Monday, 31 March 2014

Anjing Di Paris

              
                             web.orange.co.uk


Hehehe...Pengalaman ini buat lucua-lucuan saja...

2 Keponakan saya dalam perjalanan pulang Sekolah di Pusat Kota Paris.
Bertemulah dengan seorang Ibu cantik,glamour, berjalan dengan Anjingnya yang terawat.
Seperti yang lainnya, disini sering ditemui orang yang memperlakukan Anjing piaraan dengan berlebihan.


Waktu Anjing  menyalak galak, keponakan saya berumur 10 dan 8 tahun itu takut luar biasa, tak berani meneruskan perjalanan. Sementara sang pemilik santai saja, tak menegur Anjingnya sedikitpun.

Adik saya (Mamanya) tak kehabisan akal, dengan santai dia bilang:

"Lea,Nadya... tenang saja!  Kalau di Indonesia, Anjing itu ada yang makan!"

Mendadak sontak Nyonya glamour itu mengangkat Anjingnya dan cepat berlalu dengan wajah ketakutan.




Polygami Yang Tak Sesuai,Membawa Kehancuran

                                          
                                                  www.thescoopng.com


Polygami memang diizinkan Allah..
Pasti ada maksud Allah yang tak sepenuhnya bisa kita fahami dibaliknya.
Sebagai hamba hanya bisa melihat pada kenyaataan yang ada.
Kesempatan yang diberikan itu kebanyakan  pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang Allah mau.

Menggunakan kebebasan tanpa ilmu berakibat fatal.
Seseorang ambil keputusan untuk berpoligami tanpa ilmu,tanpa bisa ukur kemampuan finansial, tanpa
tau akibat-akibat yang ada didepan, pada akhirnya hanya bisa menghasilkan kezaliman untuk 2 Perempuan.

Kalau tidak kaya benar-benar dan tidak punya wibawa, lebih baik beristri 1 saja.
Suami yang wibawa, istri-istri akan patuh. Bila tidak, Suami hanya berdiri ditengah dengan lemah, pas buat wadah kemarahan 2 Perempuan.

Maka Jangan ke PD-an bisa berbuat adil, sementara Allah bilang 

"Kamu tak bisa adil meskipun kamu mau"

Allah memberi kesempatan itu untuk keadaan tertentu,dan pada Laki-laki tertentu pula

Walahu a'lam




Sunday, 30 March 2014

Dagang Tipu-Tipu


                                               

Harus teliti dengan Banner dan bandroll saat berbelanja.
Sudah sering customer terjebak dengan hanya membaca yang tertulis, giliran bayar harganya bikin mulut kita menganga kaget.

Pedagang tipu-tipu ini faham betul, masyarakat kita gengsi untuk tanya detail. Takut dibilang "Norak" atau "Pelit". Kelemahan itu jadi peluang mereka.
Meski tampilan Toko nya bagus mentereng,tapi tak beda dengan Pencuri.

Lihat saja yang dialami seorang Sahabat, tertarik dengan Promo harga Dim Sum di Trans Studio-Bandung dengan harga Rp 9500/satuan. Pas mau bayar ternyata hanya Dim Sum tertentu saja.
Apa mau dikata? Makanan sudah lewat tenggorokan. Kalau barang masih bisa kita kembalikan.

Pengalaman lain saat membeli handuk Promo, tepampang harga menggiurkan,ternyata dikasir baru diberi tau bahwa harga handuk...sekian, karna setelah ditimbang berat handuk...sekian!
Pedagamg begini tak segan-segan membuat kita terbengong-bengong di depan Kasir.

Ada pula Swalayan yang menawarkan kembalian  receh   untuk "Sedekah Kagetan".
Setau saya yang namanya Sedekah diawali dari tangan kita yang memberi.
Amal tanpa niat akan sia-sia saja...

Sudah kewajiban mereka untuk menyediakan Uang Receh! Kalau tak mau repot, kenapa musti pasang harga berbuntut "Pecahan"?

Pengembalian dengan permen pun sulit saya terima,karna itu bukan Alat Tukar Jual Beli. Dan saya berdosa membiarkan orang berniaga dengan cara haram. Saya menolak! sambil senyum dan berseloroh saya bilang:

"Mbak, saya kumpulkan Permen ini, belanja berikutnya saya bayar dengan Permen yaaa.."

Penjaga Kasir membalas dengan senyum setengah ikhlas, dan... ternyata dia masih punya persediaan uang receh di laci !
Semoga tindakan kecil itu,memberi inspirasi buat orang yang antri dibelakang saya.

Satu hal lagi, di Toko Swalayan yang sering kita temui sepanjang sisi kiri - kanan jalan raya ini, seringkali didapati letak bandrol harga tidak tepat pada letak  barang. Berhati-Hati lah!
Susu Formula yang saya kira berharga 45.000, ternyata di Kasir seharga 80.000.
Semula saya pikir karna petugas malas merapihkan barang atau lupa menggeser bandrol ke tempat yang tepat, tapi setelah saya tegur, tak ada perubahan! Artinya...?

