Monday, 24 March 2014

Takut Pada Sopir,Jiwa Melayang



Kesal campur sedih kalau naik kendaraan jarak jauh, khususnya kendaraan Bis.
Kejadian yang  berulang sejak dahulu .Sopir ugal-ugalan mengemudi tanpa memikirkan keselamatan Penumpang.
Kondisi Bis pun tak laik jalan sebenarnya.
Banyak  Montir yang lihai mengakal-akali mesin . Asal  bisa jalan, Pemilik mobil senang.
Tak peduli resiko apa yang akan diderita Penumpang.

Dari fisiknya saja Penumpang sebetulnya ragu akan keselamatan, tapi apa daya,sarananya memang hanya itu.
Harus rela didalam Bis dengan  lampu  kecil reman-remang, jendela yang mudah masuk rembesan air hujan, kurang ventilasi, asap knalpot yang masuk keruang penumpang.
Saya tak tahan dan dada tak henti berdebar  kalau  terasa Sopir menginjak rem  berulang-ulang,
Rem kalau dikocok begitu artinya sudah tak normal,

Dan...lebih miris lagi melihat 1 laki-laki pun yang berani menegur.

Dengan terpaksa saya berinsiatif menegur.
Tau apa reaksi sopir...?
Bis tua jurusan Kp.Melayau Cibinong itu makin laju dengan kecepatan tinggi., meliuk memotong jalan orang lain.
Dimulut tol saya langsung turun untuk ganti kendaraan. Sang sopir menggerundel dengan sumpah serapah.
Lucunya, tak satupun laki-laki disitu yang buka suara membenarkan tindakan saya.

Bayangkan bila malam itu Bis kena musibah. Apakah penumpang tak menyesal tidak menegur sopir ?
Apakah tak menyesal sudah  diremehkan nyawanya saat tau sopir dan kernet kabur,sementara anda tak bisa bergerak sedikitpun di bed RS,dengan selang dikiri kanan anda?

Terlalu besar tebusannya, hanya untuk sebaris kata yang tak mau keluar dari mulut.








No comments:

Post a Comment