Monday, 3 February 2014

Maafkan Saya, "Shukoy"...


                                                                   



Saya punya rasa bersalah pada si "Shukoy" .

Sudah beberapa minggu dia pergi, mungkin ada cewek yang dia taksir.Entahlah...!
Sampai satu sore dia melenggang datang ke ruang tamu dengan tenang.
Biasanya kalau pergi lama dia pulang dengan bawa luka kerumah. Kali ini diliat dari jauh aman-aman saja
Tapi...setelah dekat. Iiiiikkkhh....!!!  kulit pinggulnya sobek lumayan lebar ..!

Kelihatan persis  kerpet yang terangkat dari ubin. Bawahnya botak licin.
Jelas benar warna kulilt aslinya.
Saya langsung jijik dan agak mual....sebelum dia tidur di karpet depan TV, dengan suara penuh mohon saya bilang :

"Shukoy...! Kenapa sih, pulang selalu bawa kasus..?  Ibu jijik liat kulit kamu...!
Tolong deh...kamu pergi dulu,tinggal dimana kek...! Nanti kalau kulitmu sudah berbulu lagi,baru kembali yaa.." !

Akh...namanya juga binatang, ngerti syukur,nggak ngerti ya sudah..! paling tidak sampai sehari, dia pasti balik.

Saya sudah lupa kejadian itu, sampai beberapa minggu kemudian dia datang dengan bulu yang baru.

"Wahh...! Shukoy memang pinter, gitu dooong !"

Dia cuma melenggang santai membelakangi , tapi kini saya  tau, naluri kebinatangannya bisa menangkap maksud manusia.

Kira-kira 2 minngu setelah itu, putri bungsu saya mengalami kecelakaan motor. Alhamdulillah tidak berat cederanya. Kepala dan badan aman, hanya kakinya kena knalpot.

Ternyata yang namanya luka bakar, susaaaah mengurusnya. Apalagi kulit dia sensitif dan lama sembuh kalau ada luka.
1 bulan lebih saya merawat luka bakar. Setiap hari mengolesnya dengan salep khusus sampai 5x.
Alhamdulillah....sudah membentuk keropeng, berarti didalamnya sedang terjadi proses pembentukan jaringan kulit baru.

Cukup Membingungkan memang. Advis dokter tidak selalu seragam.
Dokter satu bilang,luka bakar pantang ditutup. Dokter lain bilang harus selalu terbalut  verband. Kuman-kuman diudara dapat memperburuk luka.
Ok, saya ikuti advis pertama !

Tamu-tamu  yang kebetulan pernah mengalami hal yang sama,bicaranya melegakan hati.

"Tenang saja,ini sudah jadi keropeng, nanti kalau betul-betul kering, akan terlepas dengan sendirinya. Awas yaa.. jangan di paksa buka, nanti lukanya membekas..."!

Tapi naas...  saat bangun pagi, ulah tersenggol bantal ,keropeng itu terangkat sebelum waktunya, sebagian luka dalam terlihat,masih basah..dan sedikit berdarah...!

Setelah dibawa ke dokter yang tepat dan harga yang hemat,alhamdulillah dapat arahan cara merawat luka gaya baru..!
Tak bosan , tak lelah, menunggu terus jaringan kulit baru dari hari kehari. Setiap perubahan disambut gembira. Hhmmm...ternyata prosesnya  perlu sabar dan telaten.
Sekarang terlihat hasilnya  membaik 80 %.

Rasanya tak perlu diceritakan lagi. Pembaca pasti sudah tau,saya kwalat dari Shukoy.
Atau mungkin ada yang bilang :

"Akh..! itu sih, kebetulan saja, memang nasibnya mau jatuh.."!

Ya, benar... !
Taqdirnya putri saya jatuh, tapi ada pesan Allah yang diberikan berbarengan dengan kejadian itu.
Saya diingatkan bahwa, Shukoy mahluk hidup,dapat mendengar. Dia punya hak kehewanan.
Sampai Shukoy masuk pintu rumah saya, berarti  rejekinya sudah dititipkan Allah disni.
Allah percaya saya tak akan menyakiti badan dan hatinya.

Allah pasti dengar  jeritan hati si Shukoy waktu itu (*Sok Mellow)
Rasulullah saja melarang kita menendang kendaraan tak bernyawa. apalagi yang bernyawa
seperti Kuda dan Onta. Shukoy bukan hewan pengangkut,tapi dia juga bisa mengerti bila dikasari.

Jadi ... waktu tersadar setelah menghubungkan kejadian, saya langsung menyambut Shukoy hari itu dengan penuh sayang. Walaupun dia suka tempe dan biskuit ( Kucing aneh !), saya menyiapkan ikan spesial buat dia.
Sambil mengelus, saya tunggu  dia menghabiskan makanannya. Tanpa gengsi saya  ungkapkan maaf dan penyesalan .

" Shukooy....(Akh... biar jadi rahasia kami saja yaa.."  )
































No comments:

Post a Comment