Sunday, 9 March 2014

4 Jam Telepon


Terganggu sekali kalau dapat teman seperjalanan tidak tenang.
Seorang Ibu dengan anaknya umur 1 tahun duduk disebelah saya. Dalam hati berharap jangan sampai anaknya menangis di perjalanan yang biasanya memakan waktu 5 jam.

Alhamdulillah anak itu tenang...
Tapi ibunyaaa... lama telepon dengan suara keras. Penumpang sekeliling yang harusnya tak tau masalah sampai faham permasalahan dengan runut. Sementara Bis lambat merayap di Tol Bekasi, AC Bis pun tidak bekerja baik.

Masya Allah... lumayan berat menahan kesal, bukan karna volume suaranya ,atau lama waktunya dia bicara, tapi saya sedang mencoba untuk tidak terbiasa menguping pembicaraan orang yang sering  kita temui di kendaraan umum.

Ya sudahlah... apa daya,
Kasihan juga... dia menghadapi masalah. Kakaknya yang datang dari Malasyia atas biayanya,mengahadapi kesulitan.  Penjemput yang dia suruh  lemot inisiativ.
Pembicaraan penuh intruksi,mulai soal jadwal tiba pesawat, ciri-ciri si Kakak ,sampai  permasalahan tertahannya oleh pihak Imigrasi karna belum lengkap persyaratan.

Kasus itu memaksanya menghubungi banyak nomor , demi uang denda yang tampaknya tidak sedikit. Kasihan dengar permohonannya.

Akh... kenapa kesal,ya? Bukan tidak mungkin kita akan mengalami hal serupa.Lebih baik doakan dia.
Pasti senang,kan?  jika ada orang yang diam-diam mendoakan,disaat kita menghadapi masalah.

Pasti ada keuntungannya, selain berpahala mendoakan orang, kita juga terlatih untuk tetap tenang meski keadaan tidak nyaman. Lumayan... baru berhenti telepon kira-kira 1 jam sebelum Bis masuk Terminal.
Si Ibu sempat tidur...  pulas seperti balitanya dalam gendongan.














No comments:

Post a Comment