Friday, 28 February 2014

FOTO JADUL SMA 12 KLENDER




Saya tak tau kapan Tanggal dan Bulan Bapak mulai mengajar di Sekolah  SMAN 12, yang termasuk sekolah Unggulan di Jakarta .
Kalau melihat  foto-fotonya, Bapak sudah mengajar sejak tahun 64.
Cerita panjang Bapak mencari nafkah untuk keluarga,tak lepas dari sejarah dan perjalanan Sekolah itu.

Karna masih terlalu kecil, yang saya ingat...
Murid-murid Bapak selalu datang rombongan pas Hari Raya Idul Fitri, atau menjenguk beliau kala sakit.

Saya dan adik-adik gembira jika Ibu memberi tau mereka akan tiba.
Selain karna buah tangannya, memandang orang dewasa selalu menyenangkan buat anak kecil,bukan?. Rasanya ingin cepat dewasa.
Lebih menyenangkan jika mereka mengajak ngobrol . Serasa se-umuran!

Tidak cuma harum,mereka ganteng dan cantik-cantik.
Entah karna saya kecil atau salah mengenang, rasanya umuran SMA kala itu jauh lebih dewasa  (Kasarnya...tua!) dibanding anak SMA sekarang.

Bapak semangat dan aktif, selalu dapat tugas mengawasi kegiatan PLONCO ( MOS-nya  jadul) dan CAMPING.
Tampak di album foto, beliau bertopi baret, berjaket, dengan pemandangan alam Ciloto dibelakangnya.

Dalam foto berbagai acara sekolah kelihatan  Bapak menikmati sekali kebersamaan dengan sahabat-sahabatnya.
Kini tinggal kenangan... sebagian besar sudah wafat.

- Bapak Julius (Kepala Sekolah Pertama)
- Bapak  Kartombi , perawakan kurus berkaca mata,rajin pakai Jaket
- Bapak Maksum, Anaknya pintar-pintar
- Bapak Zainal, dirumah beliau untuk pertama kalinya saya makan Opor.
- Bapak Kemal, yang punya tulisan dan lukisan bagus-bagus.
- Bapak Amin,Guru Agama Islam,yang berwajah bening berwibawa


Ibu -Ibu Guru nya:

- Ibu Elma,guru yang tegas
- Ibu Rajaguguk, yang sangat ditakuti
- Ibu Syamsuenar, yang serba bisa dan rajin berwira swasta
- Ibu Nurlaili,Guru yang lembut, rumah kami berdekatan

Sebagian besar dari merekapun sudah banyak yang wafat.


Tahun 70-an sejak keluarga kami pindah ke Klender, makin lekat  lagi mengenal SMA ini. Sebab setiap pagi mereka berolah raga di Lapangan Bola dekat rumah.
Pak Wasis yang terkenal tegas,galak, membimbing mereka praktek.
Tentu saja  mereka butuh tempat luas, pelajaran Olah Raga kala itu sangat serius dibanding sekarang.
Seperti lempar lembing,tolak peluru,lempar cakram,dan lain lain... semua dipraktekkan.

Lebih tau pula cara mereka bergaul, karna setiap istirahat sekolah (SD KLENDER), sahabat saya mengajak ke warung Lontong Padang Ibunya di belakang gedung sekolah.
Waahh...rame! saya heran,yang masuk sekolah ini selalu enak dipandang,serius,dan santun, sayang dengan Ibu sahabat saya. Tak salah kalau pernah dapat julukan "SMA TELADAN"

Namun sempat tergilas Mode juga...
Tahun itu pertama kalinya siswa berdemo dan langsung nge-Top di media. Mereka minta diizinkan berambut gondrong!  Kalau tidak salah zamannya Ali Topan  ! Novel terkenal  yang mengidolakan  cowok gondrong dan cewek ber-rok mini.

Oh yaa...Tulisan mereka pun bagus-bagus dan rapih, saya melihatnya saat Bapak menilai kertas Ulangan.
Hehehe...sempat menyisihkan beberapa lembar yang bertulisan paling bagus,untuk saya ikuti.
Positifnya... saya punya banyak gaya tulisan yang selalu dipuji.
Negativnya... sering diminta teman untuk menulis surat kaleng, surat sakit palsu untuk guru, dan menulis surat cinta buat teman yang malu  tulisannya acak-acakan! Lumayan... berhadiah permen SUGUS berharga mahal kala itu.

Tahun 80-an SMA 12 makin di gandrungi. Bangga jika bisa memasuki sekolah ini setelah lolos menempuh saingan dan test yang ketat. Guru-guru tak kenal kompromi.
Alhamdulillah Anak-anak dan Cucu Bapak bisa merasakan menimba ilmu disitu.
Gedung sekolah makin bagus, dilengkapi ruang Lab dan Musholla.
Bapak bilang, sekolah pertama di Jakarta  yang bermusholla ,adalah SMA Negeri 12.

Sekarang diusia 85, Bapak masih jelas ingatannya akan perjuangan guru-guru dalam membesarkan nama sekolah.
Murid-murid Jadul mengenang Bapak saya bukan hanya dari suara dan berdirinya didepan kelas, Tapi juga dari motor tua pujaannya yang mulus terawat... LAMBRETTA !!

Setelah berumah tangga, saya ingin membeli lagi motor Bapak yang pernah beliau jual.
Berharap beliau yang senang dengan barang bersejarah itu bisa melihat dan memilikinya lagi .
Tapi beliau tak mau memberitau siapa pembelinya.

"Biar saja Nak...! Bapak sudah ikhlas melepasnya.Mudah-mudahan bisa bawa Bapak ke Syurga"...


Rupanya beliau menjual motor itu untuk membantu dana pembangunan Musholla Sekolah.
Alhamdulillah... ada kenang-kenangan bapak disekolah itu.Semoga tetap bertahan dan terawat terus..

Bapak cukup puas dengan sebuah cincin emas lumayan berat,persembahan dari murid-murid tercinta saat Reuni. Beliau termasuk guru tertua yang berhak mendapatkannya.

Waktu main kerumah Bapak beru-baru ini,beliau memberi 2 lembar foto ini . Beliau meng-coppy di kertas ukuran besar...mungkin beliau sedang rindu yaa?
Masih ada foto-fato lain di album ,Insya Allah setelah terpilih gambar jelas, akan  saya tampilkan.


                  




























No comments:

Post a Comment