Bagi yang teliti atau mata masih normal,mungkin bisa dihindari, tapi bagi yang berbelanja terburu-buru dan mata tak sanggup  membaca keterangan barang yang berhuruf halus kecil itu, tentu jadi masalah.

Saran saya :

- Jangan ragu mengembalikan barang bila tak sesuai dengan bendrol yang kita lihat
- Jangan malu minta kembalian yang jadi hal kita! Ingat,Permen bukan alat tukar.
- Tukar barang, meskipun antrian menunggu, agar mereka tau akibat ulahnya
- Selalu menyiapkan uang receh






Saturday, 29 March 2014

G e l a n g

                           
Saat wisata sering saya perhatikan, wisatawan asing senang memakai gelang benang, atau seutas kulit  sederhana, tipis namun kokoh. Simple sekali! Cerminan orang yang senang praktis, apa adanya, nggak ribet!

Anak anak remaja kita sekarang suka gelang-gelang  nature begitu . Meski masih banyak juga yang memenuhi stan  asesories yang meriah, warna warni, cantik, namun mudah rusak.

Saya suka gelang, baru memakainya sudah usia SMA, karna sebelumnya lingkar lengan kecil, kedodoran terus kalau pakek gelang, nggak nyaman banget!
Selain itu kulit saya mudah iritasi kalau pakai asesoris non emas. Suka sedih, kalau liat model gelang yang lucu unik, pas selera, dan tak mungkin ditemui di etalase perhiasan emas. Ah... seandainya zaman itu sudah ada gelang kulit  :(

Sekarang kepengennya sih, beli saja buat putri bungsu. Kalau dia pakek tentu saya senang . Sayang ... dia kurang suka gelang.
Akhirnya harus puas dengan koleksi gambar gambar gelang yang bejibun di Pinterest atau Indulgy :)








gelang kulit


Gelang berbahan raisin dan lain lain banyak juga yang cantik-cantik. Faktor Usiaaa ...
Saya nggak cocok lagi pakek begituan. :(

Hehe ... keinginan bisa setinggi langit ya, uang juga boleh punya banyaaak, tapi ada faktor lain bisa membatasi.

Tapi kalau yang ini masih bisa doong... :)



Gelang Tangan Wanita Simpel Lapis Emas





Friday, 28 March 2014

Chip Yaumil Masyhar


Dulu bertanya-tanya, seperti apa  "Kitab Amal" yang digantung di leher?
Jika 1 hari dosa kita cuma 1 kali dan pahala 1 kali, maka di usia 50 tahun berarti 365 X 50 = 18250, lalu dikalikan 2 berarti ada  36.500 catatan. Berat dan tebal sekali Kalung Buku itu!

Tapi... dengan adanya Tehnologi canggih, tercipta Chip penampung jutaan data, saya jadi makin yakin dengan Al-Quran yang Maha Canggih!
Dari sekarangpun kita sudah melihat,bukan? Orang-orang Kantoran mengalungkan Flashdisc kemana-mana.

Bayangkan kita berkumpul di Yaumil Masyhar dengan flasdisc kita masing-masing, hiiii...!!

Maksud firman ALLAH dalam surah al-Isra' ayat 13;

 "Dan tiap-tiap seorang manusia, KAMI kalungkan bahagian nasibnya di lehernya, dan pada Hari Kiamat kelak, KAMI akan keluarkan kepadanya kitab catatan amalnya yang didapatinya terbuka (untuk ditatapnya)

Sesal Meski Gaji Besar


Seorang Ibu datang ke seorang Ustad, mengadukan masalahnya yang selama ini bergelayut.
Belum lagi bicara air matanya sudah merembang.

"Saya sudah melakukan kesalahan untuk orang banyak,Ustad" Ucapnya parau.

Ibu itu baru saja meninggalkan pekerjaannya yang sangat diincar orang banyak.
Bagaimana tidak? 1 bulan bekerja digaji 50 juta.
Pekerjaannya tidak berat,tak beresiko...tapi menghianati naluri sendiri.

Sudah sekian tahun Ibu itu bekerja di Kantor yang tugasnya jadi Penghubung antara Perusahaan Susu Jepang dan Pemasaran susu Indonesia.
Selama  bekerja Ia mempresentasikan  Susu Formula Jepang tersebut   sarat  gizi, baik untuk pertumbuhan Bayi.
Padahal sebagai tenaga ahli, Ia tau susu formula itu, sampah!
Jepang melemparnya  karna mengandung bahan  merugikan,dan Indonesia menerima.





Thursday, 27 March 2014

Lirik When You're Beautiful- Simon May (1976)




Saya bisa menemukan keindahan dimana saja...
Tak selalu harus melihat bunga atau embun.
Tak jarang saya dapati diantara lirik tua
( When you are beautiful nya Simon May)

Seorang Pria menggambarkan senyum kekasihnya
Seperti senyum bayi kecil yang menyenangkan untuk Orang Asing.
Lalu...melupakannya begitu saja

Seperti Kanak-kanak yang berangan punya boneka
Tapi dengan mudah dicampakkan begitu didapat.

