Sunday, 30 March 2014

Dagang Tipu-Tipu


                                               

Harus teliti dengan Banner dan bandroll saat berbelanja.
Sudah sering customer terjebak dengan hanya membaca yang tertulis, giliran bayar harganya bikin mulut kita menganga kaget.

Pedagang tipu-tipu ini faham betul, masyarakat kita gengsi untuk tanya detail. Takut dibilang "Norak" atau "Pelit". Kelemahan itu jadi peluang mereka.
Meski tampilan Toko nya bagus mentereng,tapi tak beda dengan Pencuri.

Lihat saja yang dialami seorang Sahabat, tertarik dengan Promo harga Dim Sum di Trans Studio-Bandung dengan harga Rp 9500/satuan. Pas mau bayar ternyata hanya Dim Sum tertentu saja.
Apa mau dikata? Makanan sudah lewat tenggorokan. Kalau barang masih bisa kita kembalikan.

Pengalaman lain saat membeli handuk Promo, tepampang harga menggiurkan,ternyata dikasir baru diberi tau bahwa harga handuk...sekian, karna setelah ditimbang berat handuk...sekian!
Pedagamg begini tak segan-segan membuat kita terbengong-bengong di depan Kasir.

Ada pula Swalayan yang menawarkan kembalian  receh   untuk "Sedekah Kagetan".
Setau saya yang namanya Sedekah diawali dari tangan kita yang memberi.
Amal tanpa niat akan sia-sia saja...

Sudah kewajiban mereka untuk menyediakan Uang Receh! Kalau tak mau repot, kenapa musti pasang harga berbuntut "Pecahan"?

Pengembalian dengan permen pun sulit saya terima,karna itu bukan Alat Tukar Jual Beli. Dan saya berdosa membiarkan orang berniaga dengan cara haram. Saya menolak! sambil senyum dan berseloroh saya bilang:

"Mbak, saya kumpulkan Permen ini, belanja berikutnya saya bayar dengan Permen yaaa.."

Penjaga Kasir membalas dengan senyum setengah ikhlas, dan... ternyata dia masih punya persediaan uang receh di laci !
Semoga tindakan kecil itu,memberi inspirasi buat orang yang antri dibelakang saya.

Satu hal lagi, di Toko Swalayan yang sering kita temui sepanjang sisi kiri - kanan jalan raya ini, seringkali didapati letak bandrol harga tidak tepat pada letak  barang. Berhati-Hati lah!
Susu Formula yang saya kira berharga 45.000, ternyata di Kasir seharga 80.000.
Semula saya pikir karna petugas malas merapihkan barang atau lupa menggeser bandrol ke tempat yang tepat, tapi setelah saya tegur, tak ada perubahan! Artinya...?

Bagi yang teliti atau mata masih normal,mungkin bisa dihindari, tapi bagi yang berbelanja terburu-buru dan mata tak sanggup  membaca keterangan barang yang berhuruf halus kecil itu, tentu jadi masalah.

Saran saya :

- Jangan ragu mengembalikan barang bila tak sesuai dengan bendrol yang kita lihat
- Jangan malu minta kembalian yang jadi hal kita! Ingat,Permen bukan alat tukar.
- Tukar barang, meskipun antrian menunggu, agar mereka tau akibat ulahnya
- Selalu menyiapkan uang receh






No comments:

Post a Comment