Friday, 7 February 2014

A R I F


The Deen Show - Timeline Photos | Facebook by O.T


Waktu Tukang Ojek membawa Arif kerumah ,dia masih duduk di kelas 2 Tsanawiah /SMP.
Tukang ojek mendapatinya sering tidur di Masjid .
Menurut Arif, sebetulnya dia melarikan diri dari Panti Asuhan yang sudah menampungnya belasan tahun .
Kesalahannya menjual beras Panti atas suruhan seseorang, menyebabkan  ia takut untuk kembali.

Arif terjepit... !
Pak Hasan Ketua Yayasan, bermaksud melaporkannya pada Polisi, jika tak mau memberi tau siapa penadah beras,sementara Si Penadah yang tinggal berebelahan dengan Panti, diam-diam terus mengancam.


Tukang ojek memohon bantuan dana siswa buat Arif.
Kebetulan teman-teman Ta'lim  sering menitipkan Infaqnya pada saya ,tanpa direncanakan,terbentuklah Dana Beasiswa Dhuafa.
Alhamdulillah... ada jatah buat Arif !. Padahal kalau pakai akal manusia sebetulnya tidak seimbang antara uang kas dengan kebutuhan siswa  yang harus ditanggung.
Begitulah Allah,pertolonganNya tetap datang,walaupun kesusahan sudah sampai di leher ,syaratnya mudah ! tak perlu sampai berkorban! asal haqul yaqiiin... saja..!)

Pertolongan Allah waktu itu berbentuk "Kemudahan",bukan uang !
Hasil negosiasi dengan Kepala Yayasan ,saya boleh mencicil berapa kali saja utk memenuhi bea sekolah dan makan.
Masuklah Arif ke Pesantren yang Siswa lulusannya banyak masuk perguruan tinggi negeri,dan punya chanel untuk belajar ke  Maroko/ Turky/ Mesir.
Sebelum masuk Asrama, saya sarankan dia utk berterimakasih dan meminta maaf pada Pimpinan Panti yg walau bagaimana telah berjasa menampungnya bertahun-tahun.

Sebetulnya cuma satu  permintaan saya , tapi Allah menjawabnya dengan melengkapi point-point  yang tak terpikirkan, bahkan yang tak ada dalam daftar doa saya, misalnya:

- Arif punya tempat tinggal yang jauh dari ancaman,
- Tidak membebani saya untuk mengawasi
-  Dan yang paling mahal adalah dia optimis,punya semangat lagi untuk sekolah, berani punya mimpi dan cita-cita... Subhanallah!

Saat libur sekolah dia tinggal bersama  tukang Ojek. Sesekali datang kerumah saya untuk silaturrahmi atau memenuhi undangan  Syukuran teman-teman  saya.
Dia tidak tau,setiap saya melihat ,selalu saja harapan besar memenuhi benak dan hati .
Saya membayangkan dia sekolah di Kairo!  itu kebahagiaan saya !

Asalkan  mampu mempertahankan prestasinya, ia layak dapat Beasiswa dari Pemerintah Arab yang mendanai berdirinya Yayasan itu .
Apalagi  kemampuan Bahasa Arabnya lumayan!
Di acara Pemberian Santunan dia suka minta : "Bu ,kalo ada acara siraman rohani,Arif mau ceramah Bu...!

Melihat dia bicara didepan dengan bahasa arab yang fasih,membuat saya tidak sanggup menahan air mata.
Akh... andaikan orang tuanya dapat  menyaksikan!
Saya berharap masih punya umur untuk menyaksikan dia sukses.

3 tahun lewat sudah. Arif masih punya semangat belajar yang menggebu.
Tapi, setiap datang, badannya kelihatan  makin kurus,sering sakit-sakitan.
Pernah saya minta dia libur sebentar, untuk memeriksakan kesehatannya.
Tapi dia mengutamakan sekolahnya,terpaksalah...saya cuma membekalinya dengan obat dan vitamin.

