Friday, 14 February 2014

H A R I R I


"Aku diperintahkan untuk sujud diatas 7 tulang (anggota sujud),kening,kedua telapak tangan,kedua lutut,dan jemari kedua kaki..."  (Hadist Bukhari: 812 dan Muslim: 490)




Dan... Hariri (saya tidak menyebutnya Ustadz karna tak memenuhi kriteria), menggunakannya untuk memuaskan nafsu "Arogan"nya.

Namun saya bersyukur, mata bodoh ini mencoba membaca.
Abad ini adalah abad "Penyaringan". Emas akan dipisah dari tembaga.Kebatilan harus terpisah dari yang Haq. Masyarakat harus menyaksikan "Pelantun Kebenaran"  belum tentu "Pelaku Kebenaran"

Hamba Allah harus mengerti tanda yang sudah Allah beri. Bahwa kita sering terkecoh dengan Kostum,Gelar,dan besarnya Pengikut. Terlalu rendah memposisikan diri,hingga mudah mengkultuskan manusia. Bukankah Allah telah mengingatkan, manusia yang utama adalah yang mulia akhlaknya?

Akibat mencari ilmu cukup dengan "Mendengar", selalu dituntun,dipimpin,sampai tak faham doa apa yang dibaca sang Imam didepan. Seolah Ilmu Agama hanya milik mereka,kita pengikut saja.
Mudah, Bila tak tau syariat,tinggal lari kepada mereka.
Maka kesalahan ada juga pada pundak masyarakat yang menganggap semua penceramah adalah ustadz, semua ustadz adalah ulama.Padahal ketiganya berbeda.

Apapun julukan, pada akhirnya Akhlak lah yang menentukan.
Ulama/Ustadz yang berakhlak mulia, dan ummat yang tak berlebihan dalam memberi penghormatan,adalah paduan yang telah Allah contohkan lewat hamba terpilih-Nya Muhammad Rasulullah Salaullahu 'alaihi wassalam.

Semoga kasus ini menyadarkan kita, bahwa ,penting!... penting! mendalami dan mempraktekkan Ajaran Islam murni,bukan hanya D5... Datang,Duduk,Dengar,Diam Doang (tak mau bicara yang haq)!
Berapa banyak hadirin yang ada dihadapan Hariri,apakah ada yang berani lantang menegur??

Wallahu a'lam...



No comments:

Post a Comment