Sunday, 16 March 2014

Ingin Mandiri,Kok Diawasi?


Saya tidak menyalahkan anak jika tiba-tiba ia ingin pindah sekolah,
ke sekolah yang lebih fokus pelajarannya.

"Buat apa pelajaran SMA yang pernah saya pelajari dan hindari dulu? saya ingin ambil Bahasa Arab dan Alquran...percuma buang waktu untuk pelajaran umum"

Saya dilema,karna ingin sewaktu-waktu dia akan butuh pekerjaan yang mensyaratkan Ijazah dengan pelajaran yang sudah digariskan pemerintah.Meskipun pada akhirnya Mata Pelajaran itu hanya beberapa yang terpakai.

Setelah membaca Homescholling di berbagai tulisan dan berbagai pendapat Saya jadi tertarik dengan Homeschooling.
Saya pikir sewaktu-waktu akan Booming, karna mungkin Orang Tua akan jenuh dengan persaingan biaya sekolah yang tak sepadan dengan kwalitet. Pusing cemas  jadi penyakit  tahunan jelang Hari Pendaftaran Siswa Baru. Capek dengan berita Tauran, atau...tak sampai hati tiap hari Anaknya harus pulang kesiangan karna macet dijalan.

Homeschooling pilihan baik dan aman. Sayang... Pemerintah ikut campur tangan!.
Biasaa... semuaaaa harus seragam

Kenapa ya? kebebasan jadi bahan langka dan mahal di negeri sendiri ?
Diawali dari seramagam sekolah, buku, sampai otak.

Bayangkan saja, Pengelola Homeschooling sampai harus diawasi  Departemen Pendidikan.
DIKNAS yang  menganggap Pengelola Homeschooling "Susah Didekati" itu   mewajibkan pelajaran , Matematika,Inggris, IPA, Bahasa Indonesia bahasa Indonesia, dimasukkan ke dalam mmateri Home schooling.

Saya pikir tidak semua hal harus diseragamkan. Berikan kebebasan selama tidak melanggar aturan yang prinsipil.
Siapa tau dengan Homeschooling ini,pesertanya lebih "Percaya Diri" karna mendapatkan apa yang mereka suka, lebih fokus, dan kelak bisa membuka lahan pekerjaan buat orang lain.

Hehehe... itu cara berfikir  sederhana saya saja.

No comments:

Post a Comment