....Kau seperti Mercusuar
Yang melemparkan cahaya petunjuk pada laut terbuka
Lalu lenyap dalam kegelapan
Kau seperti  satu  musim hangat yang singkat
Keindahanmu seperti  warna kupu-kupu
terbang tinggi sebelum mati...

**Kalau saya tangkap, intinya  "Wanita yang bikin Penasaran" itu cantik menggemaskan



You're like a little baby
That gives its greatest smile
to a passing stranger, And then forgets him
You're like a child that wants
to get a new fun toy
And then rejects it,
And then forgets it straight away

** But when you are beautiful,
Oh God, you are beautiful
Yes, when you are beautiful
Don't ever change, please stay the same

You're like a lighthouse on the ocean
That casts its beam on the open sea
Then plunges it in darkness
You're like a brief one day summer
You're like a butterfly in color
That's flying high before it dies

Angka Page Rank Yang Ideal

ip: 173.194.46.12
location: n/a
online since: undefined

ads found:
PPC keywords: 0
organic keywords: 0
competitors: 0


Do you want these statistics collected every day automatically?
Want to speed up indexing of your site by search engines?
All this for free here


You can also put to your site such nice button like this one My Google PageRank
which will show Google Pagerank of your site's main page.
Get HTML-code for your button here.
dateGoogle
Cache
PRAlexa
Rank
Quant
Rank
TCYDMOZGoogle
Index
Yahoo
Index
Bing
Index
Yandex
Index
Yahoo
BL
Referring
domains
Majestic
BL
today
overload
0
1.027.038
0
0
0
1.080
0
0
0

Wednesday, 26 March 2014

B L A N K !


Hehehe... kadang kegiatan menulis itu bertemu dengan "Kebuntuan"
Bukan berarti Blank Ide alias Writer's blocked ! justru saat banyaknya Ide,sampai bingung,mau mulai yang mana?

Banyak yang ingin ditulis,  saya juga punya beberapa stok cerita untuk mengikuti  lomba-lomba yang hadiahnya, Woow!
Jujur, saya incar hadiahnya sebagai motivasi, boleh-boleh saja kan?

Saya juga ingin

-  Menulis Hasil wawancara saya dengan Bapak, tentang Masa RMS,Jepang dan Belanda di Maluku.

-  Manulis Kenangan saat aktif di RISKA  (Remaja Islam Sunda Kelapa). Alumni membutuhkannya untuk di bukukan.

-  Mengurai peristiwa penting dan manfaat dari Diary lama, saya ingin membaginya untuk Pembaca.

-  Memenuhi ajakan  IIDN untuk membuat buku .

Kalau sudah begini, biasanya saya memutar musik. supaya jalan cerita di kepala bisa melaju.
Atau dengan membaca tulisan orang lain, bisa terpancing inspirasi.
Yang paling asik kalau menulis di tengah malam... Tapi dilarang suami, hik !
Ya juga sihh... dari pada sakit dan tak bisa menulis?!

Ok...saya pilih lagu dulu !



Tragedi Persiapan Pernikahan


Decorator Kamar Pengantin itu berbunga hati melihat calon pengantin mengagumi  tampilan kamar.
Pas!  dengan impian mereka .

Sibuknya Persiapan Pernikahan begini sudah rutin dia hadapi.
Pengantin  dan keluarga masing2 punya stress tersendiri, ingin acara esok hari berjalan lancar,tak ada kekurangan.

Sang mempelai Wanita berpenampilan anggun, type wanita yang patuh.
Sementara sang Pria Gagah, harum, wajah menarik,  kelihatan sangat melindungi pasangannya.
Pasangan yang sungguh serasi dipandang.

Sang decorator  masih mendiskusikan  letak bunga yang harus dipasang dengan mempelai Wanita.
Sementara Sang Pria berkelililing  ke ruangan lain.
Karna penempatan bunga yang agak tinggi,memaksa pekerja mencari tangga di Gudang, berjarak agak jauh dibelakang rumah.

Disanalah... pemandangan paling tak mengenakkan harus ia saksikan.
Calon pengantin pria sedang berpelukan dengan seorang pria juga...!

Dengan berurai air mata, berbisik parau dan agak tergesa-gesa, si calon pengantin  meyakinkan bahwa dirinya tetap mencinta sampai kapan pun. Pernikahan esok hari tak berarti apa-apa dan tanpa rasa.

Lutut terasa lemas... kejadian itu menyakiti hati  meski tak ada hubungan kekerabatan.
Ingin rasanya menyelamatkan Pengantin Perempuan yang anggun dan lugu itu.
Haruskah perhelatan besar dan mahal itu hancur karna lidahnya?









Ibu Dewi Motik Muslimah Mandiri

                                                         
                                                               


Kalau datang kerumah masa Kanak-Kanak beliau, pasti ketenangan dan keteduhan yang didapat.
Rumah tua di jalan Banyumas-Menteng Jakarta Pusat, dekat Masjid Sunda Kelapa  itu bukan hanya tempat berkumpul Anak-anak dan Cucu Keluarga Motik saja, tapi tempat berdiskusi Anggota ISAFIS ( Indonesian Association For International Studies) dan  RISKA  (Remaja Islam Sunda Kelapa).
Kebetulan waktu itu saya aktif di Organisasi Mesjid yang kelahirannya dibidani oleh Keluarga Motik.

