Thursday, 6 February 2014

Penulis = Koki

learning to write by O.T

Lucu, kalau membaca lagi tulisan-tulisan lama saya di tahun 2012.
Banyak sekali  "serabat-serobot"  melanggar aturan menulis, seperti:

-  Menyingkat kata,
-  Huruf besar tidak pada tempatnya,
-  EYD berantakan,
-  Selalu menyingkat kata.

Walaupun payah,sekarang saya mencoba tak menyingkat kata, dan berusaha tidak menulis angka 2 untuk kata berulang. Tapi penulisan titi-titik pada kalimat terputus,saya belum insaf... !
Sepertinya harus sering-sering kena "Jitak" Ibu Guru Online saya.

Pendapat bahwa menulis sekedar  memuntahkan kata dari benak ,dan yang penting sampai pada pembaca, itu ibarat seorang Koki yang memasak sesuai selera lidahnya, tak peduli penyantapnya  cenderung suka manis atau asin.
Koki yang cerdas tentu akan melepas cita rasanya sendiri, dia harus mengambil standard rasa yang mampu menguasai semua lidah.Nah!...  dia butuh Ilmu !

Masakan Koki akan dipuji bila ia faham, mana rasa yang harus ditonjolkan dan mana yang samar.
Kalau dalam tulisan, inti cerita yang harus diutamakan. Kisah penunjang atau tidak penting hendaknya diulas sedikit saja.
Kalau Andre Hirata bilang :

 "Tak mungkin kita mengulas keindahan Matahari terbenam sampai 3 halaman"

Bisa jadi Penulis  tak belajar khusus,tapi banyak yang membaca tulisannya.
Ya! tapi terbatas pada Blog  atau media lain.
Jika tulisan ingin menjadi satu buku,  tentu harus  melalui Penerbit , dan mereka punya standard aturan.
Naah..."mentok" , kan?

Intinya, menulis bukan sekedar selera,tapi membuat pembaca nyaman hati dan mata.
Tanda baca  ternyata tidak hanya mempengaruhi,tapi juga mempermudah mereka "Menangkap Rasa"  sesuai dengan rasa Penulis.
Kecuali yaa... kecuali ! tulisan Puisi, yang bisa lentur dari aturan.

Hehehe.. .ini sebenarnya saya sedang latihan menulis, kapan huruf miring dipakai. :)









2 comments:

  1. maaak... saya pecinta titik titik...
    tuh liat aja komen di atas, belum apa-apa udah obral enam titik!
    hihihihhi...

    susah sembuh dari kecintaan akan titik-titik nih, mak, gimana doooong :D

    ReplyDelete
  2. Asiik,ada yang sammaa... Kata Bu Guru Online sebetulnya boleh saja,karna artinya kalimat jeda sebentar lalu bersambung kembali/kata-kata terputus. Peraturannya cukup 3 titik,lebih dari itu "Lebay", hehehe
    Mungkin dengan sering latihan,akan terbiasa,kali yaa...?:)

    ReplyDelete