Thursday, 20 March 2014

Libur Nge-blog karna Wisata



Berpisah dari blog  ,ternyata ngangenin juga yaa... :)

2 Hari ini saya menjaga Adik di Rumah Sakit Jakarta. Sudah lama Dokter menganjurkan Mium dalam rahimnya segera diangkat, tapi diundur terus karna kesibukan Kantor.

Hari kemarin adalah hari perkumpulan keluarga, Bapak yang usianya jelang 90 tahun, masih kuat menunggu sejak pagi  meski  operasi mulai jam 4 sore.
Adik-adik,keponakan turut datang, semua mendoakan,dan menunggu...
Bapak tak banyak bicara waktu saya datang.ditawari makanpun menolak. Mungkin hatinya sedang asyik berdialog dengan yang Maha Khaliq.... saya tak berani bertanya.

Ada beberapa kamar operasi dilantai 2. Didepan pintu2 kamar pemandangannya seperti ruang tunggu Bandara....Ramai duduk dengan wajah cemas harap.
Bermacam-macam etnis ada disitu, India,Arab,China, dan Warga Negeri kita.

Sewaktu-waktu wajah bisa  kaget, kontan setengah berlari bila  ada nama pasien disebut operator.
Pasti ada masalah serius! atau... operasi sudah selesai.
Itu saya alami juga, rasa cemas luar biasa saat suara yang memecahkan sunyi itu bilang:

"Keluarga ditunggu diruang Profesor!"

Saya tau keponakan saya yang asik BBM-an  sedang mencoba keras untuk tenang.
Anak semata wayang adik saya itu pandai menyembunyikan perasaan,usia hampir 30 cukup dewasa,kan?
Tapi saat lepas kontrol kesedihannya,saya hanya bisa membesarkan hati,dengan kemungkinan lain yang semoga menyenangkan.

 "Zonn" (Prasangka) bukanlah jarum jam yang mengarah ke "Kebenaran".
Allah sudah mewanti-wanti, Zonn tak pernah bisa dijadikan modal untuk mendapatkan yang "Haq".

"Siapa tau Profesor akan menyampaikan, bahwa rahim Mamamu ternyata masih ada yang sehat, jadi tak perlu diangkat semua"...(hibur saya)

Dan, jawaban saya dapatkan lewat senyumnya diambang pintu ruang Profesor.
Dia baru saja selesai menanda  tangani Surat Pernyataan Persetujuan. Alhamdulillah... hanya Indung Telur sebelah kanan yang diangkat.
Tak beberapa lama setelah kelegaan itu... dia memanggil saya untuk masuk keruang operasi.
Akkhh...tempat horor bagi saya !!

Syukurlah... ruangan itu berlapis. Ruang eksekusi ada di tempat lain.
Belum sempat saya bertanya untuk apa saya dipanggil, sebuah kereta dorong mungil sudah ada dihadapan.
Diatas semacam piring bertutup serbet putih... tergeletak Mium merah segar, bulatan pipih tidak rata.
Menggelumbung di 2 sisi.  ukuran diameter 21 Inci ! Pada ujung ada 1 pipa daging panjang 2  Cm,itulah cabang leher rahim .Subhanallah...

Sebetulnya tak tahan melihat darah,apalagi dengan daging seperti Itu ! Ya Allah,semoga cukup itu saja yang   bertahun-tahun mukim di perut adik saya. Jangan sampai ada lagi yang menyusul atau tersembunyi.

Sekeren-kerennya Rumah Sakit, sebebas-bebasnya pasien dari Biaya Rumah Sakit karna Asuransi atau Kekayaan melimpah, tetap saja... tempat ini seperti neraka dunia, semua tak mau berlama-lama disini.
Kalau bisa hanya jadi "Penjenguk" bukan yang "Dijenguk".
Ngerii...tapi penuh hikmah agar kita selalu bersyukur+menghargai kesehatan...
Betul-betul Wisata Hati....


































No comments:

Post a Comment