Keluarga ini sangat relijius dan santun pada siapapun,tak pernah membedakan status sosial.
Terbukti setiap  kami datang selalu melihat "Mbok", pembantu mereka sejak Kanak-Kanak diperlakukan dengan baik .

MASA REMAJA

Dewi Motik yang lahir tanggal 10 Mei 1949 dengan nama asli Sri  Puspa Dewi Motik, semasa gadisnya sudah terdidik untuk mandiri.
Ibunya yang disapa "Bunda" oleh semua orang, mendidik Anak-Anaknya dengan cinta dan disiplin.

Meski gemar naik pohon seperti Laki-Laki,tapi Dewi Motik yang berasal dari keluarga Politikus sekaligus Pecinta Ilmu itu pandai memasak kue. Resep-resepnya unik yang Ia minta dari Istri-istri Duta Besar sahabat Orang tuanya.
Sang Bunda bangga, karna tanpa malu-malu Dewi  menawarkan kue untuk sahabat dan kerabat.
Maka pesanan pun  banyak datang, dan sejak itulah  Dewi  punya penghasilan sendiri,sementara teman-teman remaja sebayanya yang sering Ia traktir jajan, masih bergantung pada Orang Tua.


Keberanian mencari uang rupanya diiringi juga dengan keberanian tampil didepan umum.
Mulai dari memperagakan sulap untuk memeriahkan hari penting sahabat... dan dapat honor,sampai  berani lenggak-lenggok di Catwalk. Ia berhasil meraih gelar Ratu Luwes pada tahun 1968, dari Ikatan Mahasiswa Jakarta.

Tahun-tahun selanjutnya seperti rajutan semangat yang tak pernah putus.
Ayahnya Basyaruddin Rahman Motik Pengusaha Ekspor Impor,sebenarnya sudah melarang Ia cari duit diusia itu, tapi semangat Wira Usahanya tak bisa dihentikan, diam-diam ia merancang sepatu meniru gambar Majalah Eropa  "Seventeen" oleh-oleh Kakaknya, Kemala Motik
Bermodalkan uang tabungan Rp 2500,- ia sukses menjual puluhan pasang sepatu kepada teman-teman ,yang ia pesan dari tukang sepatu di belakang Sekolahnya, SMA Teladan Setia Budi.


CARI ILMU,CARI DUIT

Tak sedikit Pria yang jatuh hati pada tubuh semampai dan rambut panjangnya.
Namun Ia mampu tetap fokus pada kuliah Jurusan Pendidikan di IKIP -Rawamangun. Cita-citanya ingin jadi Guru seperti Ayahnya dahulu sebelum jadi Pengusaha. Dilanjut dengan memperdalam Ilmu Seni Rupa di Florida International University -Amerika.

Kemana pergi ia sulit menanggalkan hobby berdagang. Setiap kembali dari berlibur,ia membawa souvenir khas Bali atau daerah lain. Dalam sekejap barang-barang itu jadi uang,karna  diborong sahabat-sahabat Eropa yang gila barang Asia.
Begitu pula sebaliknya,bila kembali dari kunjungan wisata ke Negara Asing, buah tangan tidak hanya dinikmati sia-sia, Ia akan memodifikasi  sovenir bawaan sesuai imaginasinya,lalu habis terjual.

Ia selalu berpikir

"Apa salahnya Sekolah sambil cari uang? Anak-anak akan berkembang cepat apabila bidang yang dipilihnya itu sangat disenangi.Dan hendaknya Orang Tua mengetahui apa yang Anak-Anaknya suka"

Di Kampus Ia membuka "Oriental Bazaar". Acara itu sukses, pengunjung datang membludak dan uang banyak masuk.
4 Tahun masa belajar di Amerika memberinya kesempatan untuk lebih banyak lagi mencari pengalaman seperti jadi babby Sitter dan Waitress.Keduanya bukan semata demi uang, tapi banyak Ilmu yang Ia dapat dari situ. Ia ingin tau bagaimana rasanya jadi Pelayan,karna seumur-umur Ia selalu dilayani Pembantu.

Dewi Motik tak pernah diam, sampai ada beberapa temannya beranggapan Ia "Over Acting".
Mereka terbungkam ketika Dewi betul-betul membuktikan bahwa apa yang Ia lakukan karena panggilan jiwanya.

Tahun 1974-1975, Ia menjadi Agen Semen. Wajah oriental dan Pergaulan yang baik membuat Ia dikenal di  kalangan Pengusaha China.
Tapi  ada tidak enaknya juga, sebab saat sholat Tarawih di Masjid, banyak orang mengira Ia China Muallaf.

MULAI MEMBENTUK ORGANISASI

Tahun 1976, bersama Kakaknya Kemala Motik,mengadakan terobosan baru dengan membentuk IWAPI (Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia). Wadah ini punya misi untuk meningkatkan Keterampilan Wanita Indonesia, menjalin kerja sama diantara Pengusaha Wanita, mengajak Wanita Indonesia untuk mandiri dan membuka kesempatan bekerja untuk orang lain.

