Tuesday, 11 March 2014

Nasehat Tetangga


Ibu Sofiah tetangga saya seorang Dosen Senior di Institut Keguruan Jakarta.
Beliau bisa dibilang jarang berinteraksi  dengan tetangga. Berangkat pagi,kembali sudah sore.
Beberapa orang  kurang suka dengan ketertutupannya,tapi banyak juga yang memaklumi.

Tak ada satu tetanggapun  tau bahwa beliau amat bijaksana dalam memandang hidup.
Bukan cuma  karena kematangan hidup yang didapat dari menjandanya sejak muda, tapi karna beliau amat berfikir praktis.

Belasan tahun dengan dinding rumah berdampingan,saya baru tau itu ketika saya pamitan mengikuti Suami ke Daerah. Dirumahnya kami ngobrol tentang apa yang akan saya lakukan di Daerah nanti dan lain lain...

"Apa yang akan dilakukan disana, nanti?" 
Pertanyaan yang membuat saya lebih semangat untuk tetap mengamalkan ilmu dimanapun, dalam keadaan bagaimanapun.

Saya tak tau bahwa hari itu adalah pertemuan terakhir dengan beliau.
Kata-katanya sedikit tapi membekas.

"Memulai hidup berumah Tangga harus Ihlas... kamu yang kemarin sudah tidak ada lagi"

Ya, saya menemukan bukti nyata nasehatnya.
Hanya kecewa didapat bila ingin kembali ke masa lalu,cara berpandangan yang dulu.
Apa yang ada dihadapan harus dihadapi dengan pemikiran baru, banyak memaklumi keadaan, belajar mengerti pasangan sesulit apapun. Tak usah merasa di tuntut,toh diapun tengah belajar memahami kita.

Semoga Allah memberi kemuliaan untuk beliau "Disana". Doa-doa saya semoga jadi tanda terimakasih.









No comments:

Post a Comment