Saturday, 8 February 2014

KEHILANGAN

Keponakan bertambah lagi.. Alhamdulillah ..
Kelahiran selalu membawa suasana baru, seperti ada tokoh baru dalam satu cerita panjang.
Saya tanya pada putri bungsu, "Berapa jumlah cucu Opa (Kakeknya) sekarang?"
Dia jawab "Tidak berubah, ma...!"
Saya jadi murung...
Ya, setahun yang lalu keponakan saya wafat 1 orang,di usia muda produktif.

baltyra.com

Saya murung...karna ingat pernah  sulit menerima kuncup bunga gugur.
Padahal kalau mau berpikir,usia berapapun yang Allah tentukan untuk "Diambil" tetap saja manusia berkeluh.

- Aduhai... dia pergi disaat sedang lucu-lucunya!
- Masih perawan, sedang ranum-ranumnya, banyak cita-cita yang hanya jadi kenangan
- Kasihan, baru saja berumah tangga, sedang manis-manisnya
- Kasihan... Anaknya-anaknya masih terlalu kecil
- Kasihan... Belum sempat lihat anaknya Wisuda
- Kasihan... Belum  sempat menikahkan anaknya


Banyak  Ibrah/pelajaran agar  Ikhlas dan tetap bersyukur dalam duka, mungkin salah satunya kita  bisa  menengok  "kehilangan" lain yang lebih besar dan dahsyat seperti Tsunami.
Baru saja bahagia dikelilingi keluarga,dalam hitungan menit, tiba-tiba seseorang jadi manusia sebatang kara!

Kalau dalam keadaan normal (bukan Bencana Alam) .mungkin seperti  seseorang yang saya temui di Angkot kali ini.

Ibu usia  60 tahun lebih, dia naik sendiri saja,sementara teman /rombangan  pengajiannya pulang berlawanan arah. Karna kami hanya berdua diangkot itu, mulailah saya membuka pembicaraan.
Tampaknya dia senang sekali dapat teman ngobrol.
Waktu saya tanya dimana rumah beliau ,dia menjawab :

"Saya enggak punya rumah,Bu... hanya numpang sama saudara"

Rupanya ia sudah lama ditinggal mati keluarganya beruntun satu persatu. Mulai dari suami, anak sulung  usia 20-an sampai si bungsu  usia remaja,  tumpuan akhir.

"Kalau ada satuuu cucu saja, saya tidak akan menumpang" katanya .

Orang bilang : "Datang ke bumi sendiri, lalu berdua (menikah), lalu banyak (beranak),kembali berdua (anak-anak berumah tangga),akhirnya sendiri lagi... (masuk bumi)
Ternyata tidak selamanya begitu, yaa...?








8 comments:

  1. terbayang rasanya mak...kehilangan, sendiri...tapi selalu, pasti Allah SWT tidak akan membiarkan kita umatnya diuji di luar kemampuan kita. Semoga kita bisa selalu bersyukur dan ikhlas untuk semua pemberian dan skenario-Nya ya mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau berfikir,ujian orang itu sebetulnya untuk mengingatkan kita yaa..
      Kita juga diuji dengan skenario yang berbeda seperti yang Emak bilang..

      Delete
  2. kehilangan memang selalu menyisakan kesedihan yang mendalam yaa mak, karena kita punya rasa memiliki dan sesaat lupa kalau kita sebenernya gak punya apa2/siapa2 :')

    ReplyDelete
  3. Benerr Mak, dan... kita baru sadar maut itu dekat kalau kerabat dekat sudah terpanggil. terimakasih kunjungannya Mak cantik ! :)

    ReplyDelete
  4. Apapun kondisinya, itu hal yang menyedihkan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu waktu untuk memahaminya yaa.. Thanks New new

      Delete
  5. Yes, setuju. Tapi juga sebelum mikirin kehilangan, paling "nanclep" kalo mikir : kapan ya giliran kita?jgn2 hari ini, besok / kapan..spt kata hadits (saya lupa detailnya) : bekerjalah seperti akan hidup 1000 tahun lagi. beribadahlah seperti akan meninggal esok hari. #Renungan untuk diri sendiri juga

    ReplyDelete
  6. Benar, kita nggak lepas dari 2 hal ya,Ditinggalkan...atau Meninggalkan..? Thanks Mutiara..

    ReplyDelete