Kegiatan masak memasak nya dahulu membuatnya terpilih jadi Ketua Sub Konsorsium Usaha Jasa Boga dan Memasak DEPDIKBUD. Sejak tahun 1984 sampai 1990, selalu terpilih dalam 4 kali Pemilihan Pemimpin.
Pada tahun yang sama Ia juga terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Ahli Boga Indonesia.


AKTIF MENULIS

Segudang kesibukannya tak membuat Ia letih. Sebagai Pengusaha, Pemimpin, Pengajar, Pembicara,dan segudang kesibukan lainya masih sempat Ia menulis.Tulisannya ada di berbagai Media seperti, Pelita, Surabaya Pos, Majalah Famili, Femina, dan lain-lain.


 Cintaku Tuhanku, Etika Berbusana dan Pergaulan Pada Umumnya,Yang Sopan Yang Santun, adalah Judul 3 bukunya. Rampungnya tulisan karna jasa 2 rekan Wartawati, Titi Juliasih dari Tabloid Mutiara dan Mary Zain dari Media Kompas.

Di Forum Dewi mengatakan :

"Wartawan sangat bermakna, ibarat Ajinomoto dalam makanan kita, tanpa Wartawan dan karya-karya  tulis mereka,rasanya kehidupan belum pas!"

Atas komentarnya Ia mendapatkan 1 karung Ajinomoto dari Perusahaan.
Wah ! tidak hanya ide dan karyanya saja yang jadi Uang, bahkan perkataannya pun jadi Uang!

Padatnya kegiatan membuatnya lihai menyusun Scedule, dan pandai memimpin dirinya sendiri.
Ia tak gusar waktu memutuskan menggunakan jilbab, sementara Ia harus berada ditengah-tengah Pengusaha asing. Ia mampu  membuktikan, bahwa Jilbab tidak menghalanginya untuk aktif  berperan sampai ke tingkat Internasional. Bahkan Ia pernah duduk di PBB mewakili Wanita Indonesia.

PEMBICARA DI FORUM WIRA USAHA

Gaya bicaraya yang penuh percaya diri tak pernah saya lupakan. Sangat membangkitkan semangat Ibu-Ibu untuk berani tampil berkarya dan... menghasilkan!

Masih saya ingat kata-katanya saat Seminar Womanpreuner di Bogor beberapa tahun silam.

"Mau membuka bisnis? harusnya wanita tak perlu befikir banyak, mari kita lihat sosok wanita.
Hanya daerah kepala saja sudah jadi beberapa usaha,misalnya  rambut,anda bisa buka Salon di rumah atau panggilan Crembath, Cat Rambut, Obat Ketombe,Obat Penyubur Rambut.

"Itu baru rambut, belum bicara Asesories, Bando,Jepit Rambut,Anting,Kalung, mau dari bahan apa?
Turun lagi ke mata, bulu mata palsu terbaik didunia  buatan ibu-ibu daerah Jawa Barat .
Belum lagi  bicara Kerudung,Jilbab, Ciput, dan lain-lain"


BERANI BERSIKAP

Keberanian lain Dewi Motik kadang dipandang heran oleh orang lain.
Seperti saat menghadiri acara Kick Andy tanggal 16 januari 2011 yang kala itu bertema "Sex Bebas Dikalangan Remaja", dengan Nara Sumber Psikolog ternaman Ibu Elly Risman.

Saat Pengarah Acara menyuruh Penonton bertepuk tangan, Dewi Motik tidak mau, dan menunjukkan ketidak senangannya dengan keluar dari ruangan.
Ia tidak tega, masalah yang memprihatinkan itu disajikan dengan lontaran joke-joke  dan tepukan tangan.
Seharusnya Pakar Psikologi diberikan banyak waktu untuk bicara, bukan Nara Sumber yang masih dibawah umur itu.

Dewi juga berani berkata lantang terhadap Pemimpin-pemimpin Negri yang tanpa proses belajar ingin mendapat gelar instant.Cukup mendaftar lalu tunggu Tanggal Wisuda.
Yang demikian itu baginya Perbuatan Kriminal terhadap Dunia Keilmuan (Criminal Science).

"Bagaimana tidak Hancur negeri kita jika pemimpinnya seperti itu" Ujarnya.


Dalam suka duka kehidupan, direktur Peursahaan Garment DE MONO itu terus menerus memikirkan Sumber daya manuisa dan alam anak bangsa ini.
Ia yakin suatu waktu keadaan bangsa ini akan pulih jika dipimpin oleh Pemimpin yang tidak membohongi Rakyat.

Istri dari Pramono Soekasno dan Ibu dari Moza Pramita dan Adimaz Prarezeki Indramuda itu memberi kekuatan buat Wanita Indonesia dengan mottonya :

"From Nothing to Something and... Make it Happen!"

