Tuesday, 18 March 2014

Apa Salah Jilbab?


Sahabat saya dan mungkin  sahabat Anda  pernah mengeluh,

"Kenapa dia menipu?"
"Kenapa dia Korupsi?"

 Padahal dia berjilbab!"

Memangnya kenapa dengan Jilbab? Ia hanya salah satu point diantara beberapa point lain yang wajib dijalankan Muslimah. Si "Pemakai" baru sanggup mengerjakan itu.
Masalah hati,habbit,dan cara pandang,tak ada hubungannya dengan jilbab.
Jilbab hanya "Menutup", cukup sampai disitu yaa...

Sekarang masalah perilaku, sudah ada bertahun-tahun sejak ia belum mengenakan Jilbab.
Mungkin dia berfikir, yang penting pakai dulu!
Jika jilbab yang ikhlas diiringi ilmu dan pemahaman Akhlak yang bertambah, maka selamatlah dia!
Tapi apa semua begitu?


Perintah menutup aurat pada zaman Rasulullah datangnya mendadak, tidak berproses.
Keruan yang merasa Muslim mengenakannya tanpa ba-bi-bu. Mereka patuh dengan turunya ayat itu.
Apakah wanita-wanita itu sudah sempurna akhlaknya? tentu belum semua!


Kini... Jilbab masuk penjara karna menyiksa Anak tirinya.
Jilbab masuk berita dan dicerca masyarakat karna  menuntut Pembantunya mencuri piring
Jilbab keluar masuk Gedung KPK,menjadi tersangka
Kenapa...? karna aktivitas  Wanita Indonesia ada di segala bidang.
Sementara mata Media paling jeli. Jadi klop.kan?

Saya sulit mencari contoh, tapi mungkin ini bisa membantu.
Di Kota Mekkah , Wanita tidak bekerja di Kantor atau berkeliaran di jalan-jalan. Segala keperluan Rumah Tangga diurus Laki-laki.
Jadi, kasus wanita korupsi tidak akan dijumpai. Yang ada, wanita penyiksa pembantu,misalnya...karna memang cuma  itu ruang lingkupnya.
*Ini pendapat saya saja lho...

Ada pandangan lain, begini...
Mata masyarakat menuntut pemakai jilbab harus bersikap mulia. Berarti bagus, terbukti jilbab memaksa dan mengarahkan penggunanya untuk berakhlak mulia.
Tapi ... bila ini tidak terjadi,dan malah sebaliknya, efek negativ bisa merembet ke Pamakai jilbab lain.

Ibarat seorang Polisi yang sudah tau hukum, bertugas menegakkan hukum. Bila jadi pelaku kriminal tentu mencoreng moreng nama Angkatannya.














No comments:

Post a Comment