnya selalu ingat,bahwa semua adalah ikhtiar...
"Kemanapun berobat, tetap Allah jua yang menyembuhkan"

Keliatannya biasa-biasa saja, semua orang mengalami.
Padahal didalamnya ada pertanyaan Allah  "Sampai Dimana Kekuatan Aqidahmu?"
Aqidah yang bisa membuat hati kuat ikhtiar (berusaha), dan tawakal (ketergantungan pada Allah)
Tak ada SABAR tanpa keduanya.
Pertanyaannya: Sanggupkah saya reflex menggenggamnya disaat ujian datang mendadak..?
Apa perlu waktu dulu baru menyadari,atau silih berganti antara INGAT dan LUPA...?

***Ada kata-kata penting dalam buku kali ini  ("Shahih Thibbun Nabawi")
Harus kita kuatkan keyakinan, bahwa bencana atau kesusahan yang menimpa ini berasal dari Allah yang Maha Pengasih,melebihi cinta kasih kedua orang tua,lebih dari cinta kepada anak, lebih dari cinta kepada diri sendiri. Ujian adalah rahmat....


JALAN KELUAR :

- Berpegang pada janji Allah Boleh Jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu.dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"  (QS: Al-Baqarah 216)

- Tetap berprasangka baik pada Allah, ada sesuatu yg baik setelah atau disebalik ini,namun kita tidak tau,sedangkan Allah maha mengetahui.

"Tidaklah Allah menguji hambaNya yang beriman dengan suatu ujian pada jiwa,harta,atau anaknya, melainkan karna salah satu dari 2 perkara : Bisa jadi ia memiliki dosa yang tidak bisa dihapus kecuali dengan ini,atau ia memiliki derajat disisi Allah yang tidak bisa dipercaya kecuali dengan ini.."

- Dalam pemilihan obatpun nyatanya selalu ada ujian.
Memilih obat yang halal, cara pengobatan yang halal termasuk perjuangan untuk tetap berdiri dalam aqidah.

Semoga jadi pembelajaran ..









No comments:

Post a Comment