"Saya tidak setuju dengan pemikiran liberal "Freedom to Free" yang benar adalah "Freedom For Right"
Setiap Orang memiliki Hak Azazi,namun setiap orang juga punya tanggung jawab dan Kewajiban"

Kesuksesan beliau selain yang diurai diatas adalah :

-  Mendirikan Yayasan Putri Ayu sejak tahun 1981
-  Bekerjasama dengan Menteri Transmigrasi,membuka areal seluas 5000 ha
-  Membuka Lahan PIR dengan dana dari Bank Dunia
-  Tahun 1991 merampungkan Gedung IWAPI berlantai 4 di Kali Pasir Jakarta
-  Agen Mobil Merk Datsun dan Sepeda
-  Aktif di KADIN
-  Menjalankan Bisnis Expor-Impor milik Ayahnya
-  Dinobatkan sebagai Top Model Of The Year oleh Yayasan Pengembangan Mode
-  Tahun 1977 dinobatkan sebagai Wanita Karir Ideal
-  Tahun 1981 dinobatkan sebagai Wanita Populer
-  Tahun 1983 dinobatkan sebagai Wanita Berbusana Terbaik
-  Tahun 1988 terpilih menjadi Wakil Ketua KADIN -Pusat
-  Tahun 1981 membangun Pabrik garment Arrish Rulan, dengan memperkerjakan 700 buruh
-  Tahun 1988 mendapat Anugerah dari Presiden Suharto sebagai "Orang Muda Yang Berkarya"
-  Tahun 1989 mendirikan Lembaga Pendidikan Keterampilan dan wiraswasta
-  Tahun 1990 terpilih menjadi Ketua IKABOGA
-  Perancang Pelaksana Festival Istiqlal
-  Pendiri dan Pengelola Sekolah TK dan SD Ar-Rahman di Kuningan -Jakarta


Meskipun telah banyak memiliki Jasa,  Prestasi dan Penghargaan, jika Ia ditanya,apa Profesinya?
Ia tetap menjawab,Saya Ibu Rumah Tangga biasa...












Tuesday, 25 March 2014

S e n y u m l a h !



Mari senyum...
Tak perlu mengeluarkan tenaga
Tak perlu pakai Uang
Tak ada alasan untuk sulit senyum
                                                                                                           

Bila hari ini dirasa tak Ceria
Berilah senyum untuk orang lain!

Lalu... Saksikan Efek Domino !

Senyumlah,karna Anda Manusia unik
Senyum karna hari tak ada yang bekas
Senyum karna masih ada yang mencintai Anda

Ini senyumku....:)

smile by AleXa FoS



Saat Dingin Mendung



Bogor mendung lagi
Tadi pagi  kebun dimuka rumah berkabut
Enak dilihat, apalagi halaman-halaman tetangga
semua sudah tersapu
sepanjang jalan jadi bersih selain sejuk

Dari kamar saya ada suara Ebiet menemani
Hari ini jadwalnya mengganti semua sprei dan taplak meja
Hmmm... bunga anggrek putih di teras jadi semakin cantik dengan taplak bersih

Suasana begini jadi malas keluar rumah
Apalagi liat tempat tidur bersih, maunya kemulan lagi dengan selimut
Tapi banyak tugas yang harus diselesaikan
Beli kran air, urusan Bank, Kirim Paket , Bayar PAM, Sampaikan Amanat orang
Hhmm... Tengok Bapak dan Adik harus diundur kalau begitu.


Suara Ebiet masih mengalun lamat-lamat

Ada yang tak mampu ku lupa 
Serangkaian kenang-kenangan
Yang tergambar di gelap malam
Dan tersimpan di pucuk daunan



Monday, 24 March 2014

Genggam Erat Sang Waktu..

                                      time.. by Son



"Demi Waktu" Ceramah Subuh kali ini
Penyesalan ...
Tengok kemarin, masih belum sarat manfaat.
Masih banyak keluh

Awal pagi kini jadi mesra
Hapus futur seperti embun menghapus daun berdebu
Kesempatan menjelma jadi bongkahan emas.

Semoga kedua tangan jauh dari keengganan
Semoga benak jauh dari angan-angan

Setangkup roti...
Secangkir Teh...
Jadikan asa bersatu dengan mereka
yang menyemat asa di dada,meski kemacetan melanda
Menyatu dengan senyum petani
yang sabar berteman terik

Banda Neira...

                    
                             en.wikipedia.org

Banyak orang luar negeri pecinta Treavelling, bilang :

"Anda bukan Traveler sejati jika belum berkunjung ke  Banda Naira"...

Memang tempat itu dijadikan Kiblat nya Pelancong murni yang mencintai tempat-tempat cantik belum tereksplor.
Saya sendiri yang kedua Orang Tua berasal dari Maluku, belum pernah berkunjung kesana.

Kalau Papua punya Pulau "Raja Ampat", maka Maluku punya "Banda Neira"
Ongkos ke lokasi hampir sama, karna harus menggunakan pesawat kecil lagi.
Pasir Putih, Laut jernih, dan Isi lautnya yang lebih dahsyat dari Bunaken-Sulawesi  belum terjamah, jadi pesona tersendiri.


Banda Neira dipuja sejak dulu oleh Bangsa Belanda dan Inggris, lukisan diatas adalah kerinduan mereka.
Selain pemandangan pantai dan pulau, Anda bisa menikmati peninggalan sejarah seperti Benteng Pertahanan Belanda,dan bekas rumah tahanan politik,  Bapak Soekarno dan Pak Hatta.

