Thursday, 13 February 2014

Dapat Buku: Nol Rupiah

                                     



Buku mungil Iwan Espeje ini berjudul :  "AKU AJAK KAU"...  Di cover belakangnya luar biasa ! tertera : Rp 0 ,-
Sahabat kami ini memberi cuma-cuma buku yang ia tulis, cetak,dan terbitkan sendiri untuk orang-orang terdekat.
Ditengah gempitanya orang-orang ingin punya nama besar dan rejeki besar dari buku, Iwan Esjepe malah  melawan arus.

Isinya sarat puisi  perjalanan spiritual ke Mekkah, Madinah dari seorang Muallaf yang memancing komentar sahabat-sahabatnya:





"apakah ini hidayah buat dia? atau peringatan buat kita? Sumpah,saya benar-benar bingung..."
(Teguh Handoko,Managing Director Ideasphere Transformation Bureau)

Iwan seorang yang biasa-biasa saja. Tapi getaran tulisannya menyengat pembaca. Memaksa untuk ikut kekedalaman rasanya.

"Aneh juga bahwa Iwan ke Tenah Suci... malah nulis puisi yang rada-rada suci,dan malah mengajak kita ke Tanah Suci. Kita turuti saja munya..." (Sapardi Djoko Pramono-Sastrawan)




AMIIN...

Shalat di Langgar kampungku dulu
Juga pakai Amiin di akhir al-fatihahnya

Tapi Amin di Masjidil Haram membangunkan bulu kudukku

Diucapkan bersama-sama.

Gemanya bagai auman Singa besar
Ditengah dan seputar arena Tawaf

Sementara dilangitnya,
empat elang Arab terbang,
berputar dengan anggunnya

***
TANGIS SUBUH

Di tengah Sholat,
banyak terdengar jerit anak kecil dan bayi menangis

Tak usah merasa terganggu,
Tersenyumlah,
kerena telah lahir penerus,generasi Islam untuk masa depan...

***
AROMA MASJIDIL HARAM

Duduk bersila di karpet merah,
Tengadahkan kepala,
hirup penuh udara ruangnya.

Begitu dalam kuhisap udara,penuhi paru,
pompakan oksegen melalui jantung
keseluruh tubuhku

Aroma Masjidil Haram akan selalu kurindu

***
BERHENTI

Melakukan Sa'i tak ubahnya seperti
melakukan perjalanan hidup sehari-hari

Ada awal,ada akhir...
Ada naik,ada turun...
Kadang berjalan, kadang berlari

Lalu... Berhenti...




















No comments:

Post a Comment