Sunday, 16 February 2014

Mengajari Bayi Sabar


Timeline Photos - < Bellissime Immagini > | Facebook by O.T


Dulu Ibu menasehati saya :

-"Bayi jangan di gendong terus! Nanti dia "Bau Tangan"!
-"Saat bayi tidur,kamu harus tidur ,untuk bayar begadang tadi malam karna menyusui.
- "Waktu siang, saat bayi tidur adalah masa bebas! pakailah  untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Sudah saya praktekkan nasehat Ibu, dan menikmati hasilnya.
Setelah kenyang, bayi saya bermain atau ngoceh anteng dalam box , saya jadi leluasa mengurusi kakak-kakaknya berangkat ke Sekolah

Tante saya pernah komentar:
"Bagus, sedari awal kamu sudah ajari bayimu tentang "Sabar"
Mungkin karna beliau melihat saya tidak serta merta menyusui begitu teriakan pertama bayi terdengar.

Waktu itu saya  berfikir, harus jeli lihat "Jam Tidur Bayi" dan "Jam Sibuk" saya.
Hehehe...pokoknya saya tidak mau dikerjain mahluk mungil ini . Nangis-nangis dikit tak apalah! yang penting perutnya sudah kenyang. Kalau tidak begitu akan  keteter semua pekerjaan rumah.
Kalau saya enjoy bekerja, cukup istirahat, bisa makan dengan tenang...saya sehat dan air ASI akan banyak!

Ada 2 pendapat mengenai "Bau Tangan" ini yang ternyata dikenal juga di USA.
Dr.William Seare, yang punya 8 anak mengatakan dalam 5 seri bukunya bahwa,"Quick Response"
dan "Menggendong Itu Penting".
Dia menamakan "Gaya Asuh Penuh Kasih"  Gaya ini mengakibatkan anak jadi manja,dan itu sah-sah saja.

Berbeda dengan buku Rising Your Child nya Dr.OZ...
dengan bergegas  menghampiri anak yang menangis, berarti anda merampas kesempatannya untuk menenangkan diri. Bukan hanya itu, ia juga akan belajar bahwa rewel dan menangis adalah cara ampuh agar anda bergegas menghampiri dan memperhatikannya.

Dr Sears membantah, bayi bukan kelompok yang bisa dipaksa untuk mandiri dan disiplin. Kalau didiamkan nanti dia akan kecil hati.

Alhamdulillah, saya melewati masa itu tanpa pendapat kedua ahli tersebut yang mungkin akan membingungkan saya sebagai Ibu muda.
Terbukti sudah, semua Anak-anak saya termasuk anak yang sabar sampai besar.
Tanpa pembantu, jauh dari Ibu dan Mertua,saya bisa mengurusi 4 anak dengan jarak umur yang cukup  berdekatan,bahkan dari anak pertama ke anak nomor 2 , saya cuma kosong 3 bulan.

Ada 1 resep jitu dari Ibu:
Kalau  punya pekerjaan yang banyak, bicara perlahan pada bayi saat dia tidur:.

" Sayang...Mama mau kerja dulu, jangan bangun sebelum Mama selesai,yaa..!"

Hehehe...kayaknya belum ada Dokter ahli yang bisa menerangkan dan melihat hasilnya!










No comments:

Post a Comment