Friday, 14 March 2014

Antri...Antri...

                                            
                                                            fathiya.blogdetik.com 

Pauline Seorang Guru asal Australia bilang :

"Kami tidak menganggap berat pelajaran Matematika,  Matematika hanya mengajarkan orang untuk berfikir praktis, bisa dipelajari dalam 1 hari.
Yang sulit   dan harus lebih kami perhatikan adalah memberi pelajaran  "Mengantri".
Mampu antri berarti punya kepribadian baik yang akan membudaya.
Dengan antri kita akan

- Pandai bertenggang rasa pada orang lain
- Menghargai hak orang lain
- Mampu Bersabar
- Tau resiko bila datang siang
-  Mampu mendisiplinkan diri

Bandingkan dengan Pelajar kita disini yang dianggap pintar bila menguasai Matematika.

Tak tau mengantri sama dengan memupuk rasa tidak malu, tidak disiplin,dan tak merasa bila mencuri hak orang lain.
Dilapangan terkadang didapati Orang Tua yang harusnya sudah faham dan mendidik anaknya, malah   menyuruh anak kecilnya  mengantri dengan harapan bisa diberi kemudahan oleh pengantri lain.

Tidak mau antri memberi peluang untuk Calo liar.
Boleh jadi anak diajari dsiplin dirumah oleh orang tua, tapi dunia luar atau lingkungan sekolah,masyarakat menghancurkannnya.

Jika saja penduduk mayoritas ini memahami bahwa Luqman mengajari akhlak dulu pada putranya sebelum mengajarkan yang lain. Tentu kita jadi mahluk yang cukup  beriman saja,tapi juga Berbudaya Tinggi.

Banyak keuntungan dari mendidik anak untuk antri.
- Anak akan terlatih untuk bersabar
- Anak akan kreativ mencari kegiatan apa untuk mengisi waktu menunggu
- Anak akan terbiasa memudahkan orang lain bila harus keluar sebentar dari antrian
- Anak akan terlatih jujur pada diri sendiri dan orang lain

Kelak di kantor banyak surat yang bertumpuk antri, atau ada kepentingan orang banyak dalam satu waktu.
Dengan ikhlas antri, maka Calo-calo atau Surat Sakti tak akan ada...










No comments:

Post a Comment