Friday, 21 March 2014

Resiko Menulis






Ada satu tulisan seseorang yang kecewa  pada satu sekolah dimana ia menuntut dahulu.
Ketika ia berkunjung nampak spanduk promosi yang tidak sesuai dengan kenyataan, terpampang besar dihalaman Sekolah. Ia juga mengomentari  kurangnya peran alumni dalam membaguskan nama Almamater.
Keluhan itu diwarnai sedikit kekesalan.

Namun komentar seorang Pembaca tertulis begini :
Writing by MaddyRose
"Saya merasa  iri dengan orang yang pandai menulis. Kalau kesal mereka bisa menulis apa saja seenaknya"

Pernyataan itu mengusik kesadaran  saya.
Seorang Penulis harus tetap  hati-hati dalam menulis, meski sudah kaya jam terbang.

Betul yang dikatakan bahwa,penulis harus

-  Mengalir saja dalam  tulisan
-  Bicara sesuai dengan kenyataan
-  Bebas beropini

Tapi sesekali ada baiknya kita kembali dan bertanya pada diri.
Apa maksud kita menulis?

Kelihaian berbahasa sudah dimiliki, kan sempurna bila diiringi kelihaian  penyampaian.
Bikin adem hati pembaca... bukan hanya menambah pahala tapi  bisa menjadikan kita lebih bijak.

Setiap kelebihan yang Allah beri,pasti ada tanggung jawabnya,bukan?




No comments:

Post a Comment