Wednesday, 26 March 2014

Tragedi Persiapan Pernikahan


Decorator Kamar Pengantin itu berbunga hati melihat calon pengantin mengagumi  tampilan kamar.
Pas!  dengan impian mereka .

Sibuknya Persiapan Pernikahan begini sudah rutin dia hadapi.
Pengantin  dan keluarga masing2 punya stress tersendiri, ingin acara esok hari berjalan lancar,tak ada kekurangan.

Sang mempelai Wanita berpenampilan anggun, type wanita yang patuh.
Sementara sang Pria Gagah, harum, wajah menarik,  kelihatan sangat melindungi pasangannya.
Pasangan yang sungguh serasi dipandang.

Sang decorator  masih mendiskusikan  letak bunga yang harus dipasang dengan mempelai Wanita.
Sementara Sang Pria berkelililing  ke ruangan lain.
Karna penempatan bunga yang agak tinggi,memaksa pekerja mencari tangga di Gudang, berjarak agak jauh dibelakang rumah.

Disanalah... pemandangan paling tak mengenakkan harus ia saksikan.
Calon pengantin pria sedang berpelukan dengan seorang pria juga...!

Dengan berurai air mata, berbisik parau dan agak tergesa-gesa, si calon pengantin  meyakinkan bahwa dirinya tetap mencinta sampai kapan pun. Pernikahan esok hari tak berarti apa-apa dan tanpa rasa.

Lutut terasa lemas... kejadian itu menyakiti hati  meski tak ada hubungan kekerabatan.
Ingin rasanya menyelamatkan Pengantin Perempuan yang anggun dan lugu itu.
Haruskah perhelatan besar dan mahal itu hancur karna lidahnya?









No comments:

Post a Comment