Wednesday, 5 March 2014

Larangan Jadi Anjuran

       


Seringkali bertemu spanduk bertuliskan "Peringatan",tapi justru bertentangan dengan lingkungan yang diharap mentaati peringatan tersebut.

Berjalan di jalur khusus menuju pintu masuk Stasiun Bogor, akan bertemu dengan  spanduk ini.

Anjuran membuang sampah pada tempatnya,tapi tak satupun disediakan keranjang atau tong sampah disitu.(Melarang atau Menyuruh?)

Begitu juga dengan spanduk larangan parkir,
Jalur yang semula indah dan bersih itu,kini sudah banyak di pagari Pedagang Kaki Lima,dan Parkiran Motor.
Dari 1-2 motor kini bertambah lagi.
Pos Jaga Satpol PP, percuma berdiri bagus diujung jalan.
Saya jadi penasaran,apa sih, wewenang mereka sebenarnya?

Pamong Praja (PP) yang dimulai di Jogja sejak 3 Maret 1950 itu sebenarnya bertugas membenatu Pemerintah Daerah untuk  memelihara ketentraman,ketertiban umum,serta menegakkan Peraturan Daerah

Pada butir 1 : Wewenang Satpol, mereka berhak menindak Non Yustisial terhadap Masyarakat yang melanggar Tata Tertib Pemerintah.
Butir 2 : Menindak Warga/Masyarakat/dan Hukum yang mengganggu Ketertiban Umum/Masyarakat.
(Sumber : Peraturan Pemerintah RI No:6 Tahun 2010 tentang Satpol PP)

Hehehe...Kalau kejadiannya seperti yang saya lihat, jadi ... siapa sebenarnya yang harus diawasi?























































No comments:

Post a Comment