Waktu itu bulan ramadhan,saya sarankan agar tidak puasa dulu,dan memaksanya  ke Rumah Sakit.
Dari kaca spion saya liat wajah aslinya yang lemah. Biasanya saat berbicara dia suka berlagak ceria dan sehat.
Saya jadi khawatir!..Dan kini giliran saya harus berlagak tenang dan semangat didepan dia !

Dokter menganjurkan ronsen,cek darah,dan lain-lain,lalu kembali beberapa hari lagi.
Kedatangan saya berikutnya tanpa Arif,agar  leluasa konsultasi dengan dokter.
Hasilnya... Dokter prihatin ! dengan hati-hati  dia menjelaskan,bahwa Paru,Ginjal, Lever,dan Jantung Arif sudah tidak sehat lagi.

Sepulang dari rumah sakit saya tak mampu  beraktifitas.Banyak yang saya fikirkan.
Insya Allah kalau masalah biaya, pasti Allah menjamin rejeki anak sebatang kara itu ! Tapi untuk menjelaskan dan menguatkan hatinya saya merasa berat !

Lebih berat lagi saat Dokter bilang, Arif diduga terkena HIV ! Perlu penanganan khusus dan waktu yang lama.

Sehabis solat idul Fitri kami saling memaafkan, sempat saya  titip uang utk beli susu dan lain-lain,sambil terus menyemangatinya.
Melihat sorot mata dan langkahnya makin lemah, hati saya tidak enak,dan segera berinisiatif mencari asal-usul keluarganya,ke Pimpinan Panti.
Baiklah! saya tidak bisa menolong menyembuhkan penyakitnya,tidak bisa membantu mewujudkan cita2nya! Tapi Ya Allah....beri saya kesempatan satuuuu saja !  menghadirkan ibunya disaat  seperti ini.
Keadaan memaksa saya  berpacu dengan waktu !

Keterangan dari Petugas Panti,Arif dititipkan ibunya sejak umur 4 tahun,setelah itu tak sekalipun ditengok,
Menurut kabar, Sang Ibu hendak dinikahi majikannya.
Kehadiran Arif cuma merepotkan dan jadi penghalang.Alamat terakhir mereka tinggal di Ciawi.

Tapi kami tidak menemui  mereka, walaupun di cari sampai kampung halamannya di Sukabumi.
kami cuma dapat kabar ibunya sudah di Jakarta,tak ada alamat lengkap,dan...sudah berpindah Agama!

Allah berkehendak lain...2 hari setelah pencarian,Arif meninggal dirumah kontrakan Tukang Ojek yang dianggapnya sudah seperti bapak sendiri.
Semoga wafatnya termasuk Syahid....sebab dalam jihad menuntut ilmu agama,dan di zolimi ibunya......

Setiap melihat anak berbaju seragam SMA Aliyah, saya selalu teringat Arif dan mendoakannya...!
Bagi saya,....karna dialah, Allah menolong anak-anak saya yang selalu mendapat kemudahan dalam Pendidikan.
Dia jembatan saya menuju pertolongan Allah...

Allahummaghfirlahu... Warhamhu...










4 comments:

  1. Mak...Semoga Arif tenang di surga-Nya...sedih kalau mendengar cerita dan semangatnya..tapi Allah SWT punya rencana yang lebih baik..terima kasih sudah sharing mak..dan salam kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ammin ya Rabb..Anak-anak kita harus lebih banyak bersyukur yaa.. Salam kenal juga ya Mak Indah, senang dapat koment nya...:)

      Delete
  2. waahhhh mak Mutia, saya bacanya hampir mewek :'( kasian Arif ya mak, mudah2an dia mendapat tempat yg indah saat ini, aamiin.
    salam kenal mak Mutia..

    ReplyDelete
  3. Salam kenal juga yaa...Senang sekali, Mak mau berkunjung.
    Ya Mak... mungkin Allah rindu dia, kasihan dia terlalu lama susah..
    Amiin ya Rabbal 'alamiin...

    ReplyDelete