Friday, 14 March 2014

Puisi Perempuan Kesal





Dia tidak suka kueh buatanku
Dia bilang, Nasi masakanku keras
Dia bilang, Sambalku tidak seenak bikinan Ibunya
Kopiku terlalu manis
Kaos pilihanku tidak cocok dengan seleranya
Segala nya dibandingkan dengan Ibu
Sampai datang satu ide!
Berbalik arah aku menatapnya,dan...                                                                                                           Kuhajar bokongnya,persis yang Ibu nya lakukan

Menjadi Wanita kadang dituntut sempurna bagi  laki-laki yang tak mengerti.                             
Padahal kalau mau, Wanita pun punya tuntutan. Latar belakang yang berbeda bisa saja Wanita bilang:

 "Kamu tidak seperti Ayahku".

Puisi yang mengundang senyum ini  bukan sekedar lelucon tapi juga memancing pikir.
Apapun keadaan pasangan hendaknya sama-sama memaklumi bahwa Kita memulai yang baru. Ingat saja  kata-kata Petugas Pom Bensin

 "Dimulai dari Nol,yaa..."

Istri tak perlu hilang harapan ,ditengah perjalanan Bahtera Rumah Tangga akhirnya keluar juga kata-kata dari mulut Suami:

"Jajanan ini tak seenak masakan Istriku"


Orang Tua  bijaksana  pasti sudah siap lebih dulu untuk ihlas melepas, lalu menyadarkan putra-putrinya sedari awal perkawinan , agar siap bila menemukan perbedaan.

Tanpa bermaksud menyepelekan, tapi dalam pandangan saya  masalah diatas hanya masalah keseharian yang mudah diatasi.  
Kecuali...kecuali.. masalah "Membagi Perhatian".
Saya Ibu dari 3 Putra ingin agar mereka tak berubah setelah berumah tangga kelak.

Hhmm...  Apa saya egois?
Bukan begitu!... karna saya Muslim jadi berpegang pada ajaran : 
Hak Anak Laki-laki ada pada Ibunya,Hak Anak Perempuan ada pada Ayahnya. Maksudnya Hak Ibu untuk dilindungi sang putra dan Hak Ayah untuk menikahkan Putrinya.
Jika saling mengerti akan hak masing-masing, insya Allah tak ada "Kecemburuan".

*Hihihi, ini Artikel, atau Curhat,ya?




No comments:

Post a Comment