Wednesday, 5 March 2014

2 Wanita Yang Menginspirasi


Harusnya  saya tersinggung, waktu di Ruang Tunggu seorang Ibu menanyakan letak Musholla bukan kepada saya yang baru saja dari sana.
Dia terus mencari orang yang tepat untuk bertanya, sampai bertemu dengan wanita berjilbab.
Saya pikir, tak apa-apa... bebas saja kan?

Namun dengan berjalannya waktu,saya baru tersadarkan, Ibu itu tak mau bertanya,karna tampilan saya yang terlalu umum, bisa jadi dia menyangka saya bukan muslim.

Di lain tempat,saya hendak ke luar Kota menggunakan Bis. Sebelum mencapai Terminal Keberangkatan saya selalu berharap Wanita lah yang duduk disebelah saya. Perjalanan panjang akan risih bila satu bangku dengan Laki-laki. Apalagi dia Perokok atau kebiasaan tidur mendengkur.

Dari tangga muka pintu, saya antri dengan beberapa pria. Masih banyak kursi kosong,tapi Pria didepan saya memilih duduk dekat Wanita berhijab. Kontan Wanita itu dengan halus dan sopan bilang:

"Maaf Pak, kursi lain masih banyak kosong,biarkan Mbak ini (sambil menunjuk saya) duduk disini"

Pria nampak kecewa, sementara saya  terperangah melihat Wanita seberani itu.

Dalam perjalanan dia tak berusaha membuat suasana akrab dengan mencari-cari obrolan,layaknya Wanita lain (PD sekali!)
Entah mengapa saya merasa tenang duduk disamping wanita bergaun dan berjari bersih itu.
Dia tak membebani otak saya dengan curhatnya, atau dengan kata-kata tak berguna.

Keberanian wanita berhijab saya temui lagi di Rumah Sakit Besar Non Muslim-Jakarta.
Saat itu ada seorang Bapak,dengan dialeg Batak bersitegang soal biaya dengan Petugas Rumah Sakit.
Karna suaranya keras,mengundang orang lain datang ke sana, ada 3 orang Ibu  berjilbab ikut-ikutan.

Tiba-tiba seorang Ibu cantik berhijab hitam lebar menghampiri, dengan baik beliau membimbing 3 ibu tadi ke salah satu sudut ruang tak jauh dari saya duduk. Saya masih ingat kata-katanya:

"Ibu, yang datang kesini mayoritas bukan muslim, kita menyolok disini, jadi... mari kita dakwahkan akhlak yang baik!"

Dua Wanita ini membuat gambaran baru di benak saya. Jilbab akan hebat bila  dimiliki orang yang bersih fisik dan psikis. Jilbab justru membantu kita untuk berani berkata BENAR.
Muncul perlahan bayangan yang jadi keinginan, saya mengenakan Hijab  manis sederhana, sambil berusaha menghias diri dengan akhlak yang manis pula.






















No comments:

Post a Comment