Monday, 24 February 2014

Syair Kenangan


Gara-gara PR Puisi, saya tenggelam lagi kedalam permainan kata yang sebetulnya sudah lama saya tinggalkan.
Saya ikuti materi itu untuk mengasah kemampuan berbahasa dan  menajamkan rasa saja.

Keindahan kata selalu membuat alam khayal berlari jauh menembus batas.
Kebebasan bertutur membuat Pembaca pun bebas memaknai

Puisi gaya lama banyak bikin ruwet. Untuk 1 pemahaman ,putar-putarnya terlalu jauuuh..
Puisi modern, terlalu serampangan hingga hilang kehalusan ungkapan.

Lagu-lagu puitis romantis digemari tahun 80-an. Saat Group Band Anak-anak Menteng, Radio Prambors, Pengarang lagu seperti Eros Djarot,Baskoro, sedang  Booming!
Hingga kini nada dan syairnya selalu dalam kenangan tak tergantikan.

Ini syair kecintaan saya:


Merepih alam, dimalam berselimut kabut kelam
Wajah pun meredup,tercermin haus dahaga
Meremang gulana, menatap reruntuhan dalam duka

Ku nanti fajar berkawan angin malam
merindukan belaianmu Oh asmara...Oh asmara
Insanmu menanggung rindu

Benamkan diriku dalam dekapan
Tanganmu nan hangat,penyegar cita rasaku
Bukakan pintumu...
Kan kujelang kau pelita hidupku

Bawa aku serta
Berlayar menuju Pantai harapan
Bersamamu     Oh asmara...oh asmara...
Insanmu menanggung rindu











No comments:

Post a Comment