Bagi yang hobby menyelam inilah sorganya!
Anda takut  menyelam di kedalaman? tak perlu risau kehilangan kesempatan bercengkrama dengan Ikan.
Cukup dipinggiran laut, tundukkan  wajah ke dalam air , kan nampak kayanya  keindahan Alam Laut.

Yuk! Kita  kesana...:)



www.flickr.com 






http://bandaneiraisland.blogspot.com/


http://www.auroraliveaboard.com/photo-album/banda-sea


http://www.tahija.or.id/index/index





Takut Pada Sopir,Jiwa Melayang



Kesal campur sedih kalau naik kendaraan jarak jauh, khususnya kendaraan Bis.
Kejadian yang  berulang sejak dahulu .Sopir ugal-ugalan mengemudi tanpa memikirkan keselamatan Penumpang.
Kondisi Bis pun tak laik jalan sebenarnya.
Banyak  Montir yang lihai mengakal-akali mesin . Asal  bisa jalan, Pemilik mobil senang.
Tak peduli resiko apa yang akan diderita Penumpang.

Dari fisiknya saja Penumpang sebetulnya ragu akan keselamatan, tapi apa daya,sarananya memang hanya itu.
Harus rela didalam Bis dengan  lampu  kecil reman-remang, jendela yang mudah masuk rembesan air hujan, kurang ventilasi, asap knalpot yang masuk keruang penumpang.
Saya tak tahan dan dada tak henti berdebar  kalau  terasa Sopir menginjak rem  berulang-ulang,
Rem kalau dikocok begitu artinya sudah tak normal,

Dan...lebih miris lagi melihat 1 laki-laki pun yang berani menegur.

Dengan terpaksa saya berinsiatif menegur.
Tau apa reaksi sopir...?
Bis tua jurusan Kp.Melayau Cibinong itu makin laju dengan kecepatan tinggi., meliuk memotong jalan orang lain.
Dimulut tol saya langsung turun untuk ganti kendaraan. Sang sopir menggerundel dengan sumpah serapah.
Lucunya, tak satupun laki-laki disitu yang buka suara membenarkan tindakan saya.

Bayangkan bila malam itu Bis kena musibah. Apakah penumpang tak menyesal tidak menegur sopir ?
Apakah tak menyesal sudah  diremehkan nyawanya saat tau sopir dan kernet kabur,sementara anda tak bisa bergerak sedikitpun di bed RS,dengan selang dikiri kanan anda?

Terlalu besar tebusannya, hanya untuk sebaris kata yang tak mau keluar dari mulut.








Sunday, 23 March 2014

PR Prosa Liris


Mari kita tertawai diri sendiri!
Sering berteriak lantang tentang kebebasan berbicara
Tapi menegur sopir yang ugal-ugalan pun tak sanggup.
Tetap diam sampai tergeletak di Kereta Dorong UGD
Sopir dan Kernet selamat menghilang!

Mari Kita cela diri sendiri!
Yang mengagungkan perdamaian
Namun gemar sebar berita dan gambar yang membakar hati

Mari bertanya pada diri sendiri!
Sampai dimana mampu mensyukuri Kemerdekaan?
Sementara kaki lincah menginjak harkat bangsa

Jangan lagi mengatas namakan "kebenaran"
Jika akhirnya tak sanggup menerima kala "Kebenaran" itu datang.





Bedanya Orang Yang Berilmu


Seorang Ibu penunggu Pasien Rawat Inap marah, karna piring yang ia pinjam dari dapur di tagih perawat.

"Kenapa sih? kan piring Rumah sakit,banyak"? 

Sang Ibu tidak tau, kalau petugas dapur Rumah Sakit bekerja aplusan.
Petugas pertama siang hari harus menyerahkan catatan jumlah piring pada petugas malam hari.
Kekuarangan piring pada saat penyerahan tentu membuat repot.

Apa yang saya ceritakan ini, hanya sebuah contoh.
Bahwa segala sesuatu tanpa Ilmu akan membuat kita marah/kesal/tidak nyaman.

Orang yang mampu sabar, mudah memaafkan, lapang dada dalam menerima segala cercaan, pasti dia sudah tau ilmunya.
Ia punya  pendapat yang mampu mencegah dirinya bersikap buruk.

Untuk orang yang sabar dan realistis bisa jadi dia berfikir:
Tak akan selesai suatu masalah bila diatasi dengan amarah. Langkah pertama ia menganalisa masalah,  memikirkan,merunut, ambil kesimpulan, baru memutuskan.

Itulah ilmu...








Saturday, 22 March 2014

Kemudahan Di Jakarta

Foto


Di Pusat Jakarta, kini bersih dari penjaja kaki lima, tapi masih ada  tempat makan tersembunyi diserbu orangk antor yang kost di sekitar situ.

Betul-betul rasa makanan rumah.
Pagi hari sudah sedia nasi hangat,kentang pedas, telur dadar panas, sayur toge,ikan pedas,pesmol ikan dan lain-lain,komplit!

