Friday, 7 March 2014

Ringan Hati Dengan Mencatat

                                   notes by Spirit Sister




Seringkali saya merasa ada beban berat yang tak bisa dirinci, memang tak serius tapi tidak enak.
Saya mencoba  mencatat apa kira-kira yang menjadi bahan pikiran saya ,baik yang terendap maupun yang dipermukaan.
Dengan pemikiran sederhana saja... Yang namanya masalah biar  perintilan ,kalau ditabung jadi besar juga!

Dan,Jreeeengng!!! ...ternyata setelah tersusun banyak juga,dan ada selipan yang sebetulnya harus dan penting didahulukan.

Mencatat itu penting, dan tidak semua orang suka seperti saya.
Bisa jadi berat fikiran karna tidak tau apa yang harus dan penting didahulukan dari sekian tugas dan tanggung jawab .

Apa-apa yang sudah terlambat atau lewat pasti menimbulkan penyesalan dan menambah ongkos.
Tidak enak mengeluarkan uang karna keteledoran atau kelambanan kita.

Mencatat bukan kegiatan Pelajar/Mahasiswa/Orang Kantor saja.
Walaupun tidak semua bisa,mungkin kita bisa belajar dari seorang Ibu yang rajin mencatat:

- Daftar belanja,agar tak terbeli barang yang tak dibutuhkan
- Nomor Taxi yang ia gunakan,agar bila ada yang tertinggal mudah di hubungi
- Urutan alamat kemana saja ia hari itu akan pergi, supaya bisa irit ongkos .
- Buku-buku yang dipinjam teman.
- Barang-barang  yang dipinjam orang, (terutama Ompreng,atau payung)

Bahkan ada lho, yang mau mencatat hal-hal  mencurigakan, yang dilihat atau didengar.
Akhirnya dibutuhkan saat menjadi saksi persidangan.


Yuk...!! jadikan mencatat sebagai Hobby, agar tak terlontar kata "Wahh... saya lupa"!!
atau "Dimana...bla...bla..bla"?


2 comments:

  1. Yang paling asyik itu mencatat pemasukan mak :p hihi..

    ReplyDelete
  2. xixixi... itu bukan ringan hati lagi. Mak... tapi "Senang Hati" :)

    ReplyDelete