Di trotoar pun masih bisa pedagang Bubur Ayam melayani dengan tenang.

Jakarta memang banyak peluang.
Pedagang dituntut sigap, kreativ, tau maunya pembeli karna banyak saingan. Di Bogor belum saya temui semangat itu.

Sekitar RS Medistra cuma warung ngumpet ini yang buka pagi-pagi.
Hampir saya urungkan niat beli teh manis hangat + Nasi Rames, karna warung penuh dengan pekerja pria.
Beruntung tukang ojek sebelah warung cepat membantu, memberi saya tempat terpisah.
Sikap warga yang sudah saya kenal sejak dulu, santai dan banyak beri kemudahan.

Saat membayar, saya tengok kantong belanja. Si Ibu penjual sudah memberi gelas dan sendok tanpa diminta.Wah senang nya! saya bisa makan di Rumah Sakit tanpa harus pinjam barang disana.




Foto



Friday, 21 March 2014

Resiko Menulis






Ada satu tulisan seseorang yang kecewa  pada satu sekolah dimana ia menuntut dahulu.
Ketika ia berkunjung nampak spanduk promosi yang tidak sesuai dengan kenyataan, terpampang besar dihalaman Sekolah. Ia juga mengomentari  kurangnya peran alumni dalam membaguskan nama Almamater.
Keluhan itu diwarnai sedikit kekesalan.

Namun komentar seorang Pembaca tertulis begini :
Writing by MaddyRose
"Saya merasa  iri dengan orang yang pandai menulis. Kalau kesal mereka bisa menulis apa saja seenaknya"

Pernyataan itu mengusik kesadaran  saya.
Seorang Penulis harus tetap  hati-hati dalam menulis, meski sudah kaya jam terbang.

Betul yang dikatakan bahwa,penulis harus

-  Mengalir saja dalam  tulisan
-  Bicara sesuai dengan kenyataan
-  Bebas beropini

Tapi sesekali ada baiknya kita kembali dan bertanya pada diri.
Apa maksud kita menulis?

Kelihaian berbahasa sudah dimiliki, kan sempurna bila diiringi kelihaian  penyampaian.
Bikin adem hati pembaca... bukan hanya menambah pahala tapi  bisa menjadikan kita lebih bijak.

Setiap kelebihan yang Allah beri,pasti ada tanggung jawabnya,bukan?




Pagi Di Jakarta






Selamat Pagi Jakarta ...
Kota Kelahiran yang masih berhati lembut
Meski orang mencaci...
"Ibu Kota lebih kejam dari Ibu Tiri"

Maksiat dan tipu-tipu memang bergelimang disini
Tapi disudut-sudut  banyak toleran
Mudah ditemui keihlasan
Pedagang melayani lebih baik
Pelayanan Umum lebih cepat dan ramah

Ibu Kota  berwajah angkuh
tapi motor-motor mau mengalah pada pejalan kaki
Kendaraan umum sarat penumpang
masih kalem... tidak hobby pencet klakson

"Sesuatu" yang tak saya dapatkan di "Kota Hujan"


Saat Jakarta baru menggeliat
Kemacetan rutin sudah jadi pemandangan.
Nampak mereka lebih legowo sekarang...
tidak masuk Jalur Busway lagi.

Hehehe...Btw, meski gelap...saya suka sekali hasil jepretan kali ini  :)














1 Lagu Beda Kemasan




Maroon menyanyikan  "This Love" ini dengan hentakan-hentakan,bikin kaki bergoyang.
Sampai kita tak memperhatikan liriknya.

Tapi coba dengar ...!
Begitu Jhon Stevens yang membawakan,
Dia menarik kita masuk kedalam liriknya ,yang ternyata menghanyutkan...

Begitulah kemasan lagu,
Dengan mudahnya  mempermainkan isi benak

                                                                                                                                                                                                              Doc: Youtube

Maroon menggambarkan kekecewaannya dengan  
perasaan meletup,dendam cinta!
Sementara Jhon Stevens vocalis Babby Face, bersuara orang tua itu
Melepas kecewa dengan Mellow...
Dan,seperti biasa... iringan Piano dan petikan Gitarnya itu lho!

I Was so young I did not recognize
The fire burning in Her ayes
The Chaos that controlled my mind
Whispered Goodbye and She got on a plane
Never to return again
But always in my heart

This Love has taken its all on me
She said Goodbye too manytimes before
And Her heart is breaking in front of me
I have no choise Cause I won't say Goodbye anymore



Lagu Sepi




Dengar lagu yang minim iringan musik,membawa terbang rasa...
Menyatu dengan lirik

Petikan gitar sederhana
begitu dekat...lekat

Jika kembali ke zaman dulu,saat senang  berpergian/Camping bersama sahabat.
Denting dawai gitarlah yang menemani dan mengisi cerita.

Berlagu kami perlahan, apa adanya...
Malam semarak lalu sepi... hingga mata setengah ngantuk didalam tenda
Denting itu masih ada... perlahan,tanpa lirik
Entah siapa?
Hanya silhuete jingga api unggun, di pintu tenda...




Nice Colour, NIce Pict